Xi Jinping Mau Dekatkan Trump dan Kim Jong Un, Bakal Sambangi Korut Pekan Depan
Foto ini diambil pada 4 September 2025 dan dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 5 September 2025, menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.(STR)
13:06
22 Mei 2026

Xi Jinping Mau Dekatkan Trump dan Kim Jong Un, Bakal Sambangi Korut Pekan Depan

Pemimpin China Xi Jinping akan mengunjungi Korea Utara pekan depan untuk membantu menghidupkan kembali hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap, Xi diperkirakan tiba di Pyongyang paling cepat pada Senin (25/5/2026) untuk bertemu langsung dengan Kim Jong-un.

“Kami telah memperoleh intelijen yang menunjukkan bahwa Presiden Xi Jinping akan segera mengunjungi Korea Utara,” kata pejabat senior Korea Selatan kepada Yonhap, seperti dikutip The Telegraph.

Baca juga: Xi Jinping dan Putin Kompak Kritik Trump dalam KTT di Beijing, Sindir Dominasi AS

Sumber pemerintah lainnya menyebut Xi berpotensi menjadi mediator antara Kim dan Trump, yang hubungannya berlangsung naik turun sejak masa jabatan pertama Trump sebagai presiden AS.

Xi disebut bisa jadi penengah Trump dan Kim

Kunjungan Xi berlangsung tak lama setelah Trump melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke Beijing pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Xi dan Trump disebut sepakat bahwa Korea Utara harus didenuklirisasi.

Korea Utara sendiri sangat bergantung pada China, sementara isu program nuklir Pyongyang kembali menjadi perhatian internasional.

Menurut Arms Control Association, Korea Utara diperkirakan memiliki sekitar 50 hulu ledak nuklir dan cukup material untuk memproduksi sedikitnya 90 senjata nuklir tambahan.

Negara tertutup itu juga memiliki rudal yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat dan tengah mengembangkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam.

Pada 2023, Pyongyang bahkan memasukkan status negara nuklir ke dalam konstitusinya dan menyatakan status tersebut bersifat “final dan tidak dapat diubah”.

Trump klaim punya hubungan baik dengan Kim

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) ketika bertemu Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (kanan) di Zona Demiliterisasi (DMZ), Panmunjom, Korea Utara, 30 Juni 2019.AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) ketika bertemu Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (kanan) di Zona Demiliterisasi (DMZ), Panmunjom, Korea Utara, 30 Juni 2019.

Sebelum meninggalkan China menggunakan Air Force One pekan lalu, Trump mengeklaim dirinya sempat berbicara dengan Kim Jong-un, meski tidak menjelaskan detail percakapan tersebut.

“Anda tahu, saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Kim Jong-un,” ujar Trump.

“Dia cukup tenang," imbuhnya.

Baca juga: Ada Hubungan Saling Membutuhkan di Balik Pertemuan Putin dan Xi Jinping

Pada Agustus 2025, Trump juga pernah mengatakan bahwa dirinya “memahami” Kim Jong-un dan “berhubungan sangat baik dengannya”, serta ingin bertemu lagi sebelum akhir tahun.

Trump tercatat menjadi presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di Korea Utara saat bertemu Kim pada 2019.

Kala itu, Trump mengatakan, dirinya “menghabiskan banyak waktu santai” bersama Kim dan “membicarakan hal-hal yang mungkin seharusnya tidak kami bicarakan”.

Lawatan Xi terjadi setelah pertemuan dengan Putin

Rencana kunjungan Xi ke Korea Utara juga muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan lawatan ke Beijing pekan ini.

Dalam pertemuan tersebut, China dan Rusia mengkritik upaya “kolonial” untuk mendominasi dunia dan memperingatkan ancaman kembalinya “hukum rimba” dalam politik global.

“Upaya sejumlah negara untuk secara sepihak mengelola urusan global, memaksakan kepentingan mereka kepada seluruh dunia, dan membatasi perkembangan berdaulat negara lain dalam semangat era kolonial telah gagal,” demikian isi deklarasi bersama kedua negara.

Xi juga mengatakan, dunia berada dalam bahaya kembali pada “hukum rimba” dan menyebut situasi global saat ini “kompleks dan bergejolak, dengan hegemoni sepihak yang merajalela”.

Selain itu, China dan Rusia menandatangani lebih dari 20 perjanjian kerja sama, termasuk perluasan kerja sama militer dan luar angkasa serta peningkatan latihan militer bersama.

Baca juga: Putin Bertemu Xi Jinping di Beijing, Apa Saja yang Dibahas?

Tag:  #jinping #dekatkan #trump #jong #bakal #sambangi #korut #pekan #depan

KOMENTAR