Iran Sebut AS Terjebak antara Operasi Militer Mustahil dan Kesepakatan Buruk
Perahu berlayar di perairan Selat Hormuz dari arah Khasab di Oman, Semenanjung Musandam, 25 Juni 2025.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
18:12
3 Mei 2026

Iran Sebut AS Terjebak antara Operasi Militer Mustahil dan Kesepakatan Buruk

- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan ruang lingkup pengambilan keputusan Amerika Serikat (AS) telah menyempit.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, pada Minggu (3/5/2026), Washington dihadapkan pada pilihan antara operasi militer yang mustahil dan kesepakatan buruk dengan Teheran.

"Trump harus memilih antara operasi yang mustahil atau kesepakatan buruk dengan Republik Islam Iran," kata organisasi intelijen IRGC dilansir AFP, Minggu.

Baca juga: Belajar dari Perang Iran, Israel Beli Pesawat Tempur Baru dari AS


“Ruang lingkup pengambilan keputusan AS telah menyempit,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut menyebutkan apa yang digambarkannya sebagai “perubahan nada” dari Tiongkok, Rusia, dan Eropa terhadap Washington.

Serta apa yang disebutnya sebagai “batas waktu” yang ditetapkan Iran terkait blokade angkatan laut AS. Namun, laporan itu tidak menyebutkan tenggat waktu spesifiknya.

Baca juga: Pentagon Klaim Iran Rugi Rp 83 T akibat Blokade AS di Teluk

Iran tetapkan tenggat waktu satu bulan

Sebelumnya, Teheran telah menyerahkan proposal revisi 14 poin untuk kerangka perjanjian kepada Washington pada Kamis (30/4/2026).

Dua sumber yang mengetahui isi dokumen tersebut mengatakan proposal itu menetapkan tenggat waktu satu bulan untuk mengamankan kesepakatan, menurut laporan Axios.

Itu mencakup membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade angkatan laut AS, serta mengakhiri perang di Iran dan Lebanon secara permanen.

Menurut usulan Iran, hanya jika kesepakatan tersebut tercapai, negosiasi lanjutan selama satu bulan dapat diberikan untuk mencoba mencapai kesepakatan tentang program nuklir, kata kedua sumber tersebut.

Baca juga: Trump Ancam Luncurkan Serangan Baru jika Iran Lakukan Hal Buruk

Trump belum puas dengan proposal Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai konflik Timur Tengah di Cross Hall, Gedung Putih, Washington DC, 1 April 2026.AFP/POOL/ALEX BRANDON Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai konflik Timur Tengah di Cross Hall, Gedung Putih, Washington DC, 1 April 2026.

Sementara itu, meskipun sempat menyebut tidak puas dengan proposal Iran, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pada Sabtu (2/5/2026) bahwa dia akan meninjaunya.

"Saya sedang mempelajarinya. Nanti saya beri tahu," ujar Trump sebelum meninggalkan Palm Beach menuju Miami

"Mereka sudah memberi tahu saya tentang konsep kesepakatannya. Sekarang mereka akan memberikan kata-kata pastinya," lanjut dia.

Baca juga: Kirim Surat, Trump Jelaskan Alasan Tak Libatkan Kongres dalam Perang Iran

Beberapa saat kemudian, Trump melontarkan pernyataan yang jauh lebih tajam di Truth Social, "tidak dapat membayangkan hal (proposal) itu dapat diterima."

Dia bersikeras bahwa Iran belum membayar harga yang cukup mahal atas apa yang telah mereka lakukan terhadap umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir.

Tag:  #iran #sebut #terjebak #antara #operasi #militer #mustahil #kesepakatan #buruk

KOMENTAR