Pertamina dan ERIA Jalin Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
- Pertamina dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) resmi menjalin kolaborasi strategis.
Kerja sama keduanya dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) "Research Collaboration and Joint Study on the Development of Sustainable Energy Transition Pathways".
Penandatangan MoU ini menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian acara The Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026) sampai Jumat (22/5/2026).
Penandatanganan itu dilakukan Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Emma Sri Martini dan Chief Operating Officer (COO) ERIA Takayuki Yamanaka.
Emma menyampaikan, Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mendukung kemandirian energi nasional dan juga mendukung transisi energi.
Untuk itu, Pertamina terus mengembangkan kapabilitas dan kemampuannya dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga-lembaga pemikir (think tank).
Baca juga: Pertamina Bantah Isu Kendaraan Tertentu Dilarang Pakai Pertalite Mulai 1 Juni 2026
"Kemandirian energi dan transisi energi merupakan dua strategi yang dijalankan Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini memperkuat satu dengan yang lain. Ini juga merupakan implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (23/5/2026).
Emma menambahkan, Pertamina saat ini menjalankan dua pilar utama strategi bisnis, yakni mengoptimalkan bisnis existing berbasis energi fosil serta mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon.
Dua pilar kerja sama
MoU tersebut mencakup dua pilar utama kerja sama, yakni analisis kebijakan dan ekonomi di sektor energi serta pengembangan kapasitas (capacity building) dan pertukaran pengetahuan (knowledge exchange).
Implementasi MoU itu akan dilaksanakan Pertamina Energy Institute (PEI) sebagai lembaga pemikir (think tank) strategis di Pertamina.
Emma mengatakan, melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset dan analisis ekonomi energi yang komprehensif.
Baca juga: Pertamina Dorong Kontribusi Perempuan di Industri Energi
“Kami juga mendapatkan penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan," ujarnya.
Emma berharap, kolaborasi tersebut mampu memperkuat posisi strategis Pertamina di kawasan regional di tengah dinamika transisi energi global yang terus berkembang.
"Dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemikir level internasional, akan meningkatkan kapasitas para pihak," tuturnya.
Pada sesi sama, Pertamina Grup juga melakukan penandatanganan beberapa kerja sama, di antaranya JSA CCS Amonia antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pupuk Indonesia.
Kemudian, kerja sama HoA CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon serta MOU CCS di Wilayah Kerja Pertamina antara PT Pertamina (Persero), PHE dan ERIA.
Untuk diketahui, ERIA merupakan lembaga think tank internasional yang didirikan pada 2007 dengan fokus kajian pada dimensi ekonomi dan kebijakan di kawasan ASEAN dan Asia Timur.
Baca juga: Pertamina Dorong Kontribusi Perempuan di Industri Energi
Lembaga tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI) serta diakui secara luas atas keunggulannya dalam analisis kebijakan energi di tingkat regional.
Tag: #pertamina #eria #jalin #kemitraan #strategis #bidang #transisi #energi