Kontra dengan Trump, Perancis Tolak NATO Ikut Amankan Selat Hormuz
Ilustrasi negara-negara NATO - Menteri luar negeri dari 32 negara anggota NATO berkumpul di kota Swedia tersebut untuk menyelesaikan persiapan KTT Ankara yang akan datang.(AFP/Jonathan Nackstrand)
17:30
22 Mei 2026

Kontra dengan Trump, Perancis Tolak NATO Ikut Amankan Selat Hormuz

- Perancis menolak segala kemungkinan peran NATO dalam mengamankan Selat Hormuz dan menegaskan mandat aliansi tersebut tidak mencakup Timur Tengah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis Pascal Confavreux mengatakan Paris menentang keterlibatan NATO dalam operasi mengamankan navigasi di jalur air strategis tersebut.

“Posisi kami jelas dan konsisten: Perjanjian Atlantik Utara berlaku untuk Atlantik Utara; perjanjian ini bukanlah tujuan atau aliansi yang tepat untuk subjek di Timur Tengah dan Hormuz,” kata Confavreux dalam konferensi pers, Kamis (21/5/2026), dilansir Anadolu.

Baca juga: Senggol Spanyol, Menlu AS Pertanyakan Keanggotan NATO saat Perang Iran

Pernyataan tersebut disampaikan dua hari setelah Panglima Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, Jenderal Alexus Grynkewich, mempertimbangkan untuk berkontribusi.

Dia mengatakan aliansi tersebut sedang mempertimbangkan kemungkinan kontribusi terhadap upaya keamanan maritim di Selat Hormuz.

Meski demikian, ia juga menekankan bahwa belum ada perencanaan terkait kemungkinan tersebut.

Sebelumnya, Donald Trump geram dengan NATO karena menolak ajakannya untuk membantu AS dalam konflik di Timur Tengah.

Baca juga: NATO Anggap Enteng Penarikan 5.000 Tentara AS, Cuma Pasukan Rotasi


Perancis tetap terlibat misi multinasional

Kapal induk Perancis, FS Charles-de-Gaulle (R91)Wikimedia. Kapal induk Perancis, FS Charles-de-Gaulle (R91)

Perancis menegaskan mereka tetap terlibat dalam misi multinasional yang bertujuan untuk mengamankan navigasi maritim secara damai melalui selat tersebut.

Sebelumya pada pekan lalu, kapal induk Perancis Charles de Gaulle dikabarkan akan segera tiba di dekat Selat Hormuz.

Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Delegasi Perancis untuk Angkatan Bersenjata, Alice Rufo, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.

Menurut laporan Anadolu, Jumat (15/5/2026), Rufo mengatakan kapal induk Perancis Charles de Gaulle bergerak ke Laut Arab dan sudah berada di kawasan tersebut.

Baca juga: Trump Bakal Kurangi Kekuatan Militer AS di NATO, Ingin Tekan Eropa?

“Kapal itu sedang bergerak maju ke Laut Arab. Kapal itu berada di area tersebut,” kata Rufo, merujuk pada kapal induk Perancis tersebut.

Sementara itu, mengenai Lebanon, Kemenlu Perancis mengutuk apa yang disebutnya sebagai pelanggaran berkelanjutan terhadap perjanjian gencatan senjata oleh Hizbullah dan Israel, khususnya di Lebanon selatan.

“Pelanggaran ini tidak dapat diterima. Ini harus dihentikan. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi dan menghormati warga sipil,” kata Confavreux.

Ia menambahkan bahwa prioritasnya adalah memastikan gencatan senjata diperkuat untuk memungkinkan negosiasi langsung antara Israel dan Lebanon.

Tag:  #kontra #dengan #trump #perancis #tolak #nato #ikut #amankan #selat #hormuz

KOMENTAR