BI Rate Naik, Rupiah Menguat ke Rp 17.936 Seiring Dana Asing Masuk
Ilustrasi kurs dollar AS (USD) terhadap rupiah (IDR) hari ini. (KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA)
09:32
12 Juni 2026

BI Rate Naik, Rupiah Menguat ke Rp 17.936 Seiring Dana Asing Masuk

- Bank Indonesia (BI) menyatakan aliran modal asing kembali masuk ke pasar keuangan domestik setelah suku bunga acuan (BI rate) naik menjadi 5,50 persen pada 9 Juni lalu.

Masuknya dana asing tersebut mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hingga kembali berada di bawah level Rp 18.000 per dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, investor asing menyambut baik bauran kebijakan yang ditempuh bank sentral.

Kebijakan yang dimaksud termasuk kenaikan BI rate dan penguatan imbal hasil instrumen keuangan domestik seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

"Investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Ekonom Unand Sebut Kenaikan BI Rate Bisa Tekan Dolar, Asal Kepercayaan Pasar Pulih

Ramdan mengungkapkan, respons positif investor asing tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI setelah pelaksanaan lelang SRBI pada 10 Juni 2026.

Selain itu, arus masuk modal asing juga mulai kembali terlihat di pasar SBN, khususnya pada surat utang pemerintah dengan tenor pendek dan menengah.

Hal ini kata dia turut mendorong penguatan rupiah selama beberapa hari terakhir. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah saat ini di level Rp 17.936 per dollar AS, menguat 52,5 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

"Sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp 18.000 per dollar AS," ucapnya.

Ke depan, BI menegaskan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik untuk menjaga momentum masuknya modal asing ke Indonesia.

Selain itu, BI juga akan terus mengoptimalkan berbagai langkah stabilisasi nilai tukar rupiah, baik melalui intervensi di pasar offshore maupun domestik.

"Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi NDF di pasar offshore serta transaksi spot dan DNDF di pasar domestik secara konsisten dan terukur," tuturnya.

Sebagai informasi, BI menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada 9 Juni lalu. Keputusan ini mengejutkan berbagai pihak karena dilakukan di luar RDG Bulanan BI.

Dengan demikian, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50 persen dan suku bunga lending facility juga naik 25 basis poin menjadi 6,25 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan BI rate dilakukan demi stabilisasi nilai tukar rupiah yang tengah melemah akibat tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

"RDG Mingguan Bank Indonesia pada hari ini, tanggal 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

Tag:  #rate #naik #rupiah #menguat #17936 #seiring #dana #asing #masuk

KOMENTAR