Serang Pangkalan AS 4.000 Km Jauhnya, Iran Unjuk Gigi Senjata Rahasia
Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.(AFP/ATTA KENARE)
13:36
22 Maret 2026

Serang Pangkalan AS 4.000 Km Jauhnya, Iran Unjuk Gigi Senjata Rahasia

- Iran mengirimkan sinyal strategis baru dalam perang yang telah berlangsung tiga pekan melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, melalui peluncuran rudal balistik jarak jauh yang diarahkan ke pangkalan militer Diego Garcia di Samudera Hindia.

Meski demikian, serangan itu disebut tidak mencapai sasaran. Sumber resmi Inggris mengatakan kepada AFP bahwa Iran tidak berhasil menargetkan fasilitas militer tersebut.

Diego Garcia sendiri merupakan salah satu dari dua pangkalan Inggris yang diizinkan digunakan AS untuk misi tertentu dalam perang melawan Iran.

Baca juga: Analis China Ungkap Cara Iran Tembak F-35, Jet Tempur Siluman Tercanggih AS

Langkah Iran ini mengejutkan banyak pihak. Selama ini, kemampuan Teheran untuk menyerang hingga hampir 4.000 kilometer dari wilayahnya dianggap terbatas.

Iran sendiri dibombardir oleh AS dan Israel sejak 28 Februari 2026, sehingga serangan jarak jauh ini dinilai sebagai perkembangan signifikan.

Peneliti dari Yayasan Penelitian Strategis Perancis, Etienne Marcuz, menilai peluncuran tersebut melampaui perkiraan sebelumnya.

“Pulau Inggris yang digunakan oleh pasukan AS terletak hampir 4.000 km dari pantai Iran,” tulisnya di X, dikutip dari AFP pada Sabtu (21/3/2026).

Ia menambahkan, capaian ini melebihi perkiraan jangkauan maksimum rudal Iran lainnya.

Pulau Diego Garcia, salah satu pulau di Kepulauan Chagos. Pemerintah Inggris secara resmi menyerahkan wilayah kekuasaannya di Kepulauan Chagos kepada Mauritius, Kamis (22/5/2025). VERDE SPERANZA/GOOGLE MAPS Pulau Diego Garcia, salah satu pulau di Kepulauan Chagos. Pemerintah Inggris secara resmi menyerahkan wilayah kekuasaannya di Kepulauan Chagos kepada Mauritius, Kamis (22/5/2025). Sebelumnya, jangkauan rudal balistik jarak menengah (MRBM) Iran diperkirakan sekitar 3.000 kilometer.

Bahkan, menurut laboratorium rudal CSIS, dua MRBM Iran, yaitu Khorramshahr dan Sejjil, hanya memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer. Khorramshahr bahkan masih dalam tahap pengembangan.

Baca juga: Keunggulan Khorramsahr, Rudal Andalan Iran yang Gempur AS-Israel 3 Jam Nonstop

Marcuz menjelaskan, peningkatan jangkauan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh penggunaan hulu ledak lebih ringan pada varian Khorramshahr-4.

“Semakin ringan muatannya, semakin jauh rudal itu terbang,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan analis International Crisis Group, Ali Vaez. “Tergantung pada berat hulu ledak, Iran dapat meningkatkan jangkauan beberapa rudalnya,” katanya.

Iran unjuk gigi senjata rahasia

Peluncuran gelombang ke-41 serangan rudal Iran oleh Garda Revolusi (IRGC) pada Kamis (12/3/2026), menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.GARDA REVOLUSI IRAN via AFP Peluncuran gelombang ke-41 serangan rudal Iran oleh Garda Revolusi (IRGC) pada Kamis (12/3/2026), menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.Sementara itu, Tom Sharpe dari lembaga riset pertahanan RUSI di Inggris menilai bahwa kemampuan tersebut sebenarnya bukan hal baru.

Ia mengungkapkan, Iran selalu memiliki rudal dengan jangkauan seperti itu, meski tidak pernah diakui secara terbuka.

Sharpe juga menyoroti aspek operasional dalam peluncuran tersebut. Menurut dia, Iran masih mampu memindahkan peluncur mobile, tanpa terdeteksi, bersiap, dan menembak tanpa terkena serangan.

Namun, sejumlah analis menilai tujuan utama Iran bukanlah efektivitas militer, melainkan pesan politik.

Serangan ini dipandang sebagai upaya memulihkan citra Iran setelah mengalami tekanan besar akibat serangan udara.

“Ini unjuk kekuatan, sinyal politik bahwa Iran masih memiliki kemampuan ‘rahasia’—setidaknya bagi publik, tetapi signifikansi militer sebenarnya terbatas,” kata Marcuz.

Vaez juga menegaskan hal serupa. “Ini lebih ke pesan strategis daripada kegunaan di medan perang, memberi sinyal kepada Amerika dan Israel bahwa salah menafsirkan tekad dan kemampuan Iran dapat berujung kesalahan fatal,” ujarnya kepada AFP.

Baca juga: Iran Balas Serangan di Natanz: Jebol Pertahanan Israel, Lukai 100-an Orang

Bola api setelah serangan rudal Iran menghantam Tel Aviv di Israel, 28 Februari 2026. Iran melancarkan gelombang serangan balasan setelah digempur Amerika Serikat dan Israel.AFP/JOHN WESSELS Bola api setelah serangan rudal Iran menghantam Tel Aviv di Israel, 28 Februari 2026. Iran melancarkan gelombang serangan balasan setelah digempur Amerika Serikat dan Israel.Di sisi lain, analis Israel dari Institute for National Security Studies (INSS), Danny Citrinowicz, melihat peluncuran tersebut sebagai cerminan perubahan internal di Iran.

Ia menyebut langkah ini sebagai akibat langsung dari pergeseran kekuasaan di Teheran, terutama setelah meningkatnya pengaruh Garda Revolusi.

Perubahan itu juga dipicu oleh meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama perang.

Menurut Citrinowicz, sosok Khamenei sebelumnya dikenal berhati-hati dalam menggunakan kekuatan militer.

“Meskipun memiliki permusuhan ideologis yang mendalam terhadap Barat, Khamenei sangat berhati-hati dalam mengerahkan kemampuan Iran. Kehati-hatian itu tidak lagi terjamin,” tulisnya di X.

Ia memperingatkan bahwa Iran ke depan bisa menjadi lebih agresif. “Iran sekarang kemungkinan tidak akan berperilaku hati-hati dan penuh perhitungan seperti yang kita kenal sebelumnya, dan lebih seperti sistem yang berani mengambil risiko, seperti Korea Utara.”

Baca juga: Skenario jika Rezim Iran Tumbang, Bisa Jadi seperti Venezuela atau Korea Utara

Tag:  #serang #pangkalan #4000 #jauhnya #iran #unjuk #gigi #senjata #rahasia

KOMENTAR