Pencurian di Pesawat Makin Marak, Ini Rute dan Barang Incaran Para Maling
Ilustrasi kabin pesawat.(Dok. Unsplash/Gerrie van der Walt)
19:06
2 Januari 2026

Pencurian di Pesawat Makin Marak, Ini Rute dan Barang Incaran Para Maling

- Fenomena pencurian barang berharga di dalam pesawat kini menjadi perhatian serius di sejumlah negara Asia.

Kejahatan ini tak lagi bersifat insidental, melainkan dijalankan secara terorganisasi dan menyasar pelancong dengan barang bernilai tinggi, terutama di rute-rute padat di kawasan Asia.

Menurut laporan South China Morning Post, Selasa (30/12/2025), sejumlah otoritas bandara dan kepolisian mencatat lonjakan tajam kasus pencurian di kabin pesawat sepanjang 2024.

Sindikat asal China menjadi perhatian utama di balik maraknya kejahatan ini.

Kasus pencurian naik hingga 70 persen

Pakar penerbangan menyoroti meningkatnya aktivitas sindikat pencuri di rute-rute internasional Asia.

Mereka menyasar tas dan barang berharga seperti uang tunai, kartu kredit, serta aksesori mewah yang disimpan di kompartemen atas.

Asosiasi Maskapai Asia Pasifik (AAPA) mencatat sebanyak 365 juta penumpang internasional diangkut sepanjang 2024—naik 30,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Seiring lonjakan penumpang, kasus pencurian di dalam pesawat pun ikut meningkat.

Di Malaysia dan Hong Kong, misalnya, peningkatan kasus pencurian mencapai hingga 70 persen selama 2024.

Penangkapan pelaku di berbagai negara mengarah pada dugaan bahwa kelompok kriminal asal China mendalangi kejahatan ini.

Kejadian ini semakin sering terjadi sejak aturan bebas visa diberlakukan di beberapa negara Asia pascapandemi Covid-19.

“Kenaikan pencurian di dalam pesawat tampaknya bersifat terorganisasi dan sebagian besar dijalankan dari China,” ujar Wakil Presiden Senior International Air Transport Association (IATA), Nick Careen.

Singapura tindak tegas pelaku pencurian

Ilustrasi pesawat, penerbangan.UNSPLASH/HANS DORRIES Ilustrasi pesawat, penerbangan.Singapura menjadi salah satu negara yang aktif mengumumkan penindakan terhadap pelaku pencurian di kabin.

Sepanjang 2025, empat warga negara China telah didakwa atas kasus pencurian di penerbangan yang mendarat di Bandara Changi.

Salah satu kasus menonjol melibatkan Liu Ming (26), yang dijatuhi hukuman 20 bulan penjara pada 23 Desember 2025.

Ia mencuri tas berisi barang senilai lebih dari 100.000 dollar AS (sekitar Rp 1,6 miliar) saat menumpang kelas bisnis Singapore Airlines dari Dubai ke Singapura.

“Tiket kelas bisnisnya diduga dibiayai sindikat,” ungkap penyidik.

Komandan Polisi Bandara Singapura, Malathi Muthu Veran, menekankan pentingnya laporan cepat dari penumpang untuk memudahkan pelacakan sebelum pelaku berpindah ke penerbangan lain.

Sementara itu di Malaysia, sepanjang 2024 tercatat 146 kasus pencurian di Bandara Internasional Kuala Lumpur, menjadikan total kasus sejak 2022 mencapai 267 insiden.

Kemudian, Bandara Internasional Narita Tokyo menangani 19 kasus dari Januari hingga Oktober 2024.

Hong Kong mencatat jumlah tertinggi, yakni 169 kasus sepanjang 2024, dengan nilai kerugian mencapai sekitar 700.000 dollar AS (sekitar Rp 11 miliar) hanya dalam 10 bulan.

Pengawasan kabin dinilai belum maksimal

Pakar penerbangan Dr Mohd Harridon Mohamen Suffian dari Universiti Kuala Lumpur Business School mengatakan, pelaku mencuri saat tas kabin tidak diawasi selama penerbangan.

“Pelaku sangat jeli melihat celah ini dan menyusun strategi untuk menyasar barang penumpang saat awak dan penumpang lengah,” ujarnya.

Sejumlah maskapai seperti Emirates, Cathay Pacific, dan Singapore Airlines telah memasang kamera pengawas di kabin.

Namun, pemasangan kamera belum menjadi standar industri dan kerap terbentur isu privasi serta biaya.

Di sisi lain, belum adanya sistem pelaporan terpadu antar-maskapai membuat sindikat lebih mudah berpindah-pindah penerbangan tanpa terdeteksi.

“Maskapai seharusnya memimpin dengan memperbaiki sistem pelaporan, melatih awak kabin dalam pencegahan pencurian, dan berinvestasi pada langkah keamanan yang lebih baik,” kata Kapten Abdul Manan Mansor dari University College of Aviation Malaysia.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Inas Rifqia Lainufar | Editor: Inas Rifqia Lainufar)

Tag:  #pencurian #pesawat #makin #marak #rute #barang #incaran #para #maling

KOMENTAR