Kecewa soal Perang Iran, Trump Pertimbangkan Keluarkan AS dari NATO
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.(AFP/NATHAN HOWARD)
19:54
9 April 2026

Kecewa soal Perang Iran, Trump Pertimbangkan Keluarkan AS dari NATO

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membawa agenda kemungkinan keluar dari NATO dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, Rabu (8/4/2026).

Langkah ini diambil Trump sebagai bentuk kekecewaan setelah aliansi tersebut menolak untuk terlibat dalam perang melawan Iran. 

Isu penarikan diri ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan tertutup tersebut, sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Trump Mau Hukum NATO Imbas Tak Dibantu Saat Perang Iran

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa wacana hengkangnya AS dari NATO merupakan poin serius yang dibicarakan Trump.

"Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan oleh presiden, dan saya pikir itu adalah sesuatu yang akan dibahas presiden dalam beberapa jam ke depan bersama Sekretaris Jenderal Rutte," ujar Leavitt kepada wartawan.

Leavitt menambahkan, rasa frustrasi Trump berakar pada kurangnya kontribusi negara-negara anggota NATO dalam konflik baru-baru ini.

"Sangat menyedihkan bahwa NATO memunggungi rakyat Amerika selama enam minggu terakhir (durasi perang Oran sampai gencatan senjata disepakati), padahal rakyat Amerikalah yang selama ini mendanai pertahanan mereka," lanjutnya.

Baca juga: Usai Dimaki Habis-habisan, NATO Akan Temui Trump

Trump sendiri sebelumnya telah melabeli NATO sebagai "macan kertas". 

Dia mengecam aliansi tersebut karena menolak memimpin upaya pembukaan Selat Hormuz yang strategis dan membatasi pasukan AS dalam menggunakan pangkalan-pangkalan militer di wilayah Eropa.

Kekesalan Trump juga menyasar para pemimpin negara sekutu secara personal. 

Dia mengejek Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan menyebut kapal induk Inggris sebagai mainan.

Baca juga: Bisakah Trump Keluarkan AS dari NATO?

Opsi pemindahan pasukan

Selain opsi keluar dari NATO, Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan langkah alternatif untuk menghukum anggota yang dianggap tidak kooperatif.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, pemerintahan Trump berencana memindahkan pasukan AS keluar dari negara-negara yang dinilai tidak membantu selama perang Iran. 

Pasukan tersebut rencananya akan ditempatkan di negara-negara yang dianggap lebih mendukung langkah militer AS.

Di sisi lain, Mark Rutte yang dikenal dengan julukan "pembisik Trump" karena kepiawaiannya melunakkan hati Trump, berupaya menjaga komunikasi tetap terbuka. 

Baca juga: Kenapa Donald Trump Ancam Keluar dari NATO? Ini 4 Poin Kekecewaannya

Usai pertemuan tersebut, Rutte memberikan keterangan singkat mengenai suasana diskusi mereka.

"Itu adalah diskusi yang sangat jujur, diskusi yang sangat terbuka," kata Rutte dalam wawancara di CNN.

Sebelum bertemu Trump, Rutte juga melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi AS lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. 

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott, pertemuan tersebut membahas koordinasi terkait operasi militer di Iran dan upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

"Kedua pemimpin membahas upaya yang dipimpin AS untuk membawa akhir yang dinegosiasikan bagi perang Rusia-Ukraina, serta peningkatan koordinasi dan pembagian beban dengan Sekutu NATO," jelas Pigott.

Baca juga: Sebut NATO sebagai Macan Kertas, Trump Pertimbangkan Tarik Keanggotaan AS

Tag:  #kecewa #soal #perang #iran #trump #pertimbangkan #keluarkan #dari #nato

KOMENTAR