Paus Leo XIV Segera Rilis Ensiklik AI Pertama, Biisa Pengaruhi Aturan Dunia?
- Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Paus Leo XIV dijadwalkan akan merilis ensiklik atau surat amanat pertamanya yang berfokus pada perkembangan teknologi akal imitasi (AI) pada Senin (25/5/2026).
Langkah ini menandai keterlibatan langsung Vatikan dalam perdebatan global mengenai bagaimana pemerintah seharusnya meregulasi teknologi yang berkembang pesat tersebut.
Ensiklik pertama Paus Leo XIV ini diberi judul Magnifica humanitas, sebagaimana dilansir Newsweek, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Menlu AS Temui Paus Leo di Tengah Ketegangan Vatikan-Trump
Dalam menyusun dokumen penting ini, Paus didampingi oleh salah satu pendiri perusahaan AI Anthropic, Christopher Olah.
Berdasarkan informasi dari Vatikan, ensiklik tersebut akan menitikberatkan pada perlindungan umat manusia di era pertumbuhan AI yang masif.
Peluncuran ini dinilai menjadi ujian besar pertama bagi pengaruh tak langsung dan kepemimpinan moral Paus Leo XIV, setelah lebih dari satu tahun terpilih memimpin takhta suci.
Baca juga: Kritik Ad rem Paus Leo XIV
Menjadi manusia
Sebelum merilis ensiklik tersebut, Paus Leo XIV telah memberikan peringatan keras mengenai dampak buruk AI jika tidak dikendalikan.
Dalam pernyataannya pada Jumat, Paus menyoroti implementasi teknologi yang mengabaikan sisi kemanusiaan.
"Seperti yang terbukti secara menyedihkan oleh promosi dan penerapan teknologi yang tidak terkendali dengan mengorbankan martabat manusia, serta kerusakan yang disebabkan ketika chatbot dan teknologi lainnya mengeksploitasi kebutuhan kita akan hubungan antarmanusia, kita benar-benar mengalami gerhana dari arti menjadi manusia," ujar Paus Leo XIV.
Dia menambahkan bahwa saat ini situasi sudah sangat mendesak.
Baca juga: Paus Leo XIV: Dekonstruksi Era Pos-kebenaran
"Sangat penting untuk memulihkan pemahaman tentang makna sejati dan keagungan kemanusiaan seperti yang dikehendaki oleh Tuhan," tuturnya.
Isu AI sebenarnya bukan hal baru bagi Paus Leo XIV. Sepanjang tahun lalu, dia kerap membahas dampak teknologi ini.
Pada Mei 2025, dia sempat menyatakan bahwa AI memiliki "potensi besar" untuk kebaikan umat manusia.
Akan tetapi, dia juga memperingatkan adanya tantangan baru bagi pembelaan martabat manusia, keadilan, dan tenaga kerja.
Baca juga: Paus Leo XIV Sebut Debat dengan Trump soal Iran Bukan Kepentingannya
Dilema regulasi
Rencana peluncuran ensiklik ini muncul di tengah kepanikan pemerintah di berbagai belahan dunia yang sedang berlomba-lomba menyusun aturan main untuk AI.
Di sisi lain, industri teknologi yang berpengaruh kuat terus melobi agar aturan AI dibuat lebih longgar demi menjaga inovasi.
Para pendukung AI berargumen bahwa regulasi yang terlalu ketat dapat mematikan inovasi dan pertumbuhan yang sebenarnya bisa bermanfaat bagi kemajuan ilmiah dan medis.
Sebaliknya, pihak yang mendorong regulasi ketat menilai AI membawa ancaman signifikan bagi kesehatan manusia, lingkungan, hingga risiko hilangnya jutaan pekerjaan akibat otomatisasi.
Baca juga: Paus Leo XIV: Suara Profetis Kemanusiaan dan Perdamaian
Tag: #paus #segera #rilis #ensiklik #pertama #biisa #pengaruhi #aturan #dunia