7 Syarat Iran untuk Negosiasi Damai yang Dianggap ''Konyol'' oleh AS
Rudal Iran saat difoto dari kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza, Palestina, 1 Maret 2026. Perang Iran berkecamuk setelah serangan gabungan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran.(AFP/EYAD BABA)
13:06
26 Maret 2026

7 Syarat Iran untuk Negosiasi Damai yang Dianggap ''Konyol'' oleh AS

- Iran menetapkan standar diplomasi yang sangat tinggi dalam upaya negosiasi damai dengan Amerika Serikat (AS). 

Teheran mengajukan sedikitnya tujuh syarat utama, termasuk penutupan seluruh pangkalan militer AS di kawasan Teluk, yang langsung menuai reaksi keras dari Washington.

Sejumlah pejabat AS dilaporkan menggambarkan deretan tuntutan tersebut sebagai sesuatu yang "konyol" dan tidak realistis di tengah situasi konflik yang masih memanas.

Syarat yang diajukan Iran itu berdasarkan keterangan pejabat yang mengetahui diskusi tersebut, dikutip dari Wall Street Journal, Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Dalih Serang Iran Tak Terbukti, AS Ulangi Kesalahan Invasi Irak?

7 syarat Iran untuk negosiasi

Berdasarkan keterangan para pejabat Arab dan AS yang mengetahui proses diskusi tersebut, berikut adalah tujuh poin utama yang dituntut oleh pihak Iran:

  1. Penutupan semua pangkalan militer AS di Teluk
  2. Ganti rugi finansial atas serangan terhadap Iran
  3. Kerangka kerja baru untuk mengatur Selat Hormuz yang memungkinkan Iran memungut biaya dari kapal-kapal yang melintas, serupa dengan Terusan Suez di Mesir.
  4. Jaminan bahwa permusuhan tidak akan berlanjut
  5. Mengakhiri serangan Israel terhadap milisi Hizbullah Lebanon yang bersekutu dengan Iran
  6. Pencabutan semua sanksi yang dikenakan terhadap Iran
  7. Izin untuk mempertahankan program rudalnya tanpa negosiasi untuk membatasinya.

Baca juga: AS Serba Kontradiktif, Apakah Trump Sedang Cari Jalan Keluar dari Perang Iran?

Dominasi IRGC dalam meja perundingan

Posisi tawar Iran saat ini sangat dipengaruhi oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). 

Kelompok ini dikabarkan telah mengonsolidasikan pengaruhnya secara mendalam di dalam kepemimpinan negara untuk menentukan arah diplomasi.

Keterlibatan kuat IRGC membuat syarat-syarat yang diajukan Iran menjadi jauh lebih sulit untuk diterima dibandingkan sebelum konflik pecah.

Meskipun Iran menunjukkan posisi keras, Presiden AS Donald Trump justru menyatakan optimismenya terhadap jalur diplomatik. 

Baca juga: Demi Negosiasi, AS-Israel Hapus Dua Nama Pejabat Iran dari Daftar Target

Trump mengonfirmasi bahwa Washington saat ini sedang terlibat dalam diskusi tidak langsung dengan Teheran melalui mediator di Asia Barat.

Washington dilaporkan telah mengirimkan proposal perdamaian yang melibatkan pejabat senior, termasuk Wakil Presiden JD Vance. 

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa seluruh proses negosiasi tersebut tetap harus bermuara pada satu syarat mutlak dari sisi AS.

Namun, klaim negosiasi itu langsung dibantah oleh pihak Iran.

Baca juga: Trump Sebut Iran Ingin Capai Kesepakatan Damai, tapi Takut Mengakui

Ancaman AS jika Iran ogah negosiasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara di Verst Logistics di Kota Hebron, Negara Bagian Ketucky, 11 Maret 2026.AFP/JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara di Verst Logistics di Kota Hebron, Negara Bagian Ketucky, 11 Maret 2026.

Pada Rabu (25/3/2026), Gedung Putih mengancam akan memberikan malapetaka terhadap Iran jika negara itu tidak bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan damai dengan AS.

"Pembicaraan terus berlanjut. Pembicaraan berjalan produktif," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt, dikutip dari AFP, Kamis (26/3/2026).

Para pejabat Pakistan sebelumnya mengatakan bahwa Islamabad telah menyampaikan rencana 15 poin AS kepada Iran untuk menghentikan perang.

Leavitt mengatakan, ada "unsur kebenaran" dalam laporan tentang proposal 15 poin tersebut.

Baca juga: Jika AS Nekat Lakukan Invasi Darat, Iran Akan Tutup Laut Merah

Sementara, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menuturkan bahwa pesan-pesan sedang dipertukarkan melalui negara-negara sahabat atau individu-individu tertentu.

Akan tetapi, ia menegaskan bahwa hal itu bukanlah dialog maupun negosiasi.

"Ini disajikan dalam bentuk berbagai ide yang semuanya telah disampaikan kepada para pejabat senior negara, dan jika perlu untuk mengambil sikap, hal itu pasti akan diputuskan," ujarnya. 

Araghchi kembali mengingatkan, Iran ingin mengakhiri perang dengan caranya sendiri dan dengan cara yang memastikan tidak akan ada perang lebih lanjut.

Tag:  #syarat #iran #untuk #negosiasi #damai #yang #dianggap #konyol #oleh

KOMENTAR