UEA Merasa Ikut Menang Perang Usai AS-Iran Gencatan Senjata, Klaim Kuat meski Diserang
Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan diri sebagai pihak yang “berjaya” dalam konflik kawasan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Klaim ini disampaikan setelah tercapainya gencatan senjata sementara antara Washington dan Teheran pada Selasa (7/4/2026).
Meski sempat menjadi sasaran serangan, UEA menilai mampu bertahan dan menjaga kedaulatan negara.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Turun Tangan, Jadi Kunci Gencatan Senjata AS-Iran
Klaim “Berjaya” di tengah serangan Iran
Asap membubung dari Pelabuhan Zayed setelah serangan Iran di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 1 Maret 2026. Perang Iran berkecamuk setelah serangan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran, memicu respons Iran menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Penasihat diplomatik Presiden UEA, Anwar Gargash, menegaskan bahwa negaranya berhasil melewati konflik yang sejak awal ingin dihindari.
“Kami berjaya melalui pertahanan nasional epik yang melindungi kedaulatan dan martabat serta menjaga pencapaian kami di tengah agresi yang penuh pengkhianatan,” katanya, seperti dikutip BBC.
Menurut Gargash, UEA menghadapi serangan berulang dari Iran terhadap fasilitas penting dan infrastruktur sipil.
Kementerian Pertahanan UEA mencatat sejak perang dimulai, negara itu diserang oleh 2.221 drone, 520 rudal balistik, dan 26 rudal jelajah. Setidaknya 10 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.
Gargash juga menekankan bahwa keberhasilan ini diraih melalui kesiapan, ketahanan, dan kebijakan yang terukur dalam menghadapi krisis geopolitik.
Ia menyebut, “UEA berjaya dalam perang yang dengan tulus kami hindari.”
Dampak gencatan senjata
Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dicapai hanya satu jam sebelum tenggat yang ditetapkan Presiden Donald Trump untuk potensi eskalasi militer lebih lanjut. Setelahnya, kedua pihak sama-sama mengeklaim kemenangan atas kesepakatan tersebut.
Iran menyatakan akan menghentikan serangan jika tidak lagi diserang, serta membuka peluang jalur aman di Selat Hormuz selama dua minggu dengan koordinasi militer mereka.
Trump juga mengungkapkan optimisme terhadap kesepakatan jangka panjang. Ia mengatakan, “Kami memiliki transaksi 15 poin, di mana sebagian besar sudah disepakati. Kita lihat saja nanti apakah itu akan terwujud.”
Baca juga: Netanyahu Kena Amuk Usai AS-Iran Gencatan Senjata, Perang Diklaim Gagal Total
UEA ingin perkuat peran di Timur Tengah
Ke depan, UEA menegaskan akan mengambil peran lebih besar dalam membentuk arah kawasan.
Gargash menyatakan, “Hari ini, kami melangkah maju untuk mengelola lanskap regional yang kompleks dengan pengaruh yang lebih besar, wawasan yang lebih tajam, dan kapasitas yang lebih solid untuk memengaruhi serta membentuk masa depan.”
Ia juga menilai bahwa ketahanan dan konsistensi UEA selama konflik memperkuat model pembangunan negara tersebut, yang tetap mampu menjaga kemajuan di tengah tantangan regional.
Sementara itu, Oman turut menyambut gencatan senjata tersebut dan menekankan pentingnya upaya lanjutan untuk mencapai perdamaian permanen. Kementerian luar negeri Oman juga mengapresiasi peran Pakistan dalam mendorong tercapainya kesepakatan awal tersebut.
Baca juga: Trump Ngamuk CNN Beritakan Klaim Iran Menang Perang, Desak Permintaan Maaf
Tag: #merasa #ikut #menang #perang #usai #iran #gencatan #senjata #klaim #kuat #meski #diserang