China Geram atas Negosiasi Jepang dan Filipina soal Batas Maritim, Disebut Ilegal
- China menentang keras keputusan Jepang dan Filipina untuk memulai negosiasi mengenai perbatasan maritim, menurut laporan AFP, Jumat (29/5/3036).
Beijing menyebut pembicaraan tersebut ilegal dan mengeklaim kendali eksklusif atas perairan yang bersangkutan.
Beijing menegaskan mereka memiliki zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen di perairan di sebelah timur Taiwan.
Baca juga: Pejabat Tinggi China Absen di KTT Pertahanan Asia yang Dipimpin AS, Kirim Akademisi
"China sangat tidak puas dan dengan tegas menentang hal ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers reguler, ketika ditanya tentang pembicaraan penetapan batas antara Tokyo dan Manila.
"China dengan tegas menyatakan bahwa apa yang disebut negosiasi penetapan batas antara Jepang dan Filipina sepenuhnya ilegal dan tidak sah," tambahnya.
Beijing dikabarkan telah "menyampaikan protes keras" kepada kedua negara, ujar juru bicara itu.
Baca juga: China Tak Terima Rencana Aturan Impor Eropa, Sengketa Dagang Baru?
Hubungan Jepang dan Filipina makin erat
Ilustrasi kapal-kapal China di Laut China Selatan - Kapal Penjaga Pantai China (kiri), yang diidentifikasi Penjaga Pantai Filipina sebagai milisi maritim (bawah tengah dan kanan) mengepung BRP Datu Tamblot (tengah) dan kapal-kapal nelayan Filipina selama misi untuk membawa pasokan dan bantuan kepada para nelayan di Scarborough Shoal, Laut China Selatan, 16 Februari 2024.
Sebelumnya, Jepang dan Filipina mengumumkan akan memulai pembicaraan formal untuk menetapkan batas maritim zona ekonomi dan landas kontinen di antara mereka.
Diskusi itu terjadi saat Presiden Filipina Ferdinand Marcos bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam kunjungan ke Tokyo, Kamis (28/5/2026).
Keluhan bersama Manila dan Tokyo atas klaim teritorial maritim China telah membuat mereka semakin dekat dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Hadapi Tekanan AS, Kuba Dapat Dukungan China untuk Lawan Penindasan
Jepang dan China terlibat dalam sengketa teritorial dan ekonomi di Laut China Timur, yang mana kapal penjaga pantai dari kedua belah pihak secara rutin melakukan konfrontasi berbahaya.
Sementara itu, Beijing telah mengerahkan kapal angkatan laut dan penjaga pantai di Laut China Selatan,.
Itu dilakukan dalam upaya untuk menghalangi Filipina dari kawasan terumbu karang dan pulau-pulau yang strategis, yang berujung menyebabkan serangkaian konfrontasi.
Tag: #china #geram #atas #negosiasi #jepang #filipina #soal #batas #maritim #disebut #ilegal