UEA Diam-diam Ajak Arab Saudi dan Qatar Serang Iran, tapi Ditolak
Ilustrasi bendera Uni Emirat Arab (UEA).(WIKIMEDIA COMMONS)
08:02
17 Mei 2026

UEA Diam-diam Ajak Arab Saudi dan Qatar Serang Iran, tapi Ditolak

- Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan sempat mencoba membujuk Arab Saudi dan Qatar untuk melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran. 

Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu setelah mendapat penolakan dari kedua negara tetangganya di Teluk tersebut.

Dikutip laporan Bloomberg, Jumat (15/5/2026), Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan sempat mengadakan serangkaian komunikasi via telepon dengan para pemimpin negara Teluk, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Komunikasi intensif itu dilakukan tidak lama setelah Amerika Serikat dan Israel memulai serangan udara ke Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian direspons Teheran dengan menghujani kawasan Teluk menggunakan ribuan rudal dan drone.

Baca juga: Iran Ternyata Sita Kapal China di Selat Hormuz Saat KTT Trump-Xi, Ada Apa?

UEA-Arab Saudi pilih "jalan" sendiri

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan para pemimpin Teluk lainnya menolak permintaan Mohamed bin Zayed untuk melakukan serangan terkoordinasi terhadap Iran di negara-negara Teluk.

Laporan tersebut menggarisbawahi bagaimana perang melawan Iran telah memperdalam ketegangan antara Arab Saudi dan UEA, alih-alih menyatukan negara-negara Teluk yang bersaing di sekitar musuh bersama.

Meski Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pada akhirnya dilaporkan melancarkan serangan balasan terhadap Iran, mereka melakukannya secara independen.

Baca juga: Trump Longgarkan Sikap, Tak Lagi Tuntut Iran Hentikan Nuklir Permanen

Serangan Arab Saudi digambarkan oleh para analis sebagai serangan yang terukur. Namun, Riyadh dengan cepat beralih mendukung upaya mediasi oleh sekutunya, Pakistan.

Sebaliknya, UEA menargetkan situs-situs energi Iran. Wall Street Journal melaporkan bahwa UEA menyerang Pulau Lavan di Teluk Persia pada awal April, sekitar waktu AS mengumumkan gencatan senjata.

Serangan itu dilaporkan memicu kebakaran besar dan melumpuhkan sebagian besar kapasitas fasilitas tersebut.

Baca juga: Kini UEA-Iran yang Panas, Abu Dhabi Merasa Berhak Melawan

Rasa frustasi UEA

Pekerja asing memandangi asap pekat tinggi yang mengepul dari area industri di Fujairah, Uni Emirat Arab, 3 Maret 2026. Perang Iran meluas ke negara-negara Teluk setelah Teheran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Kedutaan Besar AS di sana.AFP/FADEL SENNA Pekerja asing memandangi asap pekat tinggi yang mengepul dari area industri di Fujairah, Uni Emirat Arab, 3 Maret 2026. Perang Iran meluas ke negara-negara Teluk setelah Teheran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Kedutaan Besar AS di sana.

Ketika Arab Saudi memiliki jalur pipa Timur-Barat untuk mengekspor minyak melalui Laut Merah, UEA lebih rentan terhadap Iran. Perang juga telah merusak statusnya sebagai pusat pariwisata dan keuangan.

Abu Dhabi secara terbuka dan tertutup melobi AS untuk melanjutkan perangnya terhadap Iran dan mengajukan proposal yang gagal di PBB untuk mengizinkan penggunaan kekuatan guna menanggapi kendali baru Iran atas Selat Hormuz.

Penasihat presiden UEA, Anwar Gargash mengkritik keras Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) atas tanggapannya yang "lemah" terhadap serangan Iran. 

Frustrasi UEA terhadap negara-negara tetangganya di Teluk memuncak dengan keluarnya negara itu dari kartel minyak OPEC pada bulan Mei.

Baca juga: Lumba-lumba Kamikaze, Pasukan Laut Iran yang Mampu Serang Kapal

UEA merapat ke Israel

Di tengah ketegangan dengan negara-negara tetangga di Teluk, UEA semakin mempererat hubungannya dengan Israel.

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee mengatakan, Tel Aviv mengirimkan baterai pertahanan udara Iron Dome, beserta tentara untuk mengoperasikannya ke UEA untuk mempertahankan diri dari serangan Iran.

"Israel baru saja mengirimkan baterai Iron Dome dan personel ke UEA untuk membantu mereka mengoperasikannya. Mengapa demikian? Karena ada hubungan luar biasa antara UEA dan Israel yang didasarkan pada Perjanjian Abraham," kata Huckabee dalam sebuah acara di Tel Aviv awal bulan ini.

Namun, UEA tampak berhati-hati dalam mengakui seberapa dalam kedekatannya dengan Israel. 

Kantor Netanyahu mengatakan pekan ini bahwa ia mengunjungi UEA selama perang, tetapi Abu Dhabi membantah kunjungan tersebut.

Tag:  #diam #diam #ajak #arab #saudi #qatar #serang #iran #tapi #ditolak

KOMENTAR