Islamabad Lockdown, Ini 5 Hal tentang Negosiasi AS-Iran di Pakistan
Aparat keamanan berjaga di dekat lokasi yang diyakini tempat negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di Zona Merah Islamabad, Jumat (10/4/2026). Perundingan ini digelar untuk membahas kelanjutan gencatan senjata dua minggu yang bakal berakhir pada 22 April.(AFP/AAMIR QURESHI)
17:36
10 April 2026

Islamabad Lockdown, Ini 5 Hal tentang Negosiasi AS-Iran di Pakistan

- Ibu kota Pakistan, Islamabad, lockdown selama negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran berlangsung mulai Jumat (10/4/2026).

Perundingan ini digelar dalam upaya mengubah gencatan senjata sementara menjadi solusi permanen atas perang yang mengguncang pasar energi global.

Dikutip dari AFP, berikut adalah lima hal penting terkait negosiasi AS-Iran di Pakistan.

Baca juga: Pembicaraan AS-Iran Tak Jelas, Belum Ada Delegasi Hadir di Pakistan

1. Latar belakang

Perang Iran bermula pada 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel menyerang Teheran, merenggut nyawan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, serta menghantam infrastruktur militer dan nuklir Iran. Total korban jiwa lebih dari 2.000 orang dalam lima pekan.

Sebagai balasan, Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Penutupan ini memicu lonjakan harga energi dan gangguan perdagangan global.

Pada 8 April, kedua pihak menyepakati gencatan senjata dua minggu melalui mediasi Pakistan.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan, pembicaraan dapat berlangsung hingga 15 hari. Gencatan senjata akan berakhir pada 22 April.

2. Peran tak terduga Pakistan

Warga Pakistan berjalan melewati perbatasan Taftan usai kembali dari Iran menuju Provinsi Balochistan, di tengah serangan Amerika Serikat-Israel pada 9 Maret 2026.AFP/BANARAS KHAN Warga Pakistan berjalan melewati perbatasan Taftan usai kembali dari Iran menuju Provinsi Balochistan, di tengah serangan Amerika Serikat-Israel pada 9 Maret 2026.Pakistan tampil sebagai mediator utama dalam konflik ini. Peran tersebut dinilai tak biasa mengingat citra internasionalnya yang kerap dikaitkan dengan isu keamanan dan ekonomi.

Negara ini memiliki keunggulan diplomatik yang luas. Iran merupakan negara pertama yang mengakui Pakistan setelah kemerdekaannya pada 1947.

Kedua negara juga berbagi perbatasan sepanjang 900 kilometer serta hubungan historis, budaya, dan keagamaan yang erat.

Selain itu, Pakistan memiliki lebih dari 20 juta Muslim Syiah, populasi terbesar kedua di dunia setelah Iran.

Di sisi lain, Islamabad juga memiliki hubungan kuat dengan AS, Arab Saudi, dan China.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar bahkan sempat mengunjungi Beijing pada akhir Maret. China disebut turut mendukung upaya mediasi tersebut.

“Pada malam gencatan senjata, harapan mulai pudar, tetapi China turun tangan dan meyakinkan Iran untuk menyetujui gencatan senjata sementara,” kata seorang pejabat senior Pakistan kepada AFP.

“Meskipun upaya kami sangat penting, kami gagal mencapai terobosan, yang akhirnya tercapai setelah Beijing membujuk Iran.”

Baca juga: Bagaimana Pakistan Dipercaya AS–Iran dan Berujung Gencatan Senjata?

3. Isu utama dalam negosiasi

Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan.Chat GPT Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan.Perbedaan permintaan antara AS dan Iran masih cukup tajam.

Amerika mengajukan proposal 15 poin yang mencakup pembatasan uranium Iran, program rudal balistik, pencabutan sanksi, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran menawarkan rencana 10 poin yang menuntut kendali atas Selat Hormuz, penerapan pungutan bagi kapal yang melintas, penghentian operasi militer di kawasan, serta pencabutan seluruh sanksi.

Situasi di Lebanon juga menjadi isu krusial. Israel tetap melanjutkan serangan terhadap Hizbullah meski gencatan senjata berlangsung.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak klaim bahwa Lebanon termasuk dalam cakupan gencatan senjata, berbeda dengan pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kemungkinan adanya kesalahpahaman dari pihak Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pun memperingatkan melalui platform X, serangan Israel membuat negosiasi menjadi tidak berarti.

“Tangan kami tetap di pelatuk. Iran tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudari Lebanon kami,” tulisnya.

Baca juga: Iran Ungkap 10 Syarat Gencatan Senjata dengan AS-Israel, Ini Daftarnya

4. Para negosiator utama

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance saat berbicara kepada awak media sebelum beranjak menaiki pesawat Air Force Two untuk kembali ke Washington DC dari Budapest, Hongaria, setelah diumumkan sebagai pemimpin delegasi negosiasi dengan Iran, 8 April 2026.AFP/POOL/JONATHAN ERNST Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance saat berbicara kepada awak media sebelum beranjak menaiki pesawat Air Force Two untuk kembali ke Washington DC dari Budapest, Hongaria, setelah diumumkan sebagai pemimpin delegasi negosiasi dengan Iran, 8 April 2026.Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Ini menjadi keterlibatan tingkat tinggi pertama AS dengan Iran sejak perundingan nuklir 2015 yang dipimpin John Kerry.

Di pihak Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi diperkirakan memimpin delegasi.

Ghalibaf merupakan mantan komandan Garda Revolusi Iran (IRGC), tetapi belum diketahui apakah perwakilan aktif IRGC akan terlibat langsung dalam pembicaraan.

5. Islamabad lockdown

Pembicaraan berlangsung di Islamabad dengan tingkat kerahasiaan tinggi. Pemerintah Pakistan tidak mengungkap lokasi resmi pertemuan.

PM Sharif menyebut pembicaraan berlangsung Jumat, sedangkan Gedung Putih menyatakan putaran pertama dimulai Sabtu (11/4/2026).

Hotel Serena, yang berada di kawasan Zona Merah dekat Kementerian Luar Negeri, meminta tamu untuk meninggalkan hotel sejak Rabu (8/4/2026). Pemerintah juga menetapkan libur umum pada Kamis (9/4/2026) dan Jumat.

Pembicaraan dilakukan secara tidak langsung. Delegasi kedua negara ditempatkan di ruangan terpisah.

Pejabat Pakistan bertindak sebagai perantara, meniru format negosiasi sebelumnya yang dimediasi Oman.

Di luar lokasi, pengamanan diperketat. Jalan-jalan dipenuhi personel bersenjata, pengalihan lalu lintas, serta pos pemeriksaan polisi.

Ibu kota Pakistan yang biasanya tenang menjadi semakin sepi selama berlangsungnya negosiasi AS-Iran.

Baca juga: Mengapa Mediasi Pakistan Bisa Diterima AS dan Iran?

Tag:  #islamabad #lockdown #tentang #negosiasi #iran #pakistan

KOMENTAR