Ekonom: 8 Program Prioritas Belum Cukup untuk Dorong Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen pada 2027
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026. (PEXELS/TOM FISK)
16:56
12 Juni 2026

Ekonom: 8 Program Prioritas Belum Cukup untuk Dorong Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen pada 2027

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027 dinilai bukan perkara mudah untuk dicapai.

Meski pemerintah telah menyiapkan delapan program prioritas nasional, langkah tersebut dianggap belum cukup untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Ekonom Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan target tersebut tergolong ambisius mengingat selama hampir dua dekade terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung bertahan di kisaran 5 persen.

"Apakah delapan program ini cukup untuk membuat target pertumbuhan 2027 mudah dicapai? Menurut saya tidak, bahkan saya melihat target tersebut sangat ambisius," kata Yusuf kepada Kompas.com, Jumat (11/6/2026).

Menurut Yusuf, tantangan utama ekonomi Indonesia bukan terletak pada kurangnya jumlah program pemerintah, melainkan persoalan struktural yang belum terselesaikan, seperti produktivitas, investasi, kualitas birokrasi, dan lambatnya transformasi sektor industri.

"Ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan kekurangan program, melainkan keterbatasan produktivitas, investasi yang belum cukup kuat, kualitas birokrasi, serta lambatnya transformasi sektor industri," ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah memang menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen sebagai tahap menuju target pertumbuhan 8 persen pada 2029.

Namun, target tersebut disusun dengan defisit anggaran yang relatif rendah, yakni sekitar 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Artinya, pemerintah ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan ruang fiskal yang lebih terbatas.

"Secara konsep itu bukan hal yang mustahil, tetapi membutuhkan kualitas kebijakan dan eksekusi yang jauh lebih baik dibanding beberapa tahun terakhir," ujar Yusuf.

Menurut dia, beberapa program memang berpotensi memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dalam jangka pendek, hilirisasi dan industrialisasi dinilai menjadi motor yang paling menjanjikan karena mampu menarik investasi, meningkatkan nilai tambah ekspor, serta memperluas basis industri domestik.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dan sektor perumahan juga diperkirakan mampu memberikan dampak cepat terhadap aktivitas ekonomi karena memiliki efek pengganda yang tinggi dan menyerap banyak tenaga kerja.

Sementara itu, program ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, dinilai berpotensi memperkuat konsumsi rumah tangga karena manfaatnya langsung dirasakan kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Meski demikian, Yusuf mengingatkan bahwa efektivitas program-program baru tersebut masih perlu dievaluasi secara berkala.

"Program seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih berpotensi memberikan efek tersebut, meskipun karena masih relatif baru, efektivitas dan dampak ekonominya perlu terus dievaluasi," katanya.

Yusuf juga menyoroti adanya kecenderungan asumsi bahwa seluruh program prioritas pemerintah akan berjalan efektif dan menghasilkan dampak sesuai rencana.

Padahal kata Yusuf, dalam praktiknya, program baru membutuhkan waktu untuk menyempurnakan tata kelola, memperbaiki penargetan, serta membangun kapasitas pelaksana di lapangan.

Ia menambahkan, tantangan mencapai target pertumbuhan ekonomi semakin kompleks karena disusun di tengah kondisi fiskal yang relatif ketat. Ketika pemerintah membatasi defisit anggaran, ruang untuk memberikan stimulus tambahan menjadi lebih terbatas.

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga dinilai belum sepenuhnya pulih, kelas menengah masih menghadapi tekanan daya beli, dan kondisi ekonomi global dibayangi ketidakpastian perdagangan serta perlambatan di sejumlah negara mitra utama Indonesia.

"Faktor-faktor ini membuat pencapaian target pertumbuhan tinggi menjadi jauh lebih kompleks dibanding sekadar menjalankan daftar program prioritas," kata Yusuf.

Tag:  #ekonom #program #prioritas #belum #cukup #untuk #dorong #ekonomi #tumbuh #persen #pada #2027

KOMENTAR