Transaksi Senjata AS-Taiwan Disebut Tidak Terkait dengan Perang Iran
Ilustrasi tentara Amerika Serikat.(Shutterstock)
12:36
23 Mei 2026

Transaksi Senjata AS-Taiwan Disebut Tidak Terkait dengan Perang Iran

- Penundaan penjualan senjata Amerika Serikat (AS) ke Taiwan karena menghemat amunisi untuk perang Iran disebut sebagai informasi yang keliru, kata sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Menurut sumber itu, penjualan senjata AS ke Taiwan memang membutuhkan waktu lama untuk diproses, bukan karena terkait dengan perang Iran.

Pernyataan ini muncul setelah seorang pejabat senior AS menyatakan ada jeda penjualan karena kebutuhan untuk memiliki persediaan senjata dalam perang di Timur Tengah.

Baca juga: Trump Berencana Telepon Presiden Taiwan, Bisa Dobrak Protokol Diplomatik

Sumber tersebut juga mencatat bahwa Presiden AS Donald Trump akan segera memutuskan penjualan senjata tersebut.

"Penjualan (senjata) ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diproses dan tidak terkait dengan Operasi Epic Fury," kata sumber tersebut dilansir Reuters, Sabtu (23/5/2026).

Dia menambahkan, Washington memiliki persediaan senjata yang lebih dari cukup untuk menunjang kebutuhan militer.

"Militer Amerika Serikat memiliki amunisi, perlengkapan, dan persediaan yang lebih dari cukup untuk memenuhi semua tujuan strategis Presiden Trump dan bahkan lebih dari itu," ujarnya.

Baca juga: Trump Akan Bicara dengan Presiden Taiwan, Bahas Dukungan Militer untuk Lawan China


AS tunda penjualan senjata ke Taiwan karena perang Iran

Sebelumnya, muncul informasi jika AS menunda penjualan senjata senilai 14 miliar dollar AS (Rp 247 triliun) ke Taiwan guna menghemat amunisi bagi perang melawan Iran.

Informasi tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao kepada para anggota parlemen selama sidang Senat pada Kamis (21/5/2026).

“Saat ini, kami sedang melakukan jeda guna memastikan memiliki cukup amunisi untuk operasi Epic Fury, dan kami memilikinya dalam jumlah yang cukup,” kata Cao kepada Subkomite Alokasi Anggaran Senat untuk Pertahanan, dilansir Al Jazeera, Jumat (22/5/2026).

“Tapi kami hanya memastikan masih memiliki semuanya, namun penjualan militer ke luar negeri akan berlanjut ketika pemerintah menganggap perlu,” sambungnya.

Cao mengatakan keputusan untuk melanjutkan penjualan tersebut akan dibuat oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Baca juga: Hemat Amunisi untuk Perang Lawan Iran, AS Tunda Jual Senjata ke Taiwan

Hubungan AS dan Taiwan

Peta Taiwanwikimedia commons Peta Taiwan

Trump menabur ketidakpastian di Taipei dengan mengatakan belum memutuskan apakah akan menyetujui paket pengiriman senjata tersebut.

Pernyataan itu disampaikan setelah bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada bulan ini.

AS terikat oleh Undang-Undang Hubungan Taiwan tahun 1979 untuk menyediakan pulau tersebut sarana untuk membela diri.

Dan sejak Trump bertemu Xi, Washington menyatakan bahwa kebijakannya terhadap Taiwan tetap tidak berubah.

Baca juga: Selesai Kunjungi China, Donald Trump Peringatkan Taiwan Jangan Merdeka

Pemerintah Taiwan juga mengonfirmasi bahwa mereka belum menerima informasi apa pun tentang penundaan penjualan senjata AS.

Taiwan dianggap oleh China sebagai wilayahnya sendiri, dan Beijing a telah berulang kali menyerukan agar AS menghentikan penjualan senjata.

Sementara itu, pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing, dengan mengatakan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.

Tag:  #transaksi #senjata #taiwan #disebut #tidak #terkait #dengan #perang #iran

KOMENTAR