Israel Masih Serang Lebanon Saat AS-Iran Sepakat Gencatan Senjata
Kondisi bangunan yang hancur diserang Israel di Kota Tirus, Lebanon, Sabtu (4/4/2026). Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (8/4/2026) menyampaikan bahwa gencatan senjata Iran-Amerika Serikat juga mencakup di Lebanon, yang menjadi sasaran serangan Israel.(AFP/KAWNAT HAJU)
16:36
8 April 2026

Israel Masih Serang Lebanon Saat AS-Iran Sepakat Gencatan Senjata

- Israel kembali melancarkan serangan di Lebanon selatan pada Rabu (8/4/2026).

Serangan itu terjadi saat Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, gencatan senjata perang Iran tidak termasuk Lebanon.

Pernyataan ini berbeda dari klaim Pakistan selaku mediator, yang sebelumnya menyebut bahwa Lebanon termasuk dalam paket kesepakatan damai tersebut.

Padahal, Hizbullah yang didukung Iran juga tidak mengeklaim operasi apa pun sejak pukul 1 pagi.

Baca juga: Bahrain Klaim Diserang Iran Saat Gencatan Senjata Baru Dimulai

Perintahkan warga evakuasi

Dikutip dari AFP, Rabu, Israel bahkan memperbarui perintah evakuasi untuk wilayah lebih dari 40 kilometer di Lebanon, dengan mengatakan pertempuran masih berlangsung.

Peringatan itu dikeluarkan setelah peringatan lain untuk mengevakuasi sebuah bangunan di wilayah Tyre selatan, yang kemudian diserang oleh Israel, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah.

NNA melaporkan beberapa serangan di seluruh wilayah selatan.

Seorang pejabat Lebanon mengatakan, pihak berwenang belum diberitahu tentang dimasukkannya Lebanon ke dalam daftar tersebut.

Presiden Perancis Emmanuel Macron, menyambut baik gencatan senjata tersebut.

"Keinginan kami adalah untuk memastikan bahwa gencatan senjata ini sepenuhnya mencakup Lebanon," ujarnya.

Baca juga: Beberapa Jam Sebelum Gencatan Senjata, Paus Leo XIV Beri Trump Teguran Keras

Lebih dari 1.500 warga Lebanon meninggal

Asap membubung dari Universitas Negeri Lebanon (LU) dalam serangan Israel yang menewaskan dekan dan profesor kampus itu di Hadath, Ibu Kota Beirut, Kamis (12/3/2026).AFP/IBRAHIM AMRO Asap membubung dari Universitas Negeri Lebanon (LU) dalam serangan Israel yang menewaskan dekan dan profesor kampus itu di Hadath, Ibu Kota Beirut, Kamis (12/3/2026).

Serangan Israel dalam beberapa pekan terakhir telah menewaskan lebih dari 1.500 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi, menurut pihak berwenang Lebanon, terutama di wilayah selatan, timur, dan pinggiran selatan Beirut.

Pada Rabu, seorang koresponden AFP di Lebanon selatan melihat sejumlah kecil orang menuju ke selatan.

Sebagian dari mereka menggunakan mobil dan sebagian lainnya membawa anak-anak di atas sepeda motor.

Baca juga: Netanyahu Kena Amuk Usai AS-Iran Gencatan Senjata, Perang Diklaim Gagal Total

Namun, militer Lebanon memperingatkan para pengungsi agar tidak kembali ke selatan karena mereka mungkin akan terdampak serangan Israel yang sedang berlangsung.

Koresponden lain di pinggiran selatan Beirut, yang telah dihantam hebat oleh Israel, mengatakan bahwa daerah tersebut tetap sepi.

"Kami menunggu Hezbollah mengeluarkan pernyataan resmi sebelum pulang," kata Ali Youssef, seorang pekerja pengantar barang berusia 50 tahun yang tinggal di tenda dekat pinggiran kota.

"Iran tidak akan mengecewakan kita jika Israel terus menyerang Lebanon," sambungnya.

Sesaat sebelum pengumuman gencatan senjata, serangan Israel di kota Sidon di selatan juga menewaskan delapan orang.

Tag:  #israel #masih #serang #lebanon #saat #iran #sepakat #gencatan #senjata

KOMENTAR