Hotel Dubai UEA Diduga Kena Rudal Iran, Picu Kebakaran Besar
Tangkapan layar dari video media sosial memperlihatkan kebakaran di Hotel Fairmont The Palm di Palm Jumeirah, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Insiden ini diduga akibat serangan rudal Iran untuk membalas gempura Amerika Serikat-Israel pada Sabtu (28/2/2026).(X @BRICSinfo)
23:30
28 Februari 2026

Hotel Dubai UEA Diduga Kena Rudal Iran, Picu Kebakaran Besar

- Hotel Fairmont The Palm di Palm Jumeirah, Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), terkena dampak serangan Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Insiden ini terjadi di tengah pembalasan Iran atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak kobaran api dan asap tebal membubung di depan hotel.

Baca juga: Iran Serang Pangkalan AS di Timteng: Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA Membara

Dikutip dari Hindustan Times, pihak berwenang Dubai membenarkan adanya insiden di sebuah gedung kawasan Palm Jumeirah.

“Pihak berwenang Dubai mengonfirmasi bahwa insiden terjadi di sebuah gedung di area Palm Jumeirah. Tim tanggap darurat langsung dikerahkan dan lokasi diamankan," kata Kantor Media Dubia.

"Pertahanan Sipil Dubai mengonfirmasi bahwa kebakaran yang terjadi sekarang sudah terkendali,” lanjutnya.

Sementara itu, empat orang dilaporkan luka-luka dan dibawa ke fasilitas medis.

“Keselamatan dan kesejahteraan penduduk dan pengunjung tetap menjadi prioritas utama. Pihak berwenang terus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi masyarakat,” imbuh pernyataan tersebut.

Belum ada kepastian apakah hotel ini terkena langsung rudal Iran, atau terdampak puing-puing dari peluru kendali yang dicegat sistem pertahanan udara UEA.

Hingga kini, pihak hotel juga belum mengonfirmasi adanya kerusakan pada properti mereka.

Baca juga: Iran Terus Serang Pangkalan AS, UEA Dihantam Gelombang Kedua

Serangan Iran ke UEA

Tangkapan layar dari video ledakan serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain. Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.AFP Tangkapan layar dari video ledakan serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain. Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.Serangan ke Dubai terjadi setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada Sabtu.

Teheran merespons dengan gelombang rudal dan drone yang menargetkan Israel. Iran juga menyerang instalasi militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

Ledakan turut dilaporkan terjadi di Abu Dhabi dan Dubai.

Sebagai langkah antisipasi, UEA dan Irak menutup wilayah udara masing-masing.

Sejumlah ledakan keras terdengar di berbagai bagian Dubai, menurut laporan media lokal.

Dampak eskalasi ini juga terasa pada sektor penerbangan. Operasi penerbangan di Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Al Maktoum (DWC) ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Emirates dan flydubai, bersama sejumlah maskapai lain yang beroperasi dari Dubai, membatalkan seluruh penerbangan yang dijadwalkan pada 28 Februari 2026.

Baca juga: UEA Marah Dirudal Iran, Ancam Respons Keras ke Teheran

Pasukan penjaga perdamaian PBB dan warga sipil melihat-lihat puing roket Iran yang dicegat Israel di Suriah selatan, tepatnya di Quneitra, dekat Dataran Tinggi Golan, Sabtu (28/2/2026). Serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran berujung konflik luas di Timur Tengah.AFP/BAKR ALKASEM Pasukan penjaga perdamaian PBB dan warga sipil melihat-lihat puing roket Iran yang dicegat Israel di Suriah selatan, tepatnya di Quneitra, dekat Dataran Tinggi Golan, Sabtu (28/2/2026). Serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran berujung konflik luas di Timur Tengah.“Oleh karena beberapa penutupan wilayah udara regional, Emirates menunda sementara operasi penerbangan ke dan dari Dubai,” kata Emirates kepada Gulf News.

“Kami secara aktif memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait,” tambahnya.

Flydubai juga menyampaikan bahwa situasi terus berkembang.

“Situasinya sedang berkembang, yang kami pantau dengan cermat, dan kami bekerja sama dengan pihak berwenang terkait sambil menyesuaikan jadwal penerbangan kami sesuai dengan perkembangan tersebut,” ujar pihak maskapai.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan UEA menegaskan bahwa serangan Iran merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

“(Serangan ini) pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional, dan UEA berhak sepenuhnya mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi wilayah dan warganya, serta memastikan terjaganya kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya,” tegas Kemenhan UEA.

Baca juga: Kenapa Israel dan AS Menyerang Iran pada 28 Februari 2026?

Tag:  #hotel #dubai #diduga #kena #rudal #iran #picu #kebakaran #besar

KOMENTAR