Israel Ikuti Gencatan Senjata AS-Iran, tapi Tolak Cakup Lebanon
- Israel pada Rabu (8/4/2026) mengeluarkan pernyataan resmi yang mendukung penerapan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa (7/4/2026) waktu setempat menyatakan, gencatan senjata ini berdurasi dua minggu untuk sekaligus melakukan negosiasi akhir perang.
Israel tidak langsung merespons hal tersebut, tetapi dua pejabat Gedung Putih menyampaikan kepada Reuters bahwa Tel Aviv menyetujuinya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang AS-Iran 2 Pekan
Selanjutnya, BBC menerima pernyataan resmi Israel yang mendukung gencatan senjata itu. Berikut adalah isinya:
"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Iran segera membuka selat (Hormuz) dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan tersebut."
"Israel juga mendukung upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror terhadap Amerika, Israel, negara-negara tetangga Arab Iran, dan dunia."
"Amerika Serikat telah menyatakan kepada Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini, yang juga dianut oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi yang akan datang.
"Gencatan senjata dua minggu ini tidak termasuk Lebanon."
Kalimat terakhir itu mengacu pada pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang menyebutkan, gencatan senjata mencakup wilayah di mana pun, termasuk Lebanon.
"Dengan senang hati saya mengumumkan Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu-sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan tempat lain, BERLAKU SEGERA," tulis Sharif di X, dikutip dari AFP.
Times of Israel melaporkan, Sharif mengundang AS dan Iran ke Pakistan pada Jumat (10/4/2026) untuk bernegosiasi lebih lanjut guna mencapai kesepakatan konklusif, agar dapat menyelesaikan semua perselisihan.
Ia pun berharap pembicaraan itu akan berhasil mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Teheran dan Washington sepakat melakukan gencatan senjata selama dua minggu, hanya satu jam sebelum tenggat waktu Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan Iran berakhir.
Pakistan, yang menjalin hubungan dekat dengan Trump dan terus mengikuti perkembangan di negara tetangganya, Iran, menjadi mediator pesan antara Teheran dan Washington dalam beberapa pekan terakhir.
Perang ini dimulai ketika Israel dan Amerika melancarkan serangan terhadap Iran yang merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari 2026, memicu serangan balasan dari Teheran terhadap negara-negara Teluk dan Israel.
Lebanon juga terseret konflik setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan ke Israel, yang dibalas dengan menyerang ibu kota, lalu melancarkan operasi darat di selatan negara itu.
Tag: #israel #ikuti #gencatan #senjata #iran #tapi #tolak #cakup #lebanon