Jaga-jaga Perang Lagi, Iran Klaim Percepat Perbaikan Peluncur Rudal
Rudal Saeqeh Iran diluncurkan dalam latihan perang pada 25 April 2010 di Iran selatan, dekat Selat Hormuz, jalur perairan sempit yang strategis dan dilalui 40 persen pasokan minyak dunia melalui laut.(FARS/MEHDI MARIZAD via AFP)
08:24
21 April 2026

Jaga-jaga Perang Lagi, Iran Klaim Percepat Perbaikan Peluncur Rudal

Iran mengeklaim tengah memulihkan dan memperbarui peluncur rudal serta drone dengan kecepatan lebih tinggi dibanding sebelum perang melawan Amerika Serikat dan Israel.

Klaim tersebut muncul saat kedua kubu masih bersiap menghadapi kemungkinan pecahnya kembali perang setelah gencatan senjata dua pekan disepakati pada Selasa (7/4/2026) malam waktu AS.

Dilansir Reuters, Minggu (19/4/2026), Komandan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Iran, Majid Mousavi, mengatakan bahwa negaranya kini mampu meningkatkan dan mengganti peluncur rudal serta drone lebih cepat dari sebelumnya.

Baca juga: Trump Ancam Serang Iran Habis-habisan Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata

Pernyataan itu disampaikan melalui video yang dibagikan media pemerintah, memperlihatkan dirinya meninjau fasilitas rudal bawah tanah.

Namun, keaslian video tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters.

Adapaun ketegangan ini terjadi setelah operasi militer gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari, yang disebut bertujuan melumpuhkan kekuatan serangan rudal Teheran. Meski demikian, Mousavi menegaskan bahwa kemampuan Iran tetap terjaga.

Sindiran Iran ke pihak lawan

Dalam pernyataannya, Mousavi juga menyampaikan klaim kemenangan terhadap pihak lawan. Ia mengatakan, “Mereka telah kalah dalam fase perang ini! Mereka telah kehilangan Selat, Lebanon, dan kawasan.”

Ia juga menambahkan bahwa kondisi lawan berbeda dengan Iran dalam hal logistik militer.

“Berbeda dengan Iran, musuh tidak mampu mengisi ulang amunisinya selama gencatan senjata,” ujarnya.

Hingga kini, baik Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap klaim tersebut.

Intelijen AS beri gambaran berbeda

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Jenderal Mohammad Baqeri dan Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Iran, Amir Ali Hajizadeh menunjukkan pangkalan militer yang dikenal sebagai kota rudal Iran.IRNA Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Jenderal Mohammad Baqeri dan Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Iran, Amir Ali Hajizadeh menunjukkan pangkalan militer yang dikenal sebagai kota rudal Iran.

Sejumlah laporan intelijen Amerika Serikat menunjukkan gambaran yang tidak sepenuhnya sejalan dengan klaim Iran. Penilaian intelijen menyebutkan Iran kemungkinan masih memiliki sekitar 60 persen peluncur rudalnya.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, sebelumnya menyatakan bahwa kampanye pengeboman oleh AS dan Israel telah “secara fungsional menghancurkan” program rudal Iran dan membuat militernya “tidak efektif dalam pertempuran selama bertahun-tahun.”

Baca juga: AS dan Iran Siap Perang Lagi, Negosiasi Damai Mandek

Namun, pejabat AS lainnya menyebut Iran masih memiliki kemampuan untuk menggali kembali atau memperbaiki peluncur yang rusak atau terkubur akibat serangan tersebut.

Laporan media Israel soal kekuatan Iran

Di sisi lain, laporan media Israel menyebut bahwa pihak keamanan negara itu telah mengidentifikasi peluncur rudal yang diarahkan ke wilayahnya, siap digunakan jika gencatan senjata gagal tercapai, khususnya antara Israel dan Lebanon.

Situasi ini disebut menjadi salah satu alasan meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump agar Israel mencapai kesepakatan dengan Lebanon.

Trump bahkan menyatakan bahwa Israel dilarang “membombardir Lebanon lagi,” sebuah pernyataan yang mengejutkan pemerintah Israel.

Sumber keamanan juga menyebut bahwa AS dan Israel tengah mempersiapkan kemungkinan konflik lanjutan dengan Iran, terutama di tengah ketegangan terkait Selat Hormuz yang mengancam proses negosiasi damai.

Baca juga: Terungkap, Trump Sengaja Tampil Ofensif dan Tak Terduga demi Tekan Iran

Tag:  #jaga #jaga #perang #lagi #iran #klaim #percepat #perbaikan #peluncur #rudal

KOMENTAR