Kapal Perang Terbesar Inggris Rusak Lagi, Alami Gangguan Teknis Saat Bersandar
Kapal perang terbesar milik Inggris, HMS Prince of Wales, kembali mengalami masalah teknis saat sedang bersandar di pelabuhan Norwegia.
Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) mengonfirmasi gangguan tersebut terjadi pada kapal induk senilai 3,5 miliar poundsterling (sekitar Rp 84 triliun) yang tengah menjalankan misi di kawasan Atlantik Utara dan Arktik.
Dilansir The Independent, HMS Prince of Wales sebelumnya berlayar pada awal bulan ini dari Loch Long, Argyll and Bute, Skotlandia. Pengerahan kapal tersebut ke perairan Nordik bertujuan memperkuat keamanan di wilayah Atlantik dan High North.
Baca juga: Kapal Perang Inggris Langsung Masuk Bengkel Usai dari Timur Tengah
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut masalah yang terjadi sebagai “gangguan teknis kecil” pada kapal paling kuat milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris itu saat singgah di Stavanger, kota pelabuhan di barat daya Norwegia.
HMS Prince of Wales dijadwalkan kembali berlayar
Meski mengalami kendala, MoD menyatakan bahwa HMS Prince of Wales diperkirakan dapat kembali melanjutkan perjalanan dalam beberapa hari ke depan.
Seorang juru bicara MoD mengatakan, “HMS Prince of Wales saat ini sedang melakukan kunjungan pelabuhan ke Stavanger sebagai bagian dari pengerahan Carrier Strike Group di seluruh Atlantik Utara dan Arktik, kami berharap kapal tersebut akan berlayar dalam beberapa hari ke depan.”
Insiden terbaru ini kembali mengingatkan pada masalah yang pernah dialami kapal tersebut pada 2022. Saat itu, HMS Prince of Wales mengalami kerusakan ketika sedang dalam perjalanan menuju latihan gabungan bersama Angkatan Laut Amerika Serikat.
The Daily Mail mengutip seorang sumber senior Angkatan Laut yang menyebut gangguan terbaru ini sebagai sesuatu yang “menghancurkan bagi moral”.
Kapal yang biasanya bermarkas di Portsmouth itu dalam misi kali ini berlayar bersama kapal perusak Type 45 HMS Duncan dan kapal tanker RFA Tidespring menuju perairan Nordik.
Selama pengerahan tersebut, HMS Prince of Wales juga beroperasi bersama NATO dan Joint Expeditionary Force.
Kapal induk terbesar dalam sejarah Angkatan Laut Inggris
HMS Prince of Wales dan HMS Queen Elizabeth merupakan dua kapal terbesar sekaligus paling kuat yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
HMS Prince of Wales memiliki bobot 65.000 ton, mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 25 knot, serta memiliki jangkauan hingga 10.000 mil laut.
Baca juga: Kapal Perang Inggris Tembak Jatuh Drone Serang di Laut Merah
Kapal ini dapat membawa hingga 72 pesawat, termasuk maksimal 36 jet tempur F-35B. Kapal tersebut diperkirakan memiliki masa operasional hingga 50 tahun.
HMS Prince of Wales dapat beroperasi dengan 678 awak, namun mampu menampung hingga 1.600 orang.
Jadi simbol komitmen Inggris untuk NATO
Ilustrasi tentara NATO.
Sebelum kapal berangkat, Komandan HMS Prince of Wales, Kapten Ben Power, mengatakan bahwa kapal tersebut siap menjalankan perannya sebagai kapal utama Inggris.
“HMS Prince of Wales siap berdiri sebagai kapal utama negara untuk menunjukkan komitmen Inggris terhadap NATO dan Joint Expeditionary Force,” kata Power.
“Terima kasih saya sampaikan kepada keluarga kami yang terus memberikan dukungan tanpa henti saat kami menjalankan pengerahan jauh dari perairan rumah,” lanjutnya.
Sementara itu, Komandan HMS Duncan, James Mitchell, mengatakan, kapal perusak yang dipimpinnya memiliki peran penting dalam melindungi HMS Prince of Wales selama misi.
“Sebagai kapal perusak Type 45, HMS Duncan membawa kemampuan pertahanan udara kelas dunia ke dalam Carrier Strike Group, memberikan perlindungan penting bagi HMS Prince of Wales dan unit bernilai tinggi lainnya,” ujarnya.
“Berlatih bersama sekutu kami di Atlantik Utara dan High North memperkuat kemampuan kami untuk beroperasi sebagai kekuatan yang terintegrasi dan tangguh,” tambah Mitchell.
Baca juga: Teror di Laut China Selatan, Jet Tempur Beijing Gertak Kapal Perang Inggris
Tag: #kapal #perang #terbesar #inggris #rusak #lagi #alami #gangguan #teknis #saat #bersandar