Rusia Tanggapi Keluarnya UEA dari OPEC, Berpotensi Turunkan Harga Minyak Global
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) saat mendengarkan perkataan Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov di pertemuan Dewan Ekonomi Eurasia di St Petersburg, Rusia, Kamis (6/12/2018).(AFP/OLGA MALTSEVA via AP PHOTO)
19:48
29 April 2026

Rusia Tanggapi Keluarnya UEA dari OPEC, Berpotensi Turunkan Harga Minyak Global

- Rusia memberi respons terhadap keputusan Uni Emirat Arab (UEA) yang keluar dari OPEC atau Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan keputusan tersebut berarti negara-negara penghasil minyak akan meningkatkan produksi, sehingga menurunkan harga minyak global di masa mendatang.

Rusia adalah anggota kelompok negara OPEC+ dan telah mengoordinasikan kebijakannya dengan anggota OPEC.

Baca juga: Israel Kirim Iron Dome ke UEA, Sinyal Aliansi Baru di Timur Tengah?


Moskwa dipandang sebagai penerima manfaat utama dari lonjakan harga minyak global akibat perang di Timur Tengah.

"Hari ini kita mendengar bahwa salah satu negara, Uni Emirat Arab, meninggalkan OPEC,” kata Siluanov pada Rabu (29/4/2026), dilansir Reuters.

“Apa artinya ini? Artinya negara tersebut dapat memproduksi minyak sebanyak yang memungkinkan kapasitas produksinya dan melepaskannya ke pasar," lanjut dia.

Baca juga: Asia Diuntungkan Usai UEA Keluar dari OPEC, Kok Bisa?

Harga minyak global berpotensi turun

Ilustrasi kapal tanker.Freepik Ilustrasi kapal tanker.

Siluanov mengatakan bahwa keluarnya UEA dapat potensi menurunkan harga minyak dunia ke depannya dalam kondisi tertentu.

"Jika negara-negara OPEC menjalankan kebijakan mereka secara tidak terkoordinasi (setelah keluarnya UEA) dan memproduksi minyak sebanyak kapasitas produksi mereka dan sebanyak yang mereka inginkan, harga akan turun sesuai dengan itu," ujarnya.

Dia menekankan bahwa untuk saat ini harga minyak didukung oleh blokade Selat Hormuz, dan prediksinya mengenai kelebihan pasokan mengacu pada situasi ketika jalur tersebut dibuka kembali di masa mendatang.

Baca juga: UEA Hengkang dari OPEC di Tengah Perang AS-Iran, Arab Saudi Hadapi Beban Lebih Besar

Komentar Siluanov menandai reaksi pertama Rusia terhadap keputusan keluarnya UEA secara mengejutkan. Kremlin dikenal memiliki hubungan yang kuat dengan UEA dan pemimpin OPEC, Arab Saudi.

Rusia berencana untuk tetap berada di OPEC+ meskipun UEA keluar, dan berharap aliansi produsen minyak tersebut akan terus beroperasi di tengah gejolak di pasar energi global.

Sebelumnya, UEA mengumumkan akan keluar dari OPEC dan OPEC+ pada 1 Mei 2026, di di tengah kondisi krisis bagi pasar energi global karena perang di Iran.

Keputusan ini sejalan dengan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta pengembangan sektor energinya, termasuk percepatan investasi dalam produksi energi domestik.

Tag:  #rusia #tanggapi #keluarnya #dari #opec #berpotensi #turunkan #harga #minyak #global

KOMENTAR