Trump Sebut Iran Ingin Capai Kesepakatan Damai, tapi Takut Mengakui
Presiden AS Donald Trump.(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
08:48
26 Maret 2026

Trump Sebut Iran Ingin Capai Kesepakatan Damai, tapi Takut Mengakui

- Presiden AS Donald Trump mengeklaim, Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan damai, namun para negosiator Teheran takut mengakuinya karena ancaman nyawa.

Trump menilai, penyangkalan yang terus dilakukan Teheran disebabkan oleh ketakutan para pejabat Iran terhadap faksi internal mereka sendiri maupun terhadap militer AS.

"Ngomong-ngomong, mereka sedang bernegosiasi, dan mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Tapi mereka takut mengatakannya," kata Trump dalam sebuah jamuan makan malam untuk anggota Kongres dari Partai Republik, dikutip dari AFP.

"Karena mereka mengira akan dibunuh oleh orang-orang mereka sendiri, mereka juga takut akan dibunuh oleh kamim," sambungnya.

Komentar Trump tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Iran tak berniat untuk negosiasi dengan AS.

Baca juga: Jika AS Nekat Lakukan Invasi Darat, Iran Akan Tutup Laut Merah

Trump ancam Iran jika enggan bernegosiasi

Gedung Putih sebelumnya mengatakan bahwa Trump siap untuk memberikan "malapetaka" jika Iran tidak mengakui kekalahan, sambil juga menegaskan bahwa Teheran masih ikut serta dalam pembicaraan.

Media pemerintah Iran sebelumnya mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya menyatakan, Iran telah menanggapi secara negatif rencana 15 poin yang diajukan Washington.

"Jika Iran gagal menerima realitas situasi saat ini, jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump akan memastikan mereka dihantam lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt kepada wartawan.

"Presiden Trump tidak main-main dan dia siap untuk melepaskan malapetaka. Iran tidak boleh salah perhitungan lagi," sambungnya.

Ketika ditanya apakah negosiasi dengan Iran telah terhenti, Leavitt menegaskan bahwa pembicaraan terus berlanjut dan produktif.

Baca juga: Iran Pasang Pertahanan Berlapis di Pulau Kharg, Bersiap Hadapi Serangan AS

Teka-teki tokoh Iran yang bernegosiasi

Leavitt menolak untuk menyebutkan dengan siapa AS berurusan di Teheran setelah terbunuhnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei.

Laporan-laporan menyebutkan bahwa narasumber pemerintahan Trump adalah Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen Iran dan salah satu tokoh non-ulama paling terkemuka di negara itu.

Ghalibaf juga menolak untuk mengonfirmasi laporan bahwa para pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, akan mengadakan pembicaraan dengan Iran di Pakistan, yang telah muncul sebagai mediator kunci.

Trump mengerahkan ribuan pasukan lintas udara dan marinir tambahan ke Teluk di tengah spekulasi invasi darat untuk merebut aset minyak Iran di Teluk atau mengamankan Selat Hormuz. 

Sementara itu, Gedung Putih tampaknya tetap berpegang pada jangka waktu empat hingga enam minggu yang sebelumnya telah mereka berikan untuk perang tersebut.

Tag:  #trump #sebut #iran #ingin #capai #kesepakatan #damai #tapi #takut #mengakui

KOMENTAR