Iran Ogah Segampang Itu Buka Blokade Selat Hormuz, Ini Alasannya
- Laporan intelijen terbaru Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa Iran kemungkinan besar tidak akan membuka blokade di Selat Hormuz dalam waktu dekat.
Berdasarkan keterangan tiga sumber yang memahami masalah tersebut, Teheran menilai kendalinya atas jalur nadi minyak dunia tersebut merupakan satu-satunya alat penekan nyata yang mereka miliki terhadap AS.
Temuan ini mengindikasikan bahwa Teheran akan terus mencekik jalur pelayaran tersebut guna menjaga harga energi tetap tinggi.
Baca juga: Kapal Perancis Berhasil Lewati Selat Hormuz, Jadi yang Pertama dari Eropa
Langkah ini dilakukan untuk menekan Presiden AS Donald Trump agar segera mencari jalan keluar dari perang yang telah berlangsung lebih dari sebulan, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (3/4/2026).
Laporan tersebut juga memberikan indikasi terbaru bahwa perang yang awalnya ditujukan untuk memangkas kekuatan militer Iran, justru berisiko meningkatkan pengaruh regional Teheran.
Hal ini membuktikan kemampuan Iran dalam mengancam jalur perairan kunci dunia.
Hingga saat ini, Tehran melalui Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menggunakan berbagai taktik untuk membuat transit komersial menjadi terlalu berbahaya atau tidak dapat diasuransikan.
Sejak Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meluncurkan perang pada 28 Februari lalu, Iran telah menyerang kapal sipil, menyebar ranjau, hingga menuntut biaya lintas kapal.
Akibatnya, harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menyebabkan kelangkaan bahan bakar di negara-negara yang bergantung pada minyak dan gas dari Teluk.
Baca juga: Korea Selatan dan Perancis Sepakat Amankan Jalur di Selat Hormuz
Trump meremehkan
Di sisi lain, Trump berusaha meremehkan kesulitan dalam membuka kembali Selat Hormuz, yang mengangkut seperlima perdagangan minyak dunia.
Melalui platform media sosial Truth Social, Trump mengisyaratkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
"Dengan sedikit waktu lagi, kita bisa dengan mudah membuka Selat Hormuz, mengambil minyaknya, dan meraup keuntungan," tulis Trump.
Seorang pejabat Gedung Putih yang meminta anonimitas menyatakan bahwa Trump optimistis selat tersebut akan segera terbuka dan menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan mengatur lalu lintas perairan setelah perang usai.
Namun, dia juga mencatat bahwa negara-negara lain memiliki kepentingan yang jauh lebih besar dalam mencegah penutupan ini dibandingkan AS sendiri.
Baca juga: Ukraina Mau Bantu Buka Blokade Selat Hormuz, Sudah Pengalaman di Laut Hitam
Risiko operasi militer
Meskipun Trump bersikap optimistis, para ahli memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap Iran mengandung risiko besar dan dapat menyeret AS ke dalam perang darat yang berkepanjangan.
"Dalam upaya mencegah Iran mengembangkan senjata pemusnah massal, AS justru memberikan Iran senjata gangguan massal," ujar Ali Vaez, Direktur Proyek Iran di International Crisis Group.
Menurut Vaez, Teheran memahami bahwa kemampuan mereka mengendalikan pasar energi dunia jauh lebih ampuh daripada senjata nuklir sekalipun.
"Hanya butuh satu atau dua drone untuk mengganggu lalu lintas dan menghalangi kapal melintas," tambahnya.
Baca juga: Turkiye Rancang 5 Rute Alternatif Hindari Selat Hormuz, Ini Daftarnya
Kapal Angkatan Laut Iran sesaat sebelum diserang Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz, ketika Operation Epic Fury berlangsung pada 10 Maret 2026.
Selat Hormuz sendiri memiliki lebar hanya 21 mil atau sekitar 33 km pada titik tersempitnya, dengan jalur pelayaran yang hanya selebar 2 mil atau sekitar 3 km di kedua arah.
Kondisi geografis ini membuat kapal dan pasukan menjadi target yang sangat mudah bagi rudal atau drone Iran yang diluncurkan dari wilayah pedalaman.
Mantan Direktur CIA, Bill Burns, dalam sebuah podcast majalah Foreign Affairs, menilai Iran tidak akan melepaskan pengaruhnya di selat tersebut meski perang telah berakhir.
Teheran diprediksi akan menggunakan posisi ini untuk mendapatkan jaminan keamanan jangka panjang dalam kesepakatan damai dengan AS.
Selain itu, Iran diperkirakan akan mencari keuntungan materi langsung, seperti memungut biaya lintas kapal komersial untuk mendanai pemulihan pascaperang.
Baca juga: Bukan Nuklir, Kendali Selat Hormuz Jadi Penentu Kemenangan Perang Iran-AS
Tag: #iran #ogah #segampang #buka #blokade #selat #hormuz #alasannya