2 Alasan Sultan Brunei Rombak Kabinet, Ada Sinyal Persiapan Suksesi
Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, merombak kabinet pemerintahannya, dengan menunjuk dua putranya ke posisi menteri.(WIKIMEDIA COMMONS/PRESIDENTIAL PRESS AND INFORMATION OFFICE)
18:18
5 Juni 2026

2 Alasan Sultan Brunei Rombak Kabinet, Ada Sinyal Persiapan Suksesi

Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, merombak kabinet pemerintahannya pada Kamis (4/6/2026), dengan menunjuk dua putranya ke posisi menteri.

Perombakan ini menjadi yang pertama sejak 2022 dan dinilai sebagai tanda adanya potensi persiapan suksesi di negara kecil kaya minyak tersebut, menurut laporan Reuters.

Selain itu, pergantian menteri dalam kabinet ini juga dilakukan setahun sebelum Sultan Hassanal Bolkiah memperingati 60 tahun naik takhta, atau diamond jubilee.

Baca juga: Sultan Brunei Rombak Kabinet Besar-besaran, Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu

Sinyal persiapan suksesi kerajaan

Ilustrasi Masjid Omar Ali Saifuddien di Brunei Darussalam. PIXABAY/ADAM HILL Ilustrasi Masjid Omar Ali Saifuddien di Brunei Darussalam.

Salah satu alasan utama yang menjadi sorotan adalah penunjukan anggota keluarga kerajaan ke posisi penting dalam pemerintahan.

Putra kedua Sultan, Prince Abdul Malik, ditunjuk sebagai menteri di Kantor Perdana Menteri. Jabatan itu menjadi posisi kabinet pertamanya.

Sementara itu, putra kedua termuda Sultan, Prince Abdul Mateen, diangkat sebagai Menteri Luar Negeri, posisi yang sebelumnya dipegang oleh Sultan sendiri.

Putra tertua sekaligus Putra Mahkota, Al-Muhtadee Billah, tetap mempertahankan posisinya sebagai Menteri Senior di Kantor Perdana Menteri.

Reuters melaporkan langkah tersebut menjadi tanda adanya potensi perencanaan suksesi, mengingat Sultan Hassanal Bolkiah telah memimpin Brunei sejak naik takhta pada 1967 dan kini berusia 79 tahun.

Semetara itu, sultan masih mempertahankan sejumlah jabatan utama, yakni sebagai perdana menteri, menteri pertahanan, dan menteri keuangan.

Baca juga: Sultan Brunei Terbangkan Sendiri Pesawatnya ke KTT ASEAN 2026 di Filipina

Memperkuat pemerintahan menghadapi tantangan ekonomi

Dalam perombakan tersebut, Sultan juga membentuk tiga posisi menteri baru untuk memperkuat koordinasi kebijakan di pemerintahan.

Selain itu, Kementerian Sumber Daya Utama dan Pariwisata akan direorganisasi menjadi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri.

Sultan mengatakan, perubahan itu bertujuan, “Ini dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan sektor-sektor prioritas, memperkuat upaya diversifikasi ekonomi, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan menciptakan peluang kerja yang berarti.”

Perombakan kabinet ini dilakukan ketika Brunei sedang menghadapi tantangan ekonomi akibat perubahan kondisi energi global.

Meski menjadi negara penghasil minyak dan gas, Brunei juga menghadapi peningkatan biaya subsidi untuk menjaga harga bahan bakar tetap menjadi salah satu yang termurah di kawasan akibat perang Iran.

Pada bulan lalu, pemerintah Brunei mulai melarang kendaraan dengan pelat nomor asing yang tangki bahan bakarnya kurang dari tiga perempat penuh untuk masuk ke negara tersebut. Kebijakan itu bertujuan mencegah penyelundupan lintas batas dan menjaga pasokan domestik.

Departemen energi Brunei juga menyatakan bahwa pemerintah telah membentuk komite khusus untuk memantau dan mengoordinasikan langkah-langkah menghadapi dampak konflik di Timur Tengah.

Baca juga: Sultan Brunei Rombak Kabinet, Tunjuk Dua Putranya Jadi Menteri

Tag:  #alasan #sultan #brunei #rombak #kabinet #sinyal #persiapan #suksesi

KOMENTAR