Trump: Jika Harga Minyak Capai 200 Dollar AS, Perang Iran Tetap Sepadan
- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengaku terkejut harga minyak tidak melonjak lebih tinggi akibat perang Iran.
Ia menegaskan akan tetap perang, bahkan jika harga minyak mencapai 200 dollar AS per barre.
“Saya pikir harga minyak akan mencapai 200 dollar AS, 250 dollar AS,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, dikutip dari The Wall Street Journal, Kamis (7/5/2026).
“Anda terkejut dan saya juga terkejut. Tetapi bahkan jika mencapai 200 dollar AS, (perang) itu tetap sepadan,” sambungnya.
Perang telah mengganggu industri energi, menyebabkan harga naik. Minyak mentah Brent, patokan global, melonjak menjadi lebih dari 100 dollar AS per barrel dari sekitar 75 dollar AS per barrel setelah konflik dimulai.
Baca juga: Ditekan Sekutu Teluk, Trump Hentikan Operasi AS di Selat Hormuz
Singgung negosiasi AS-Iran
Sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa pembicaraan AS-Iran berjalan sangat baik. Bahkan, ia mengkelaim Teheran bersedia tidak memiliki senjata nuklir.
"Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Mereka telah menyetujui hal itu, di antara hal-hal lainnya," ujarnya.
“Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan dan kita akan lihat apakah kita berhasil,” sambungnya.
Iran sendiri berulang kali menyatakan bahwa aktivitas nuklirnya untuk tujuan damai, bukan pembuatan senjata.
Trump juga menyatakan bahwa AS telah memenangkan perang, karena pemimpin Iran telah terbunuh.
Baca juga: Trump Klaim Iran Setuju untuk Tidak Memiliki Senjata Nuklir
Iran pertimbangkan proposal AS
Sementara, Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa mereka tengah mempertimbangkan proposal yang diajukan oleh Washington guna mengakhiri konflik.
Kabar ini mencuat setelah laporan media AS menyebutkan bahwa kedua belah pihak kemungkinan besar hampir mencapai kesepakatan krusial.
Laporan dari Axios pada Rabu (6/5/2026) mengungkapkan keyakinan Gedung Putih bahwa mereka telah mendekati titik temu berupa nota kesepahaman yang terdiri dari 14 poin.
Presiden Donald Trump pun memperkuat optimisme tersebut dengan menyatakan bahwa AS telah menjalin komunikasi yang sangat intensif dengan Iran dalam 24 jam terakhir.
Trump meyakini bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan tersebut kini sangat mungkin terjadi.
Baca juga: Tak Biasa, Iran Dilaporkan Mau Pakai Lumba-lumba Pembawa Ranjau demi Terobos Blokade AS
Isi memo 14 poin
Seorang pria yang membawa bungkusan di pundaknya berjalan melewati papan reklame besar yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei di sebuah jalan di Teheran pada 20 April 2026.
Memorandum yang tengah menjadi sorotan ini digambarkan sebagai memo satu halaman yang akan menjadi dasar bagi negosiasi nuklir lebih mendalam di masa depan.
Di antara 14 poin yang diajukan adalah penghentian pengayaan nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan pemulihan transit bebas melalui Selat Hormuz.
Dikutip dari BBC, Kamis (7/5/2026), laporan tersebut mengutip dua pejabat AS dan dua sumber lain yang digambarkan sebagai pihak yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut.
Baca juga: Trump Melunak, AS-Iran Makin Dekati Akhir Perang
Sumber-sumber ini dilaporkan menyebut banyak ketentuan yang tercantum dalam memo tersebut akan bergantung pada tercapainya kesepakatan akhir.
Kantor berita Reuters menyatakan, dua sumber yang diberi informasi tentang mediasi antara AS dan Iran telah mengkonfirmasi informasi yang awalnya dilaporkan oleh Axios, tetapi proposal tersebut belum diuraikan secara publik.
"Usulan AS masih ditinjau oleh Iran dan setelah selesai, Iran akan memberitahukan pendapatnya kepada pihak Pakistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, kepada kantor berita ISNA.
Tag: #trump #jika #harga #minyak #capai #dollar #perang #iran #tetap #sepadan