Jet Tempur JF-17 Pakistan Mau Dibeli Bangladesh, India Waspada
Jet tempur JF-17 Thunder Pakistan buatan China saat terbang dalam parade militer di Islamabad, 23 Maret 2018.(AFP/AAMIR QURESHI)
18:12
24 Mei 2026

Jet Tempur JF-17 Pakistan Mau Dibeli Bangladesh, India Waspada

Potensi pembelian jet tempur JF-17 Thunder Block III Pakistan oleh Bangladesh memicu kekhawatiran di India.

Sejumlah analis, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, Minggu (24/5/2026), menilai langkah Dhaka itu dapat memperkuat kemampuan udara Bangladesh sekaligus meningkatkan kecurigaan New Delhi terhadap kedekatan Bangladesh dengan Pakistan dan China.

Laporan media Pakistan menyebut Islamabad telah menyerahkan simulator operasional penuh jet tempur JF-17 kepada Bangladesh. Simulator tersebut digunakan untuk melatih pilot dalam taktik tempur dan pengelolaan sistem pesawat.

Baca juga: Jet Tempur Rusia Pepet Pesawat Inggris di Laut Hitam, Cuma Jarak 6 Meter

Adapun JF-17 Thunder dikembangkan bersama oleh Pakistan Aeronautical Complex dan Chengdu Aircraft Corporation asal China. Pesawat itu menjadi salah satu andalan Angkatan Udara Pakistan dan telah diekspor ke Azerbaijan, Myanmar, serta Nigeria.

Simulator dinilai jadi sinyal pembelian

Ilustrasi jet tempur Pakistan. Dok. Setpres Ilustrasi jet tempur Pakistan.

Penyerahan simulator itu terjadi setelah pertemuan kepala angkatan udara Pakistan dan Bangladesh di Islamabad pada Januari lalu.

Menurut militer Pakistan, pertemuan tersebut mencakup “diskusi rinci” mengenai potensi pengadaan jet tempur JF-17.

Kepala Stockholm Centre for South Asian and Indo-Pacific Affairs di Institute for Security and Development Policy Swedia, Jagannath Panda, mengatakan, transfer simulator menjadi sinyal adanya “kemungkinan akuisisi”.

“Bagi Bangladesh, JF-17 Block III akan menawarkan platform multi-peran yang relatif terjangkau dengan kemampuan rudal jarak jauh di luar jangkauan pandang, avionik modern, dan infrastruktur dukungan China-Pakistan,” kata Panda.

Menurut dia, pesawat itu memang tidak akan membuat Bangladesh setara dengan India dalam kekuatan udara, tetapi dapat memperkuat daya tangkal Dhaka.

Senada, peneliti senior Hudson Institute di Washington, Liselotte Odgaard, mengatakan, pengiriman simulator merupakan “langkah pendukung penting” menuju peningkatan kemampuan militer besar-besaran.

“Secara militer, simulator biasanya hanya dikerahkan ketika akuisisi kemungkinan besar akan terjadi atau sudah dekat karena menjadi bagian dari pelatihan konversi pilot dan integrasi doktrin,” ujar Odgaard.

“Secara strategis, Bangladesh tampaknya sedang mempersiapkan lompatan kemampuan generasi baru,” lanjutnya.

India soroti koridor Siliguri

Potensi pembelian JF-17 muncul ketika hubungan Bangladesh dan India masih tegang. Situasi itu berkembang setelah demonstrasi menggulingkan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dari kekuasaan pada 2024 setelah 15 tahun memimpin.

India kemudian memperkuat kehadiran militernya di dekat Koridor Siliguri, jalur sempit yang menghubungkan India dengan tujuh negara bagian timur lautnya. Wilayah yang dikenal sebagai “Chicken’s Neck” itu berbatasan dengan Bangladesh dan Nepal.

Pada November lalu, Angkatan Darat India membangun tiga garnisun baru untuk memperkuat pengawasan dan kesiapan tempur di sekitar koridor tersebut.

India sebelumnya juga menempatkan sistem pertahanan udara Rusia S-400 dan skuadron jet tempur Rafale buatan Perancis di kawasan itu.

Baca juga: Tak Hanya Diam, Jet Tempur Arab Saudi Ternyata Ikut Serang Irak

Odgaard menilai kehadiran JF-17 di Bangladesh dapat mengurangi “margin kenyamanan” India di sekitar Koridor Siliguri dan meningkatkan persepsi ancaman kedua negara.

Meski demikian, ia menegaskan, jet tempur itu tidak akan mengubah keseimbangan militer secara drastis.

“India telah mengoperasikan jet tempur canggih dari berbagai pangkalan dan terus memperluas infrastruktur garis depan serta pangkalan yang mampu mendukung pengerahan cepat,” katanya.

“India selama ini menikmati superioritas udara yang jelas atas Bangladesh, tetapi JF-17 Block III akan mempersempit kesenjangan itu,” tambah Odgaard.

Ia mengatakan India kemungkinan akan meningkatkan pengawasan udara di wilayah timur, mempercepat modernisasi militer, serta memperkuat integrasi strategi menghadapi China dan Pakistan.

Risiko salah perhitungan

Panda mengatakan, pembelian JF-17 oleh Bangladesh akan menambah “lapisan militer” dalam hubungan politik yang sudah sensitif antara Dhaka dan New Delhi.

Menurutnya, India kemungkinan melihat langkah tersebut bukan hanya sebagai modernisasi militer Bangladesh, tetapi juga masuknya “platform yang terkait Pakistan-China” ke lingkungan keamanan timur India.

Ia menilai JF-17 kemungkinan akan berfungsi untuk pertahanan udara, serangan terbatas, dan sinyal tekanan politik dalam situasi krisis hipotetis antara India dan Bangladesh.

“Nilai terpentingnya adalah mempersulit perencanaan udara India, bukan mengalahkan Angkatan Udara India,” ujar Panda.

Namun, ia mengingatkan bahwa langkah Bangladesh di sekitar Koridor Siliguri akan menjadi tindakan yang “sangat eskalatif” dan bisa memicu respons militer besar dari India.

“Hubungan India-Bangladesh kemungkinan akan tetap tegang tetapi belum tentu termiliterisasi,” katanya.

“Risiko yang lebih realistis adalah siklus kecurigaan: kesepakatan pertahanan dengan Pakistan atau China, penyesuaian postur militer India, retorika nasionalis, dan insiden perbatasan. Bahayanya bukan perang yang direncanakan, melainkan salah perhitungan,” lanjut Panda.

Sementara itu, peneliti senior Atlantic Council di Washington, Michael Kugelman, menilai pemerintah baru Bangladesh kemungkinan akan mengambil langkah hati-hati untuk memperbaiki hubungan dengan India.

“Trajektori hubungan India-Bangladesh sekarang jauh lebih positif dibandingkan masa pemerintahan sementara sebelumnya yang mendahului pemerintahan Tarique Rahman,” kata Kugelman.

“Saya pikir ada keinginan nyata untuk menyeimbangkan hubungan Dhaka dengan para tetangga utamanya, termasuk India, Pakistan, dan China, dan itu berarti juga memperbaiki hubungan dengan India,” ujarnya.

Baca juga: Taiwan Heran Jet Tempur China Mendadak Tak Muncul Saat Trump di Beijing

Tag:  #tempur #pakistan #dibeli #bangladesh #india #waspada

KOMENTAR