PBB Sesalkan Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Perang Berhenti dan Dialog Segera
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres saat membuka Sidang Umum ke-80 PBB di New York City, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).(GETTY IMAGES/MICHAEL M SANTIAGO via AFP)
22:54
28 Februari 2026

PBB Sesalkan Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Perang Berhenti dan Dialog Segera

- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres menyerukan penghentian perang di Iran.

Ia memperingatkan, serangan terbaru Amerika Serikat-Israel ke Iran berpeluang menimbulkan konflik regional lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas regional.

"Semua negara anggota harus menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.

Piagam itu melarang ancaman penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan negara mana pun.

Baca juga: Timur Tengah Membara, Arab Saudi Ancam Balas Serangan Iran

Serukan dialog segera

Sementara, badan-badan PBB menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali mengutamakan dialog untuk mencapai perdamaian.

"Saya menyesalkan serangan militer di seluruh Iran pagi ini oleh Israel dan Amerika Serikat, dan serangan balasan selanjutnya oleh Iran," kata Volker Turk, kepala hak asasi manusia PBB, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Anadolu.

"Seperti biasa, dalam setiap konflik bersenjata, warga sipillah yang pada akhirnya membayar harga tertinggi," tambahnya.

Baca juga: Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Dilaporkan Tewas Usai Iran Diserang

Ia menegaskan, bom dan rudal bukanlah cara untuk menyelesaikan perbedaan, tetapi akan mengakibatkan kematian, kehancuran, dan penderitaan.

"Untuk mencegah konsekuensi mengerikan ini bagi warga sipil, saya menyerukan pengekangan dan memohon kepada semua pihak untuk berpikir jernih, untuk meredakan ketegangan, dan untuk kembali ke meja perundingan di mana mereka secara aktif mencari solusi hanya beberapa jam sebelumnya," katanya.

Menurutnya, dialog adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan perbedaan mendalam antara negara secara berkelanjutan.

Turk memperingatkan, kegagalan untuk meredakan ketegangan berisiko memicu konflik yang lebih luas, serta dapat menyebabkan kematian warga sipil dan kehancuran yang lebih besar.

Ia mengingatkan, hukum internasional menyatakan dengan jelas, perlindungan warga sipil adalah yang terpenting dan menyerukan pertanggungjawaban atas setiap pelanggaran.

Baca juga: Detik-detik Pecahan Rudal Iran Jatuh di Permukiman Qatar, Warga Berhamburan

Sementara itu, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku sangat prihatin dengan situasi di seluruh Timur Tengah.

"Hati saya tertuju pada warga sipil yang terjebak di tengah baku tembak," katanya dalam sebuah pernyataan. 

Secara terpisah, presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memperingatkan bahwa eskalasi tersebut "memicu reaksi berantai berbahaya di seluruh wilayah, dengan konsekuensi yang berpotensi menghancurkan bagi warga sipil.

"Menegakkan aturan perang adalah kewajiban dan bukan pilihan," kata Mirjana Spoljaric dalam sebuah pernyataan.

Ia menegaskan, infrastruktur sipil seperti rumah sakit, rumah, dan sekolah "harus dilindungi dari serangan.

"Diperlukan kemauan politik untuk mencapai perdamaian dan mencegah kematian serta kehancuran lebih lanjut," pungkasnya.

Tag:  #sesalkan #serangan #israel #iran #desak #perang #berhenti #dialog #segera

KOMENTAR