DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan ASIsrael ke Iran
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin. [Suara.com/Bagaskara]
21:40
28 Februari 2026

DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan ASIsrael ke Iran

Baca 10 detik
  • Serangan militer Israel pada Sabtu (28/2/2026) di Iran memicu ketegangan geopolitik dan potensi guncangan ekonomi global.
  • TB Hasanuddin menilai Trump dan Netanyahu tidak berniat damai karena konflik meluas, mencederai kepercayaan misi perdamaian BoP.
  • Eskalasi ini mengancam krisis energi melalui potensi penutupan Selat Hormuz, menekan harga minyak dunia.

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyoroti serangan militer Israel ke wilayah Iran yang memicu ketegangan hebat di Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026).

Politisi senior ini menilai aksi militer tersebut bakal membawa konsekuensi serius bagi stabilitas geopolitik serta potensi guncangan ekonomi di tingkat global.

"Serangan terbuka Israel, dan kemudian disusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan AS bergabung dalam operasi militer baru-baru ini, memunculkan sebuah pandangan bahwa ada kepentingan yang sangat besar untuk penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya Amerika Serikat. Situasi ini tentu akan berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk juga negara-negara di kawasan lain, tentunya memantau situasi di Iran dalam suasana was-was yang berpotensi kontraproduktif," ujar TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis.

TB Hasanuddin juga menyangsikan niat perdamaian di tanah Palestina setelah melihat eskalasi konflik yang justru semakin meluas ke negara lain.

"Dari kejadian ini, kita harus menyimpulkan bahwa tidak mungkin Donald Trump dan Benjamin Netanyahu memiliki niat sungguh-sungguh untuk mendamaikan Palestina. Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas," tegasnya.

Eskalasi militer ini pun dianggap telah mencederai kepercayaan publik terhadap misi perdamaian yang selama ini diklaim melalui mekanisme BoP.

"Kita menjadi semakin tidak percaya bahwa BoP benar-benar memiliki misi tulus untuk perdamaian, jika yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain," lanjutnya.

Selain masalah keamanan, TB Hasanuddin menaruh perhatian khusus pada ancaman krisis energi yang bisa berimbas langsung pada ekonomi dalam negeri.

"Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata. Jika itu terjadi, harga minyak dunia bisa melonjak tajam. Ini akan berdampak serius bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak," jelasnya.

Melihat situasi yang semakin genting, ia mendesak Pemerintah Indonesia segera mengambil posisi diplomatik yang lugas sesuai amanat konstitusi.

"Presiden atau Menteri Luar Negeri harus segera menyampaikan posisi resmi Indonesia. Apalagi pemerintah kita sudah berpartisipasi jauh dalam isu Timur Tengah melalui partisipasi BoP. Sudah saatnya aktivisme diplomasi kita yang aktif beberapa bulan terakhir ini menunjukkan hasil, apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau masih jauh panggang dari api," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, serangan udara Israel telah menyasar beberapa titik di ibu kota Iran sejak Sabtu pagi waktu setempat.

Dua suara ledakan keras yang diikuti kepulan asap tebal dilaporkan terlihat membubung tinggi di langit wilayah pusat dan timur Teheran.

Kantor berita setempat, Fars, melaporkan bahwa serangkaian ledakan dahsyat tersebut dipicu oleh serangan rudal yang menghantam wilayah kedaulatan Iran. 

Editor: Vania Rossa

Tag:  #ragukan #misi #damai #board #peace #desak #pemerintah #tegas #soal #serangan #asisrael #iran

KOMENTAR