AS Disebut Gunakan Pangkalannya di Jerman untuk Kirim Senjata ke Israel
Ilustrasi Pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat C-17 Globemaster.(AFP/POOL/OLIVIER DOULIERY)
17:54
19 Mei 2026

AS Disebut Gunakan Pangkalannya di Jerman untuk Kirim Senjata ke Israel

- Pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Jerman dikabarkan digunakan untuk mengirimkan senjata ke Israel, menurut laporan media Israel pada Senin (18/5/2026).

Pengiriman senjata dan amunisi dalam skala besar dilaporkan telah diangkut ke Israel selama 24 jam terakhir menggunakan puluhan pesawat kargo.

Dikutip dari Anadolu, Selasa (19/5/2026), Channel 13 Israel melaporkan puluhan pesawat kargo yang tiba dari Israel di pangkalan AS di Jerman diisi ulang dengan amunisi sebelum kembali lagi ke Israel.

Baca juga: 10 Kapal Global Sumud Flotilla Lolos dan Berlayar ke Gaza, 41 Ditahan Israel


Laporan tersebut menyatakan tentara Israel bersiap untuk kemungkinan dimulai kembalinya serangan terhadap Iran dan tenggat waktu telah ditetapkan untuk persiapan militer.

Selain itu, ada keyakinan yang berkembang di dalam pemerintahan Israel bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin akan segera memberikan "lampu hijau" untuk serangan baru terhadap Iran.

Sebelumnya pada 30 April, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan dua kapal kargo dan beberapa pesawat yang membawa 6.500 ton amunisi dan kendaraan lapis baja ringan dari AS telah tiba di Israel.

Laporan media pekan ini juga mengklaim bahwa AS dan Israel telah melakukan persiapan intensif untuk kemungkinan serangan terhadap Iran.

Baca juga: Warga Irak Hangus Terbakar Usai Temukan Pangkalan Rahasia Israel, Ditembak Heli

AS dan Israel bersiap dengan kemungkinan perang lanjutan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (tengah), Kepala Staf Tzachi Braverman (kanan), dan Penasihat Keamanan Tzachi Hanegbi (kiri). Pada Selasa (22/10/2025), Netanyahu dilaporkan memecat Hanegbi setelah menjadi sekutu dekat karena berselisih soal Gaza.AFP/POOL/ABIR SULTAN Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (tengah), Kepala Staf Tzachi Braverman (kanan), dan Penasihat Keamanan Tzachi Hanegbi (kiri). Pada Selasa (22/10/2025), Netanyahu dilaporkan memecat Hanegbi setelah menjadi sekutu dekat karena berselisih soal Gaza.

Israel dikabarkan tengah melakukan persiapan keamanan untuk kemungkinan eskalasi dalam perang Iran.

Dilansir Kompas.com, Selasa (19/5/2026), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan rapat kabinet keamanannya untuk membahas kemungkinan pertempuran kembali dengan Iran pada Senin.

Pertemuan itu dilakukan setelah Netanyahu mengadakan diskusi Kabinet serupa sehari sebelumnya, menyusul panggilan telepon dengan Trump untuk mengoordinasikan "langkah selanjutnya" terkait Iran.

Baca juga: Kunjungi China Setelah Trump, Putin Bisa Dapat Info Rahasia dari Xi Jinping

Laporan itu juga mengutip sebuah sumber yang mengetahui diskusi AS yang menyebut serangan baru yang direncanakan akan berbeda dari operasi sebelumnya.

Sementara itu, para pejabat AS mengatakan Trump mempertimbangkan untuk melanjutkan perang karena penolakan Iran terhadap banyak tuntutannya dan enggan memberikan konsesi berarti terkait program nuklirnya.

Trump diperkirakan akan mengumpulkan tim keamanan nasional utamanya di Ruang Situasi pada Selasa (19/5/2026) untuk membahas opsi militer, kata dua pejabat AS.

Baca juga: Tak Puas dengan Tawaran Iran, Trump Disebut Akan Bahas Opsi Militer

Pejabat senior itu mengatakan jika Iran tidak mengubah pendiriannya, Washington akan melanjutkan negosiasi "melalui bom."

"Sudah saatnya Iran memberikan sedikit hal 'manis'. Kita membutuhkan percakapan yang nyata, kuat, dan mendetail (mengenai program nuklir). Jika itu tidak terjadi, kita akan melakukan komunikasi melalui bom, yang akan sangat disayangkan," ujarnya.

Tag:  #disebut #gunakan #pangkalannya #jerman #untuk #kirim #senjata #israel

KOMENTAR