Memanas, Iran Tuduh AS Tembaki 2 Kapal Sipil dan Tewaskan 5 Warga di Hormuz
Warga Iran memandangi kapal-kapal di Selat Hormuz, dari Pantai Suru di Bandar Abbas, 24 April 2026.(ISNA/RAZIEH POUDAT via AFP)
14:36
5 Mei 2026

Memanas, Iran Tuduh AS Tembaki 2 Kapal Sipil dan Tewaskan 5 Warga di Hormuz

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran menuduh militer AS menyerang kapal sipil di Selat Hormuz dan menewaskan lima warga.

Sumber militer Iran kepada Kantor berita Tasnim menyebut, serangan tersebut merupakan “tindakan kriminal yang jelas” karena tidak menyasar kapal militer, melainkan dua kapal kargo kecil yang membawa muatan milik warga sipil.

Pernyataan ini sekaligus membantah klaim AS yang sebelumnya menyebut telah menargetkan enam kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Baca juga: Kapal Kargonya Diserang di Selat Hormuz, Korsel Pertimbangkan Gabung Operasi AS

“Setelah klaim keliru dari militer AS bahwa mereka menargetkan enam kapal cepat Iran, dan karena tidak ada satu pun kapal tempur IRGC yang terkena, dilakukan penyelidikan dari sumber lokal,” ujar sumber tersebut, sebagaimana diberitakan Tasnim pada Selasa (5/5/2026).

Hasil penyelidikan, lanjutnya, menunjukkan pasukan AS justru menyerang dua kapal kecil yang mengangkut barang milik warga dan tengah berlayar dari Khasab menuju wilayah pesisir Iran.

Dalam insiden itu, lima penumpang sipil dilaporkan tewas. Iran pun menegaskan bahwa AS harus bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

Sumber militer itu juga menyebut langkah AS sebagai tindakan tergesa-gesa yang didorong oleh ketakutan terhadap operasi kapal cepat IRGC di kawasan tersebut.

Klaim berbeda dari AS

Pernyataan Iran ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa militer AS telah menyerang “kapal cepat” Iran di Selat Hormuz.

Sebagaimana dilansir Reuters, Komando Pusat AS (CENTCOM) juga menyebut operasi tersebut dilakukan dengan menggunakan helikopter untuk menghancurkan kapal-kapal kecil milik Iran.

Operasi itu disebut sebagai bagian dari kebijakan yang dinamakan “Project Freedom”, yang oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dikritik sebagai “Project Deadlock”.

Baca juga: AS Serang 7 Kapal Iran, Project Freedom Trump di Selat Hormuz Dimulai

Iran klaim usir kapal perang AS

Di sisi lain, Iran juga menyatakan kapal perang AS sempat mencoba memasuki Selat Hormuz dengan radar dalam kondisi tidak aktif.

Menurut pihak Iran, setelah radar diaktifkan, keberadaan kapal tersebut terdeteksi oleh sistem pemantauan angkatan laut Iran.

Pasukan laut Iran kemudian merespons dengan mengeluarkan tembakan peringatan, termasuk penggunaan drone tempur, rudal, dan roket.

Iran mengeklaim, langkah tersebut memaksa kapal perusak AS berbalik arah dan meninggalkan kawasan.

Teheran juga mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap upaya lanjutan oleh angkatan laut AS untuk memasuki Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang berlaku.

Ketegangan terbaru ini menambah panjang daftar konflik antara kedua negara di kawasan strategis tersebut, yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Tag:  #memanas #iran #tuduh #tembaki #kapal #sipil #tewaskan #warga #hormuz

KOMENTAR