Dari Kebumen, Prabowo Singgung Potensi Devisa Besar dari Tambak Budi Daya Udang
Kunjungan Prabowo ke BUBK Kebumen pada Sabtu (23/5/2026)(KOMPAS.COM/BAYU APRILIANO )
14:58
23 Mei 2026

Dari Kebumen, Prabowo Singgung Potensi Devisa Besar dari Tambak Budi Daya Udang

- Presiden Prabowo Subianto menyoroti potensi devisa negara dari hasil tambak budi daya usai melaksanakan panen raya udang di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Prabowo juga akan membangun proyek tambak serupa di berbagai daerah lain.

“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein dan untuk rakyat kita dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,” kata Prabowo, dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu.

Dari peninjauannya, Prabowo mendapat laporan bahwa hasil panen udang saat ini sudah masuk kategori tingkat tertinggi atau tingkat dunia.

Baca juga: AHY Sentil Ego Sektoral Kementerian Era Prabowo: Merasa Paling Penting, Rebutan Anggaran

Dari potensi yang ada ini, Indonesia juga memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang nomor satu di dunia.

“Jadi, sangat menjanjikan. Tadi, saya diberi laporan satu hektar bisa menghasilkan empat puluh ton. Luar biasa empat puluh ton ya, dan harganya sangat bagus. Harganya Rp 70.000 per kilo. Berarti per ton Rp 70 juta,” ujar Prabowo.

Dari tambak udang ini, kata Prabowo, juga mampu menyerap setidaknya 650 warga setempat.

“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap. Berapa orang yang kerja sekarang, 650. Orang setempat 650 orang bekerja,” tutur dia.

Kepala Negara mengungkap pemerintah juga sedang membangun proyek serupa di berbagai daerah.

Beberapa daerah tersebut termasuk di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

“Kalau di sini, 65 hektar. Di Waingapu 2.000 hektar,” ujar dia.

Baca juga: Prabowo: Dunia Banyak Pertikaian, Indonesia Harus Bangun Pertahanan

Selain itu, pemerintah juga akan bangun tambak di Gorontalo dan Jawa Barat,

“Dan kita juga akan bangun, sedang dibangun di Gorontalo 200 hektar dan kita sedang bangun di Jawa Barat di Pantura empat 14.000 hektar. Hanya di sana ikan, di sini udang,” papar dia.

Dari keterangan Sekretariat Presiden, tambak BUBK di Kebumen itu dikembangkan menggunakan konsep best practice budi daya udang modern.

Sistem tata kelola terpadu yang diterapkan di sana mencakup saluran air masuk (intake), kolam tandon, pemisahan saluran inlet dan outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga fasilitas pendukung lainnya.

BUBK Kebumen juga disebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Baca juga: Perintah Prabowo, Daging Dam Haji RI di Arab Saudi Dikirim ke Palestina

Dengan jumlah kolam sebanyak 206 petak, nilai produksi kawasan ini mencapai sekitar Rp 67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp 134,4 miliar per tahun.

Selain itu, BUBK Kebumen diposisikan sebagai contoh transformasi budi daya tradisional menuju sistem modern berbasis teknologi dan tata kelola lingkungan yang lebih baik, sekaligus menjadi model pengembangan sektor perikanan nasional.

Panen Raya Udang ini juga menjadi penegasan konsistensi Presiden Prabowo dalam membangun sektor kelautan dan perikanan.

Tag:  #dari #kebumen #prabowo #singgung #potensi #devisa #besar #dari #tambak #budi #daya #udang

KOMENTAR