Dipukul Balik Iran, Deretan Alutsista Mahal AS Berguguran di Medan Perang
Tangkapan layar dari video yang menunjukkan diduga jet tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat (AS) jatuh di Kuwait di tengah serangan balasa Iran.(X)
09:48
27 Maret 2026

Dipukul Balik Iran, Deretan Alutsista Mahal AS Berguguran di Medan Perang

Perang antara Amerika Serikat dan Iran dalam tiga pekan terakhir tidak hanya diwarnai serangan masif, tetapi juga kerugian besar di pihak Washington.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Kamis (26/3/2026), sejumlah aset militer canggih bernilai miliaran dollar rusak hingga hancur akibat serangan balasan Iran.

Serangan tersebut didominasi oleh rudal balistik dan drone yang menghantam berbagai target di darat maupun fasilitas militer sekutu AS. Akibatnya, biaya kerusakan dan penggantian alutsista terus membengkak dan menjadi beban besar bagi Pentagon.

Baca juga: Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Banggakan Keberhasilan AS di Venezuela

Menurut Elaine McCusker, mantan pejabat anggaran Pentagon yang melacak biaya konflik tersebut, total kerugian dalam tiga minggu pertama perang diperkirakan mencapai sekitar 1,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 23 triliun) hingga 2,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 49 triliun).

Perkiraan tertinggi itu juga mencakup kerusakan radar di Qatar yang ditempatkan di pangkalan militer AS.

Jet tempur hingga drone berjatuhan

Sejumlah pesawat tempur menjadi bagian dari kerugian besar yang dialami AS. Tiga unit F-15E Strike Eagle dilaporkan jatuh setelah secara tidak sengaja ditembak oleh jet F/A-18 milik Kuwait pada 1 Maret, meski seluruh awak berhasil menyelamatkan diri.

Harga satu unit F-15 model terbaru saat ini diperkirakan mencapai sekitar 100 juta dollar AS (sekitar Rp 1,6 triliun).

Selain itu, satu unit jet tempur siluman F-35A Lightning II juga mengalami pendaratan darurat pada 19 Maret.

Iran mengklaim telah menembak pesawat tersebut, sementara kondisi pilot dilaporkan stabil. Nilai satu unit F-35A diperkirakan mencapai sekitar 82,5 juta dollar AS (sekitar Rp 1,3 triliun).

Kerugian juga terjadi pada armada drone. Lebih dari selusin drone MQ-9 Reaper dilaporkan hilang sejak awal perang.

Setidaknya delapan di antaranya ditembak jatuh oleh rudal Iran, tiga lainnya hancur di darat akibat serangan rudal, dan satu drone jatuh akibat salah tembak oleh negara di kawasan Teluk Persia. Drone MQ-9 yang digunakan Angkatan Udara AS memiliki harga minimal 16 juta dollar AS (sekitar Rp 270 miliar) per unit.

Insiden pesawat tanker

Kerugian besar juga menimpa pesawat pengisian bahan bakar di udara KC-135 Stratotanker. Enam awak tewas setelah dua pesawat jenis ini bertabrakan di atas wilayah Irak pada 12 Maret.

Selain itu, lima unit KC-135 lainnya mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dan kini tengah diperbaiki.

Karena KC-135 sudah tidak lagi diproduksi sejak 1960-an, Angkatan Udara AS kemungkinan akan menggantinya dengan KC-46 Pegasus yang lebih modern. Satu unit KC-46 diketahui memiliki harga sekitar 165 juta dollar AS (sekitar Rp 2,7 triliun).

Baca juga: Malaysia Tak Cabut Subsidi BBM di Tengah Perang Iran, tapi Batasi Kuota

Radar dan sistem pertahanan ikut dihantam

Iran juga menargetkan sistem pertahanan penting milik AS dan sekutunya. Salah satunya adalah radar AN/TPY-2 yang merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal THAAD di Yordania.

Radar ini digunakan untuk melacak rudal balistik dan memiliki nilai setidaknya 300 juta dollar AS (sekitar Rp 5 triliun).

Serangan juga merusak radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Radar ini mampu melacak banyak target secara bersamaan dan memiliki nilai sekitar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 16,9 triliun).

Selain itu, Iran turut menyerang berbagai sistem radar, komunikasi, dan pertahanan udara di sejumlah negara kawasan Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi.

Kapal induk alami insiden kebakaran

Kapal induk Amerika Serkat USS Gerald R Ford saat meninggalkan Teluk Souda di Pulau Kreta, Yunani, 26 Februari 2026 untuk menuju Timur Tengah.AFP/COSTAS METAXAKIS Kapal induk Amerika Serkat USS Gerald R Ford saat meninggalkan Teluk Souda di Pulau Kreta, Yunani, 26 Februari 2026 untuk menuju Timur Tengah.

Di tengah konflik, kapal induk USS Gerald R Ford juga mengalami insiden kebakaran pada 12 Maret.

Api dilaporkan bermula dari ruang laundry utama dan menyebar ke beberapa bagian kapal, termasuk area tempat tidur awak.

 Saat ini kapal tersebut berada di Pelabuhan Souda Bay, Yunani, untuk menjalani perbaikan.

Beban anggaran membengkak

Kerugian besar ini diperkirakan akan dimasukkan dalam permintaan anggaran tambahan Pentagon senilai 200 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.386 triliun) yang diajukan ke Gedung Putih.

Dana tersebut akan digunakan untuk mengganti berbagai aset militer yang rusak atau hilang selama konflik berlangsung.

Baca juga: Trump Undur Deadline Serangan ke Iran hingga 6 April, Klaim Itu Permintaan Teheran

Tag:  #dipukul #balik #iran #deretan #alutsista #mahal #berguguran #medan #perang

KOMENTAR