Makin Dekat, Warga AS Yakin Perang Dunia III Pecah dalam 5 Tahun ke Depan
Hampir separuh warga Amerika Serikat menilai Perang Dunia III kemungkinan terjadi dalam lima tahun ke depan.
Temuan ini terungkap dalam jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh Politico terhadap lima negara Barat.
Angka kekhawatiran itu bahkan meningkat dibandingkan survei serupa pada Maret 2025.
Baca juga: Benua Biru Genting, 27 Pemimpin Eropa Dilaporkan Rapat Persiapan Perang Dunia III
Kekhawatiran meningkat di AS dan Inggris
Berdasarkan hasil survei terhadap lebih dari 2.000 responden di masing-masing negara pada 6–9 Februari, sebanyak 46 persen warga AS menyebut Perang Dunia III “mungkin” atau “sangat mungkin” terjadi sebelum 2031. Angka tersebut naik dari 38 persen pada Maret 2025.
Lonjakan paling tajam terjadi di Inggris. Sebanyak 43 persen responden Inggris kini menilai perang dunia baru kemungkinan terjadi dalam lima tahun ke depan, meningkat dari 30 persen pada Maret tahun lalu.
Secara umum, mayoritas responden di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Perancis memandang dunia semakin berbahaya. Hanya di Jerman, publik cenderung menilai perang dunia ketiga tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Perubahan sikap publik Barat
Kepala jajak pendapat Public First, Seb Wride, menilai perubahan persepsi ini mencerminkan kondisi global yang semakin tidak stabil.
“Perubahan sikap publik Barat dalam waktu kurang dari satu tahun mencerminkan pergeseran dramatis menuju dunia yang lebih tidak aman, di mana perang dipandang mungkin terjadi dan aliansi-aliansi tidak stabil,” kata Wride.
Selain itu, setidaknya satu dari tiga responden di AS, Inggris, Perancis, dan Kanada percaya senjata nuklir kemungkinan atau sangat mungkin digunakan dalam perang dalam lima tahun ke depan.
Di Eropa, Rusia dipandang sebagai ancaman terbesar terhadap perdamaian, seiring invasi besar-besaran Moskwa ke Ukraina yang mendekati tahun keempat.
Sementara itu, responden Kanada melihat Amerika Serikat sebagai ancaman terbesar bagi keamanan mereka.
Di Perancis, Jerman, dan Inggris, Amerika Serikat disebut sebagai ancaman terbesar kedua setelah Rusia, bahkan lebih sering disebut dibanding China.
Baca juga: Bom Perang Dunia II 470 Kg Ditemukan di Proyek Bangunan Ibu Kota
Dilema anggaran pertahanan
Meski kekhawatiran perang meningkat, survei juga menemukan keterbatasan dukungan publik terhadap peningkatan anggaran militer.
Mayoritas responden di Perancis, Jerman, Inggris, dan Kanada menyatakan negara mereka perlu membelanjakan lebih banyak dana untuk pertahanan.
Namun dukungan itu turun tajam ketika responden dihadapkan pada konsekuensi seperti pemotongan anggaran layanan lain, penambahan utang pemerintah, atau kenaikan pajak.
“Jajak pendapat kami menunjukkan bahwa meningkatnya kekhawatiran tentang perang tidak memberi para pemimpin izin untuk membelanjakan dana besar untuk pertahanan,” ujar Wride.
“Kalau pun ada, para pemilih kini semakin tidak bersedia melakukan pengorbanan yang diperlukan untuk meningkatkan keamanan militer. Jadi para pemimpin Eropa berada dalam posisi sulit — tidak bisa bergantung pada AS, tidak bisa menggunakan itu sebagai alasan untuk berinvestasi di dalam negeri, dan berada di bawah tekanan lebih besar untuk segera menyelesaikan ini dalam dunia di mana konflik terasa lebih dekat dari sebelumnya.”
Di Jerman, belanja pertahanan menjadi salah satu penggunaan anggaran yang paling tidak populer, hanya sedikit lebih disukai dibanding bantuan luar negeri.
Dukungan terhadap peningkatan anggaran pertahanan dengan mempertimbangkan konsekuensi anggaran juga turun tajam dibanding tahun lalu, baik di Perancis maupun Jerman.
Survei tersebut juga menunjukkan skeptisisme publik terhadap pembentukan tentara Uni Eropa di bawah satu komando pusat.
Gagasan itu hanya didukung oleh 22 persen responden di Jerman dan 17 persen di Perancis. Sementara itu, wajib militer paling banyak mendapat dukungan di Jerman dan Perancis, dengan sekitar setengah responden menyatakan mendukung kebijakan tersebut.
Baca juga: Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Meja Kuno, Kali Ini Terasa Beda
Tag: #makin #dekat #warga #yakin #perang #dunia #pecah #dalam #tahun #depan