



Abaikan Kecaman Dunia Internasional, Benjamin Netanyahu Ngotot Lanjutkan Serangan Darat ke Rafah
“Kami akan menyelesaikan pekerjaan di Rafah sambil memastikan keselamatan penduduk sipil,” kata Netanyahu dalam pidato video di konferensi organisasi AIPAC pro-Israel di Washington, D.C.
“Siapa pun yang meminta kami untuk tidak bertindak di Rafah berarti meminta kami kalah perang dan hal itu tidak akan terjadi,” tambah Netanyahu.
Pernyataan tersebut dilontarkan Netanyahu usai mendapatkan banyak kecaman dari sejumlah negara besar, salah satunya Amerika. Presiden AS Joe Biden bahkan berulang kali membujuk Netanyahu untuk menghentikan serangan mematikan ke wilayah Rafah yang dipenuhi warga sipil.
Joe Biden menyebut argumen Netanyahu jika tak menyerbu Rafah maka tak bisa mengalahkan Hamas adalah omong kosong.
Untuk mencegah terjadinya serangan itu, Biden bahkan mengancam akan menghentikan semua bantuan dan ekspor senjata ke Israel apabila negara Zionis itu bersikukuh akan memperluas serangan darat di hingga ke Kota Rafah yang berbatasan dengan Mesir.
Akibat perbedaan pendapat, Biden dan Netanyahu dilaporkan tengah bersitegang, keduanya diketahui terakhir kali menggelar pembicaraan pada tanggal 15 Februari.
Beberapa pihak menyebut hubungan Biden dan Netanyahu saat ini tengah meregang, lantaran Biden khawatir serangan Netanyahu ke Rafah dapat merusak peluangnya untuk terpilih kembali sebagai presiden Amerika pada November mendatang.
Tak hanya Biden, presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi juga mengecam rencana militer Israel untuk menginvasi kota Rafah, Presiden al-Sisi memperingatkan tentang bahaya invasi kota Rafah yang dapat memicu peningkatan korban jiwa.
"Saat ini, Mesir berupaya keras untuk mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza, demi melindungi warga sipil yang tak bersalah dari dampak perang yang sudah berlangsung lebih dari lima bulan," ujar Sisi dalam sebuah upacara di Akademi Kepolisian di Kairo, seperti yang dilaporkan oleh agen berita negara MENA.
Menyusul yang lainnya, Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam keterangan persnya turut mengecam keras serangan Israel yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka terhadap pusat distribusi makanan milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ada di Rafah.
Kendati rencana operasi militer Israel di Rafah ditentang habis oleh dunia internasional termasuk Amerika, namun hal tersebut tak dapat melunakan hati Netanyahu. Pimpinan tertinggi di Israel itu justru bertekad melancarkan serangan darat terhadap Rafah.
Netanyahu menilai gempuran di kota Rafah menjadi penting lantaran kota ini merupakan benteng terakhir Hamas, dengan cara ini Israel dapat dengan mudah menaklukan milisi Hamas yang dianggap sebagai teroris.
“Saya telah menjelaskan sejelas-jelasnya kepada presiden bahwa kami bertekad untuk menyelesaikan pemusnahan batalyon-batalyon ini di Rafah, dan tidak ada cara untuk melakukan ini tanpa serangan darat,” tegas Netanyahu dikutip dari CNN International.
Tag: #abaikan #kecaman #dunia #internasional #benjamin #netanyahu #ngotot #lanjutkan #serangan #darat #rafah