Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara
Beruntung, keenam awak pesawat yang berada di dalam tiga jet tersebut berhasil menyelamatkan diri menggunakan kursi pelontar.
Terkait kondisi pilot tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan pernyataan resmi mengenai status tugas mereka saat ini.
Pernyataan Resmi Menteri Pertahanan Terkait Pilot AS
"Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pekan ini bahwa ketiga pilot tersebut telah kembali menerbangkan misi melawan Iran."
Kesiapan para pilot ini menunjukkan upaya AS untuk tetap mempertahankan tekanan udara di tengah kerugian armada yang dialami.
Namun, duka kembali menyelimuti militer AS pada tanggal 12 Maret saat sebuah pesawat tanker pengisian bahan bakar jatuh.
Pesawat jenis KC-135 tersebut mengalami kecelakaan di wilayah Irak yang mengakibatkan enam personel militer AS dinyatakan tewas.
Pihak militer menyatakan bahwa tanker tersebut sedang menjalankan tugas penting dalam rangkaian Operasi Epic Fury yang sangat rahasia.
Insiden Fatal Selama Pelaksanaan Operasi Epic Fury
Operasi Epic Fury sendiri merupakan sandi militer untuk serangan besar-besaran AS terhadap Iran yang telah dimulai sejak 28 Februari.
Dalam sebuah kejadian di udara, pesawat tanker tersebut terlibat insiden dengan armada lain, namun satu pesawat lainnya berhasil mendarat.
Situasi semakin memburuk pada 27 Maret ketika aset udara penting AS dihancurkan oleh Iran saat masih berada di darat.
Satu unit pesawat peringatan dini E-3 Sentry dilaporkan meledak akibat serangan mendadak Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan.
Pangkalan militer yang berlokasi di Arab Saudi tersebut menjadi target empuk rudal Iran yang menyasar infrastruktur strategis Amerika.
Dampak Serangan Rudal Iran di Pangkalan Saudi
Serangan di pangkalan tersebut mengakibatkan sepuluh anggota militer AS mengalami luka-luka, meski tidak ada laporan mengenai korban jiwa.
Selain E-3 Sentry, satu pesawat tanker milik Angkatan Udara AS dikabarkan mengalami kerusakan serius akibat hantaman proyektil tersebut.
Di sisi lain, kecanggihan jet tempur F-35 juga teruji saat harus melakukan pendaratan darurat setelah diterjang tembakan lawan.
Jet siluman tersebut terkena tembakan yang diduga kuat berasal dari militer Iran saat sedang beroperasi di wilayah Timur Tengah.
Kondisi keamanan regional semakin tidak menentu sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan pada akhir Februari lalu.
Eskalasi Perang Besar di Kawasan Timur Tengah
Serangan pembuka tersebut diklaim telah menewaskan lebih dari 1.340 jiwa, termasuk tokoh kunci Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Teheran merespons keras kematian pemimpin mereka dengan meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal ke berbagai arah sasaran.
Target pembalasan Iran mencakup wilayah Israel, Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk yang menjadi basis militer bagi pasukan Amerika.
Seluruh aset militer AS di kawasan tersebut kini berada dalam status siaga tertinggi untuk mengantisipasi serangan balasan berikutnya.
Konflik ini terus berkembang menjadi perang terbuka yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia dan keamanan global secara menyeluruh.
Tag: #pesawat #tempur #rontok #lagi #lawan #iran #hingga #angkatan #udara #kehilangan #armada #udara