8 Hal Tak Terduga yang Sebabkan Tekanan Darah Tinggi, Termasuk Stres
- Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap tekanan darah tinggi hingga komplikasi serius muncul.
Kondisi pembunuh diam-diam ini sangat berbahaya, karena merusak pembuluh darah, jantung, dan ginjal, tanpa keluhan kesehatan yang jelas pada tahap awal.
Secara sederhana, masalah ini terjadi ketika dorongan aliran darah terhadap dinding pembuluh manusia terlalu kuat. Ketiadaan tanda fisik yang khas sering membuat pasien terlambat mencari penanganan medis.
Baca juga: Stres Finansial Ternyata Bisa Merusak Jantung, Dampaknya Setara Tekanan Darah Tinggi
"Pada sebagian besar kasus, tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala. Jadi, orang tidak merasa memilikinya, yang mana menjadi alasan mengapa pemeriksaan rutin sangat penting," kata dokter spesialis jantung dari NYU Langone Health, Lawrence Phillips, menyadur Prevention, Jumat (8/5/2026).
Mengetahui pemicunya sejak dini adalah langkah pertahanan terbaik sebelum terlambat.
Guna menjaga kesehatan jantung, kamu perlu mewaspadai berbagai kebiasaan maupun kondisi medis tersembunyi yang diam-diam memicu naiknya tekanan darah.
Kebiasaan makan dan gaya hidup
1. Sering mengonsumsi makanan olahan dan cepat saji
Mengonsumsi garam berlebihan berdampak langsung pada kelancaran aliran darahmu. Sering kali, natrium tinggi berasal dari makanan olahan seperti roti, piza, hingga sereal kemasan, yang rentan memicu penumpukan lemak berlebih.
"Lebih banyak garam berarti lebih banyak natrium dalam darah, yang kemudian menarik air dari jaringan sekitarnya ke dalam pembuluh darah dan meningkatkan volume darah," ujar pendiri dan dokter spesialis jantung utama di Vivify Medical, Amnon Beniaminovitz.
"Kami melihat jumlah tekanan darah tinggi yang sangat besar pada pasien obesitas," ungkap dr. Phillips.
2. Kurangnya aktivitas fisik
Gaya hidup bermalas-malasan dan terlalu lama duduk sangat merugikan kesehatan.
Baca juga: Waspadai Tekanan Darah Tinggi, Ini Pertolongan Pertama Jika Pasien Tak Sadarkan Diri
Kurangnya aktivitas harian membuat saluran peredaran darah kehilangan kelenturannya. Rutin berolahraga ringan sangat membantu jantung memompa darah lebih leluasa.
"Kurang gerak menyebabkan peningkatan tekanan darah, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata dr. Beniaminovitz.
Kesehatan mental dan emosional
3. Tingkat stres yang tinggi
Saat tertekan, tubuh otomatis melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang memicu peningkatan detak jantung, serta penyempitan pembuluh darah.
Ilustrasi hipertensi. Tekanan darah tinggi (hipertensi) disebut sebagai silent killer karena tanpa gejala, tetapi memberi efek fatal. Ini terjadi ketika tensi 140/90 mmHg.
Padatnya kesibukan sering kali membuat seseorang terjebak dalam rasa cemas berkepanjangan tanpa istirahat.
"Orang-orang harus mengenali diri mereka sendiri beserta pemicunya, dan bagaimana mereka dapat menjauhkan diri dari situasi yang meningkatkan stres dan kecemasan," ujar dr. Phillips.
Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Sebabkan Sakit Kepala, Mitos atau Fakta?
4. Rasa kesepian yang berkepanjangan
Merasa terisolasi dari lingkungan sosial bisa memicu pelepasan hormon stres.
Jika dibiarkan, perasaan sepi berisiko berkembang menjadi depresi, yang sangat berkaitan dengan memburuknya tekanan darah di masa depan.
Masalah kesehatan dan pengaruh lainnya
5. Kualitas tidur yang buruk
Kurang tidur memicu rasa lelah dan keinginan makan berlebihan yang berdampak pada berat badan.
Salah satu pemicu hipertensi saat tidur adalah gangguan henti napas sesaat bagi mereka yang mendengkur keras.
"Hal ini menyebabkan tidur terputus dan penurunan kadar oksigen dalam tubuh, dan bagian dari respons tubuh adalah meningkatkan tekanan darah," jelas dr. Phillips.
6. Masalah penyakit bawaan
Beberapa gangguan kesehatan, seperti masalah kelenjar tiroid atau penurunan fungsi ginjal, bisa menjadi akar tingginya tekanan darahmu.
Mengenali berbagai gejala aneh pada tubuh sedini mungkin sangat penting untuk penyembuhan.
7. Efek samping obat tertentu
Beberapa jenis obat seperti antidepresan, pereda hidung tersumbat, atau pil KB, memiliki efek samping yang memengaruhi tekanan darah. Selalu komunikasikan daftar obat harianmu dengan dokter guna mendapat alternatif aman.
"Idealnya obat-obatan tersebut dihentikan atau diganti dengan yang tidak memiliki efek, atau efeknya lebih sedikit pada tekanan darah," ujar dr. Beniaminovitz.
8. Faktor genetik dan keturunan
Faktor genetik berpengaruh, tetapi gaya hidup jauh lebih menentukan kesehatanmu. Lingkungan keluarga sering menularkan pola makan buruk dan kebiasaan malas bergerak, yang patut diubah agar terhindar dari ancaman mematikan ini.
"Gen kita juga berinteraksi dengan lingkungan dan kita dapat memengaruhinya melalui pilihan yang kita buat," pungkas dr. Beniaminovitz.
Baca juga: Studi: Kurang Tidur Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Tag: #terduga #yang #sebabkan #tekanan #darah #tinggi #termasuk #stres