Iran Tegaskan Tak Berniat Negosiasi meski AS Sudah Kirim Proposal Damai
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kanan) berjabat tangan dengan Menlu Iran Abbas Araghchi (kiri) dalam konferensi pers bersama di Moskwa, Rusia, 18 April 2025.(AFP/POOL/TATYANA MAKEYEVA)
06:36
26 Maret 2026

Iran Tegaskan Tak Berniat Negosiasi meski AS Sudah Kirim Proposal Damai

- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan, tidak ada rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, Iran bermaksud untuk terus berjuang, meski Gedung Putih mengeklaim pembicaraan sedang berlangsung.

"Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan," kata Araghchi di televisi pemerintah, dikutip dari AFP, Kamis (26/3/2026).

"Kami tidak berniat untuk bernegosiasi sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi dan saya yakin posisi kami sepenuhnya berprinsip. Membicarakan negosiasi sekarang sama saja dengan mengakui kekalahan," sambungnya.

Baca juga: AS Klaim Sudah Hancurkan Dua Pertiga Kapasitas Produksi Rudal dan Drone Iran

Ancaman AS jika Iran ogah negosiasi

Pada Rabu (25/3/2026), Gedung Putih mengancam akan memberikan malapetaka terhadap Iran jika negara itu tidak bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan damai dengan AS.

"Pembicaraan terus berlanjut. Pembicaraan berjalan produktif," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt.

Para pejabat Pakistan sebelumnya mengatakan bahwa Islamabad telah menyampaikan rencana 15 poin AS kepada Iran untuk menghentikan perang.

Baca juga: Israel Klaim Serang Fasilitas Kapal Selam Iran, Teheran Balas Luncurkan Rudal

Leavitt mengatakan, ada "unsur kebenaran" dalam laporan tentang proposal 15 poin tersebut.

Sementara, Araghchi menuturkan bahwa pesan-pesan sedang dipertukarkan melalui negara-negara sahabat atau individu-individu tertentu.

Akan tetapi, ia menegaskan bahwa hal itu bukanlah dialog maupun negosiasi.

"Ini disajikan dalam bentuk berbagai ide yang semuanya telah disampaikan kepada para pejabat senior negara, dan jika perlu untuk mengambil sikap, hal itu pasti akan diputuskan," ujarnya. 

Baca juga: Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Ogah Negosiasi dengan AS

Iran ingin perang berakhir dengan syarat sendiri

Banner di Valiasr Square di Teheran menggambarkan estafet kepemimpinan dari Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri), Ayatollah Ali Khamenei (tengah), menuju anaknya, Ayatollah Mojtaba Khamenei (kanan) sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, saat difoto pada 10 Maret 2026.AFP Banner di Valiasr Square di Teheran menggambarkan estafet kepemimpinan dari Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri), Ayatollah Ali Khamenei (tengah), menuju anaknya, Ayatollah Mojtaba Khamenei (kanan) sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, saat difoto pada 10 Maret 2026.

Araghchi kembali mengingatkan, Iran ingin mengakhiri perang dengan caranya sendiri dan dengan cara yang memastikan tidak akan ada perang lebih lanjut.

Meskipun Iran mungkin dapat menerima jaminan keamanan yang diratifikasi oleh Dewan Keamanan PBB, Teheran menyatakan telah menciptakan jaminan keamanannya sendiri melalui cara mereka berperang.

"Dalam perang ini, kita menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memprovokasi Iran," ujarnya.

"Sebenarnya kita telah menciptakan perisai keamanan bagi diri kita sendiri sehingga seluruh dunia memahami bahwa memprovokasi Iran dan mempermainkan kepentingan kita akan membawa konsekuensi yang berat," sambungnya.

Tag:  #iran #tegaskan #berniat #negosiasi #meski #sudah #kirim #proposal #damai

KOMENTAR