80 Persen Kekuatan Militer Hamas Masih Utuh, Mau Rujuk dengan Fatah dan Gabung PLO
Anggota Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, yang bertopeng, berbaris dalam unjuk rasa di Kota Gaza pada 20 Juli 2022. 
23:00
25 April 2024

80 Persen Kekuatan Militer Hamas Masih Utuh, Mau Rujuk dengan Fatah dan Gabung PLO

Pejabat senior Hamas Khalil al-Hayya mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Kamis (25/4/2024) kalau kelompok milisi pembebasan Palestina tersebut berpotensi bergabung dengan tentara nasional Palestina.

Syaratnya, jika Palestina diakui sebagai sebuah negara.

“Semua pengalaman orang-orang yang melawan penjajah, ketika mereka merdeka dan memperoleh hak-hak dan negaranya, apa yang dilakukan kekuatan-kekuatan (para milisi) ini? Mereka telah berubah menjadi partai politik dan kekuatan tempur mereka telah berubah menjadi tentara nasional,” kata Hayya kepada AP.

Dia juga mengatakan, Hamas bersedia bergabung dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan membentuk pemerintahan bersatu untuk Gaza dan Tepi Barat bersama dengan partai Fatah milik Otoritas Palestina (PA).

Pihak Hamas menekankan, hal itu hanya jika “negara Palestina berdaulat penuh” dengan teritorial perbatasan sebelum tahun 1967 dan “kembalinya pengungsi Palestina sesuai dengan resolusi internasional.”

Dia menambahkan, Hamas juga bersedia “hidup bernegara dan melakukan gencatan senjata selama lima tahun atau lebih agar dapat hidup dalam keamanan.”

Hayya mengatakan Hamas telah berulang kali menawarkan solusi ini selama bertahun-tahun.

Pejuang Brigade Izz al-Din al-Qassam, sayap militer Hamas, memamerkan senjata tempur mereka di kamp Maghazi 19 Juli 2023. Pejuang Brigade Izz al-Din al-Qassam, sayap militer Hamas, memamerkan senjata tempur mereka di kamp Maghazi 19 Juli 2023. (tangkap layar Memo/Ahmed Hasaballah/Getty Images)

80 Persen Kekuatan Hamas Masih Utuh

Terkait bombardemen Tentara Israel (IDF) selama lebih dari 6 bulan sejak Hamas melancarkan operasi serangan Banjir Al-Aqsa, Hayya menegaskan kalau kekuatan tempur milisi pembebasan Palestina itu cenderung masih kuat.

Dia menegaskan kalau 80 persen kekuatan milisi Hamas masih utuh terlepas dari klaim yang dilontarkan IDF yang menyatakan kalau baris pertahanan terakhir Hamas hanya tersisa di Kota Rafah.

“Saat ini, Israel telah melancarkan perlawanan dengan pukulan yang hebat, namun belum mengakhirinya… mereka belum menghancurkan lebih dari 20 persen kemampuannya… Jika mereka tidak dapat menghabisi [Hamas], apa solusinya? Solusinya adalah mencapai konsensus.”

Israel berjanji untuk menghancurkan Hamas dan seluruh kemampuan tempurnya pada awal perang tetapi sejauh ini gagal mencapai tujuan tersebut.

Tentara Israel kini berencana menyerang kota Rafah di selatan yang padat penduduk, yang menurut mereka merupakan benteng terakhir Hamas.

Meskipun demikian, kelompok perlawanan tetap bercokol di Gaza bersama beberapa faksi lainnya.

Ilustrasi: Pelepasan sandera Hamas Ilustrasi: Pelepasan sandera Hamas (Times Of Israel)

Ogah Serahkan Tawanan Israel Jika Perang Terus Berlanjut

AS telah mendorong gagasan PA yang ‘reformasi’ untuk mengambil kendali atas Gaza pascaperang.

Rencana tersebut, yang ditolak oleh Hamas, akan bergantung pada kekalahan kelompok perlawanan dan berakhirnya kepemimpinan politik mereka di wilayah tersebut.

Washington baru-baru ini memveto resolusi pengakuan Palestina sebagai negara anggota penuh PBB.

Puluhan tahanan Israel, termasuk perwira tinggi militer, masih ditahan oleh sayap militer Hamas, Brigade Qassam.

Wawancara tersebut dilakukan ketika negosiasi gencatan senjata masih menemui jalan buntu akibat berulang kali Israel menolak persyaratan utama Hamas, yang terus dipegang teguh oleh kelompok perlawanan tersebut.

Persyaratan tersebut mencakup diakhirinya perang dan gencatan senjata permanen, penarikan seluruh pasukan dari Gaza, pemulangan pengungsi ke rumah mereka, dan rekonstruksi jalur tersebut.

“Jika kami tidak yakin perang akan berakhir, mengapa kami harus menyerahkan para tahanan?” Hayya mengatakan kepada AP.

(oln/memo/ap/*)

Tag:  #persen #kekuatan #militer #hamas #masih #utuh #rujuk #dengan #fatah #gabung

KOMENTAR