Blokade Hormuz Dimulai, Trump Ancam Tenggelamkan Kapal yang Halangi Operasi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa kapal serang Iran yang mendekati blokade laut AS di Selat Hormuz akan ditenggelamkan.
Pernyataan itu disampaikan di tengah gencatan senjata yang gagal mencapai kesepakatan antara AS dan Iran di Pakistan pekan lalu.
Militer AS memastikan blokade berlaku untuk semua kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran.
Baca juga: Paus Leo Tak Mau Ladeni Trump, Akan Terus Serukan Perdamaian
Trump ancam blokade Selat Hormuz
Sebagaimana dilansir AFP, Senin (13/4/2026), Trump menyebut sebagian besar angkatan laut Iran telah hancur selama perang, namun memperingatkan sisa kapal cepat Iran akan “segera dimusnahkan” jika mendekati blokade.
Ia juga mengeklaim 34 kapal melintasi selat pada Minggu, jumlah tertinggi sejak perang dimulai, meski belum dapat diverifikasi.
Blokade yang diberlakukan sejak Senin itu mencakup seluruh kapal dari berbagai negara yang hendak masuk atau keluar pelabuhan Iran, termasuk di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Langkah ini diumumkan sehari setelah delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance kembali dari perundingan dengan Iran di Pakistan tanpa kesepakatan mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari melalui serangan AS dan Israel ke Teheran.
“Saya benar-benar berpikir bola sekarang ada di pihak Iran, karena kami sudah menawarkan banyak hal. Kami juga sudah sangat jelas mengenai garis merah kami,” kata Vance kepada Fox News.
Ia menegaskan, Washington ingin mengendalikan uranium yang diperkaya Iran serta memastikan adanya mekanisme verifikasi agar Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir di masa depan.
Gencatan senjata dan upaya diplomasi
Pekan lalu, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata dua pekan untuk memberi ruang negosiasi. Namun, mediator seperti Pakistan dan Qatar terus mendesak agar kesepakatan itu dihormati.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan, “Gencatan senjata masih bertahan dan saat saya berbicara, upaya penuh sedang dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang tersisa.”
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyalahkan AS atas kebuntuan negosiasi.
“Sayangnya, kami menyaksikan tuntutan berlebihan yang terus berlanjut dari pihak Amerika dalam perundingan, yang menyebabkan kegagalan mencapai hasil,” ujarnya.
Baca juga: Trump Dinilai Halu, Demokrat Minta Tes Demensia ke Gedung Putih
Tekanan internasional soal navigasi
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mendesak kedua pihak menjamin kebebasan navigasi dan tidak menggunakan jalur laut sebagai alat tekanan.
China juga mengkritik blokade tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun menekankan pentingnya stabilitas Selat Hormuz bagi perdagangan global, dengan menyatakan bahwa “menjaga keamanan, stabilitas, dan kelancaran arusnya adalah kepentingan bersama komunitas internasional.”
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut menyoroti dampak kemanusiaan. Melalui juru bicaranya, ia mengatakan sekitar 20.000 pelaut kini terjebak di kapal dan menghadapi kesulitan yang semakin berat setiap hari.
Iran bereaksi keras
Militer Iran menyebut blokade AS sebagai tindakan “pembajakan” dan memperingatkan bahwa jika keamanan pelabuhan mereka terancam, maka tidak ada pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Arab yang akan aman.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran “tidak akan tunduk pada ancaman apa pun.” Sementara kepala angkatan laut Iran Shahram Irani menyebut blokade Trump sebagai “konyol.”
Upaya multinasional
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa Perancis dan Inggris akan menggelar konferensi untuk membentuk “misi multinasional damai” guna mengamankan Selat Hormuz. Ia menegaskan misi tersebut bersifat defensif dan baru akan berjalan jika situasi memungkinkan.
Di tengah kebuntuan, Rusia menawarkan solusi dengan menyimpan uranium yang diperkaya Iran sebagai bagian dari kesepakatan. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, “Tawaran itu masih berlaku, tetapi belum ditindaklanjuti.”
Baca juga: Iran Siapkan “Pusaran Mematikan” di Selat Hormuz Usai Ancaman Blokade Trump
Tag: #blokade #hormuz #dimulai #trump #ancam #tenggelamkan #kapal #yang #halangi #operasi