AS-Iran Panas Lagi, Trump Sebut Tak Sabar Hadapi Teheran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara dalam konferensi pers di Brady Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, sesaat setelah insiden penembakan makan malam pada 25 April 2026.(AFP/MANDEL NGAN)
12:36
15 Mei 2026

AS-Iran Panas Lagi, Trump Sebut Tak Sabar Hadapi Teheran

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan lagi bersikap sabar terhadap Iran. 

Trump mendesak Teheran untuk segera mencapai kesepakatan dengan Washington saat kedua negara masih diselimuti ketegangan.

"Saya tidak akan bisa jauh lebih sabar lagi," ujar Trump dalam sebuah wawancara di program "Hannity" Fox News yang disiarkan pada Kamis (14/5/2026) malam waktu setempat. 

"Mereka harus membuat kesepakatan," lanjutnya.

Baca juga: Trump Sebut Perburuan Uranium Iran Hanya demi Citra Politik

Dalam wawancara tersebut, Trump mengeluarkan pernyataan menarik terkait upaya AS untuk mengambil simpanan uranium yang diperkaya milik Iran

Menurutnya, langkah tersebut lebih berkaitan dengan persepsi publik daripada masalah keamanan yang mendesak.

"Saya rasa itu tidak perlu, kecuali dari sudut pandang hubungan masyarakat," kata Trump.

Meskipun demikian, Trump mengaku tetap menginginkan pengalihan materi nuklir tersebut demi ketenangan pribadi.

Baca juga: Xi Jinping Anggap AS Melemah, Trump Lempar Kesalahan ke Biden

"Sebenarnya, saya merasa lebih baik jika saya mendapatkannya. Tapi menurut saya, itu lebih untuk urusan hubungan masyarakat daripada hal lainnya," tambah Trump.

Pernyataan ini muncul di tengah sikap resmi AS yang bersikeras bahwa Iran harus memindahkan stok uranium yang sangat diperkaya ke luar negeri.

Trump juga mendesak Teheran untuk menghentikan pengayaan uranium di dalam negeri, sebagaimana dilansir AFP.

Sebagai salah satu dari sembilan negara yang diakui memiliki senjata nuklir, AS terus menekan Iran untuk tunduk pada tuntutan tersebut.

Baca juga: Xi Jinping Peringatkan Trump: Jangan Rusak Hubungan AS dan China

Respons Teheran

Di sisi lain, Teheran yang merupakan anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir secara konsisten membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir. 

Iran menegaskan hak mereka untuk mengembangkan teknologi nuklir guna tujuan damai, termasuk pengayaan uranium.

Namun, ketegangan meningkat setelah juru bicara parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyatakan pada Selasa lalu bahwa negaranya dapat meningkatkan pengayaan uranium hingga kemurnian 90 persen.

Level uranium yang diperkaya hingga 90 persen tersebut dianggap setara dengan kebutuhan senjata nuklir.

Di satu sisi, kondisi di lapangan saat ini masih sangat cair.

Gencatan senjata yang telah berlangsung selama lebih dari lima minggu antara AS dan Iran tetap rapuh. 

Hingga kini, belum ada tanda-tanda kedua belah pihak mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Baca juga: Geopolitik Indonesia di Tengah Rivalitas Jinping-Trump

Tag:  #iran #panas #lagi #trump #sebut #sabar #hadapi #teheran

KOMENTAR