Israel Lakukan Pembantaian di Rafah, Serangan Dini Hari, Perbatasan Mesir Juga Kena Hajar
Asap mengepul selama pemboman Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 12 Februari 2024 di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas Palestina. Serangkaian serangan udara Israel di kota Rafah di Gaza selatan pada 12 Februari 2024 menewaskan 52 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dikuasai Hamas. Serangan tersebut menghantam 14 rumah dan tiga masjid di berbagai bagian Rafah, menurut pemerintah Hamas. 
16:30
12 Februari 2024

Israel Lakukan Pembantaian di Rafah, Serangan Dini Hari, Perbatasan Mesir Juga Kena Hajar

Militer Israel mengatakan pada Senin (12/1/2024) dini hari kalau mereka telah melakukan “gelombang serangan” terhadap Rafah, kota di Jalur Gaza.

Rafah kini menjadi kota terpadat di kantung wilayah Palestina tersebut di mana lebih dari 1 juta pengungsi Palestina berada di kota tersebut, New York Times melaporkan.

Sekitar pukul 3 pagi waktu setempat, Pasukan Pendudukan Israel (IDF) mengatakan melalui Telegram kalau serangan terhadap target penting (IDF menggunakan diksi target berkualitas), telah berakhir.

Gambar dan video di media sosial menunjukkan orang-orang terluka dan kerusakan bangunan.

Outlet berita melaporkan serangan mematikan terhadap dua masjid di Rafah dan mengatakan orang-orang dibawa ke Rumah Sakit Kuwait di kota tersebut.

Sekutu terpenting Israel, termasuk AS dan Inggris, telah memperingatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk tidak meneruskan rencana pengiriman pasukan ke Rafah.

PBB mengatakan, warga Palestina di sana kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, dan serangan darat akan berisiko memperburuk bencana yang sudah terjadi.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berjanji pada Minggu untuk menjamin “koridor aman” bagi warga Palestina ke wilayah utara Gaza sebelum rencana invasi darat, meskipun dia tidak memberikan rinciannya.

Dia berdalih Israel tidak punya pilihan selain menyelesaikan serangannya terhadap Hamas, yang dikatakannya bersembunyi di antara warga sipil di Rafah.

PBB dan kelompok-kelompok bantuan mengatakan bahwa orang-orang di Rafah, yang sebagian besar telah meninggalkan rumah mereka setidaknya sekali untuk menghindari serangan Israel sejak awal perang, tidak punya tempat lain untuk pergi.

100 Orang Terbantai

 TV Al-Mamlaka melaporkan, para narasumber medis di Rafah melaporkan kalau lebih dari 100 warga Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka.

Para korban, termasuk anak-anak dan wanita, bermandi darah karena serangan udara Israel pada Senin pagi.

Para korban tiba di rumah sakit Rafah akibat serangan udara besar-besaran Israel di kota tersebut.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) menyatakan kalau Rafah menyaksikan serangan udara Israel yang intens, terutama terkonsentrasi di pusat kota, menargetkan rumah-rumah penduduk di dekat markas PRCS.

Direktur Rumah Sakit Kuwait, Suhaib Al-Hams menyatakan, rumah sakit tersebut kewalahan menangani pasien yang mengalami luka kritis dan kekurangan obat-obatan serta serum.

Sumber-sumber lokal juga melaporkan bahwa kalau pesawat-pesawat tempur melancarkan serangkaian serangan udara intensif, diperkirakan sekitar 40 serangan udara, menargetkan sejumlah rumah dan masjid yang melindungi para pengungsi, bersamaan dengan penembakan artileri intensif dan pemboman angkatan laut di kota Rafah.

Di antara masjid-masjid yang menjadi sasaran adalah Masjid Al-Rahma di Shabura dan Masjid Al-Huda di kamp Yibna, keduanya menampung puluhan pengungsi di Rafah, selain lebih dari 14 rumah tempat tinggal.

Perbatasan Mesir Juga Kena Hajar

Serangan udara Israel juga menyasar wilayah dekat perbatasan dengan Mesir.

Dalam siaran persnya, Hamas menyatakan bahwa serangan Israel ke Rafah merupakan kelanjutan dari ‘perang genosida’ dan upaya pemindahan paksa yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

Perkiraan menunjukkan sekitar 1,4 juta warga di Rafah setelah Pasukan Pendudukan Israel (IOF) memaksa ratusan ribu warga Palestina dari Jalur Gaza utara untuk mengungsi ke selatan.

Pada Minggu malam, seorang wanita Palestina tewas dan lainnya terluka akibat tembakan penembak jitu Israel di dalam kompleks Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan.

IDF menyatakan bahwa mereka melakukan serangkaian serangan di Jalur Gaza selatan yang kini telah ‘berhenti’, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sebelum serangan sebelumnya di kota-kota Gaza, IDF akan meminta warga sipil untuk mengungsi tanpa menyiapkan rencana evakuasi khusus.

Organisasi bantuan memperingatkan kalau setiap serangan terhadap Rafah di bagian selatan Jalur Gaza akan menjadi bencana besar, karena ini adalah tempat terakhir yang relatif aman di sektor yang hancur akibat kampanye militer Israel.

(oln/aja/jn/*)

Tag:  #israel #lakukan #pembantaian #rafah #serangan #dini #hari #perbatasan #mesir #juga #kena #hajar

KOMENTAR