



Usai 2 Minggu Pasca Gempa Jepang, Sekolah di Wajima Dibuka Kembali
- Dua minggu setelah gempa mematikan yang bertepatan pada Hari Tahun Baru melanda wilayah Noto di bagian utara-tengah Jepang, beberapa sekolah dibuka kembali dan pengumpulan sampah secara terbatas dilanjutkan pada Senin (15/1).
Gempa berkekuatan 7,6 SR pada 1 Januari menewaskan sedikitnya 222 orang dan melukai ribuan lainnya. Hingga saat ini, lebih dari 20 orang masih hilang.
Sekitar 20.000 orang, yang sebagian besar rumahnya rusak atau hancur, telah berlindung di hampir 400 gimnasium sekolah, pusat komunitas dan fasilitas darurat lainnya, menurut data bencana pemerintah pusat dan prefektur Ishikawa yang dirilis Senin (15/1) dikutip dari Japan Today.
Kelas-kelas dimulai kembali di hampir 20 sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas pada Senin (15/1) di beberapa kota yang terkena dampak paling parah, termasuk Wajima dan Noto, dan banyak siswa yang kembali.
"Saya sangat senang melihat Anda kembali dengan selamat," Keiko Miyashita, kepala sekolah dasar Kashima di kota Wajima, di pantai utara Semenanjung Noto, mengatakan kepada anak-anak sekolah.
Sebagian besar sekolah di prefektur tersebut telah dibuka kembali namun sekitar 50 sekolah ditutup tanpa batas waktu karena kerusakan akibat gempa. Di sekolah dasar Ushitsu di kota Noto, anak-anak berkumpul hanya selama satu jam pada Senin (15/1). Rencananya, kelas akan dilanjutkan buka sepenuhnya hingga minggu depan.
Sebagian jalur kereta lokal yang melalui kota Nanao juga dilanjutkan kembali pada Senin (15/1).
Namun, masih banyak warga yang tidak memiliki air bersih atau listrik. Sebanyak lebih dari 55.000 rumah tidak memiliki air mengalir dan 9.100 rumah tangga tidak memiliki listrik. Para pejabat setempat menyampaikan perbaikan pipa air bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Pemerintahan Perdana Menteri, Fumio Kishida dikritik karena lambat dalam memberikan bantuan, dan meskipun kerusakan jalan dan akses yang buruk ke semenanjung juga menjadi penyebab, beberapa ahli mengatakan para pejabat mungkin meremehkan tingkat keparahan kerusakan akibat gempa dalam analisis awal mereka.
Dalam kunjungannya pada Minggu (14/1) ke wilayah tersebut, Kishida menjanjikan tambahan dana sebesar 100 miliar Yen atau setara dengan Rp 10 triliun untuk rekonstruksi, selain dana bantuan sebesar 4,7 miliar Yen atau sekitar Rp 500 miliar yang telah disetujui oleh Kabinetnya pada awal Januari.
Di Wajima, 250 dari sekitar 400 siswa dari tiga sekolah menengah pertama yang digunakan sebagai pusat evakuasi bagi mereka yang rumahnya hancur atau rusak, akan dipindahkan sementara ke sebuah sekolah di Hakusan, di selatan Ishikawa, untuk melanjutkan kelas di sana.
Gempa tersebut menimbulkan banyak kerugian pada industri pertanian dan perikanan setempat. Dari 69 pelabuhan perikanan di prefektur tersebut, 58 diantaranya rusak dan 172 kapal nelayan hanyut atau rusak.
Kaisar Naruhito, berbicara pada upacara Senin (15/1) yang menandai peringatan 150 tahun berdirinya polisi metropolitan Tokyo, menyampaikan belasungkawa publik pertamanya bagi para korban dan keluarga mereka.
Naruhito memuji para pekerja bantuan, termasuk polisi Tokyo, atas upaya mereka. Kaisar sebelumnya telah mengirimkan pesan simpati kepada gubernur Ishikawa. Kemunculannya pada Senin (15/1) adalah yang pertama tahun ini sejak ia membatalkan acara tahunan penyambutan Tahun Baru pada tanggal 2 Januari karena gempa.
Tag: #usai #minggu #pasca #gempa #jepang #sekolah #wajima #dibuka #kembali