Tema Hari Bidan Internasional 2026, ''One Million More Midwives'' dan Makna di Baliknya
Ilustrasi bidan. Krisis tenaga kesehatan global memicu seruan mendesak pada Hari Bidan Internasional 2026 untuk menambah satu juta bidan demi menjamin proses persalinan yang aman, manusiawi, dan berkualitas.(Freepik)
10:36
5 Mei 2026

Tema Hari Bidan Internasional 2026, ''One Million More Midwives'' dan Makna di Baliknya

Tanggal 5 Mei diperingati sebagai Hari Bidan Internasional yang tahun ini mengangkat tema mendesak "One Million More Midwives" guna merespons krisis kekurangan tenaga medis global yang kian mengancam keselamatan ibu dan bayi baru lahir.

Melansir International Midwives (ICM) (3/2/2026) menegaskan bahwa tanpa investasi masif pada sektor kebidanan, banyak negara akan terus menghadapi risiko kegagalan sistem kesehatan primer dan penurunan kualitas layanan persalinan secara drastis.

Kesenjangan jumlah tenaga kerja ini bukan sekadar angka, melainkan realitas pahit yang berdampak pada buruknya hasil kesehatan bagi keluarga dan meningkatnya beban kerja bidan yang ada hingga di luar batas kemampuan.

Krisis ini menuntut tindakan nyata dari para pembuat kebijakan untuk segera memperkuat sektor pendidikan dan kepemimpinan bidan di seluruh dunia.

Baca juga: Bidan Berperan Penting dalam Program KB dan Pencegahan Stunting

Mengapa dunia membutuhkan satu juta bidan lagi

Ilustrasi bayi. Krisis tenaga kesehatan global memicu seruan mendesak pada Hari Bidan Internasional 2026 untuk menambah satu juta bidan demi menjamin proses persalinan yang aman, manusiawi, dan berkualitas.Unsplash/Aditya Romansa Ilustrasi bayi. Krisis tenaga kesehatan global memicu seruan mendesak pada Hari Bidan Internasional 2026 untuk menambah satu juta bidan demi menjamin proses persalinan yang aman, manusiawi, dan berkualitas.

Bidan adalah penyedia layanan utama untuk kesehatan reproduksi, maternal, hingga asuhan bayi baru lahir.

Namun, banyak dari mereka yang saat ini bekerja tidak diberikan ruang untuk menjalankan praktik secara penuh sesuai kompetensi mereka akibat kendala regulasi.

Investasi pada bidan diklaim sebagai salah satu investasi terpintar yang bisa diambil oleh suatu negara untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data dari ICM dan WHO, berikut adalah dampak nyata jika kebutuhan satu juta bidan terpenuhi:

  • Menekan risiko kematian: Penambahan bidan yang teredukasi sesuai standar internasional mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan.
  • Mengurangi intervensi medis berlebih: Bidan membantu mengurangi penggunaan prosedur medis yang tidak perlu, sehingga biaya kesehatan menjadi lebih efisien.
  • Asuhan yang manusiawi: Memberikan pengalaman persalinan yang lebih personal, aman, dan menghargai hak-hak perempuan sepanjang masa kehamilan hingga pascapersalinan.

"Berinvestasi pada bidan bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan, tetapi juga merupakan langkah strategis yang paling cerdas bagi sistem kesehatan mana pun," tulis pernyataan resmi International Midwives.

Baca juga: Hari Bidan Nasional: Mengenal Perjuangan dan Peran Bidan dalam Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak

Transformasi melalui model asuhan kebidanan berkelanjutan

Di samping pemenuhan jumlah, cara pemberian layanan juga menjadi fokus utama dalam peringatan tahun ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (5/5/2026) mendorong transisi ke Midwifery Models of Care (MMoC), sebuah model yang mengedepankan kesinambungan perawatan.

Dalam model ini, bidan bertindak sebagai penyedia layanan utama yang mendampingi ibu mulai dari masa kehamilan, saat melahirkan, hingga periode nifas.

Pendekatan ini terbukti memberikan hasil kesehatan yang lebih baik dan pengalaman yang lebih positif bagi keluarga karena adanya hubungan kepercayaan yang terbangun sejak awal.

Namun, transisi ini masih terhambat oleh masalah organisasi dan pendanaan. WHO menekankan bahwa tanpa penguatan kepemimpinan bidan dan integrasi yang adil dalam sistem kesehatan, upaya untuk memberikan asuhan yang berkualitas dan setara bagi semua perempuan akan sulit tercapai.

"Bukti global secara konsisten menunjukkan bahwa kontinuitas asuhan oleh bidan yang dikenal berhubungan dengan hasil kesehatan yang lebih baik, peningkatan pengalaman bagi perempuan, serta penggunaan sumber daya kesehatan yang jauh lebih efisien," tulis WHO dalam catatan teknisnya mengenai penguatan model asuhan kebidanan.

Baca juga: Kisah Bidan Tessa Bantu Persalinan di Pesawat pada Ketinggian 35.000 Kaki

Tag:  #tema #hari #bidan #internasional #2026 #million #more #midwives #makna #baliknya

KOMENTAR