Covid-19 Cicada Sudah Menyebar ke Puluhan Negara, Ini Daftar Wilayahnya
Ilustrasi Covid-19. Varian Covid-19 Cicada telah ditemukan di berbagai negara dengan penyebaran yang terus dipantau.(Gambar dibuat dengan AI)
19:06
1 April 2026

Covid-19 Cicada Sudah Menyebar ke Puluhan Negara, Ini Daftar Wilayahnya

Varian baru Covid-19 BA.3.2 atau yang dikenal sebagai Covid-19 Cicada kini telah terdeteksi di puluhan negara dan menunjukkan tren penyebaran lintas wilayah.

Data global menunjukkan varian ini muncul di berbagai kawasan, mulai dari Amerika Serikat hingga Eropa dan Afrika, sehingga menjadi perhatian otoritas kesehatan dunia.

Mengutip Kompas.id (1/4/2026), varian ini masuk dalam daftar pemantauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena jumlah mutasinya yang tinggi dan penyebarannya yang terus berkembang.

Baca juga: Varian Covid-19 Cicada Belum Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Kemenkes

Covid-19 Cicada sudah ditemukan di berbagai negara

Sejauh ini, penyebaran Covid-19 Cicada tercatat terjadi di sejumlah wilayah di dunia dengan tren peningkatan kasus.

Data menunjukkan bahwa negara Covid-19 Cicada tidak hanya terbatas di satu kawasan, tetapi telah menjangkau beberapa benua. Beberapa negara yang melaporkan keberadaan varian ini antara lain:

  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Inggris
  • Belanda
  • Kenya
  • Beberapa negara di Eropa Timur

Menurut laporan Today (31/3/2026), varian ini bahkan telah terdeteksi di setidaknya 25 negara bagian di Amerika Serikat.

Selain itu, varian ini juga ditemukan dalam sampel air limbah, yang menjadi indikator awal penyebaran virus di masyarakat.

Baca juga: Varian Covid-19 “Cicada” Terdeteksi di Banyak Negara, Ini Gejala dan Faktanya

Penyebaran global terjadi secara perlahan sejak 2024

Ilustrasi Covid-19. Varian Covid-19 Cicada telah ditemukan di berbagai negara dengan penyebaran yang terus dipantau.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Covid-19. Varian Covid-19 Cicada telah ditemukan di berbagai negara dengan penyebaran yang terus dipantau.

Varian Covid-19 Cicada sebenarnya bukan varian baru yang muncul secara tiba-tiba.

Melansir The Conversation (28/3/2026), profesor kedokteran dari University of Virginia Kyle B. Enfield, menjelaskan bahwa varian ini telah terdeteksi sejak November 2024 di Afrika Selatan.

Sejak saat itu, virus menyebar secara perlahan dan sempat tidak terdeteksi dalam waktu lama sebelum akhirnya meningkat pada 2025 hingga 2026.

Para ahli menyebut pola ini mirip dengan serangga cicada yang muncul setelah “bersembunyi” dalam waktu lama.

Baca juga: Waspada Varian Baru Covid-19 XFG, Sudah Tersebar di 38 Negara

Mengapa varian ini bisa menyebar ke banyak negara?

Kemampuan mutasi yang tinggi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi penularan Covid-19 Cicada.

Varian BA.3.2 memiliki sekitar 70 hingga 75 mutasi pada spike protein, yaitu bagian virus yang digunakan untuk masuk ke dalam sel manusia.

Perubahan ini membuat virus lebih sulit dikenali oleh sistem imun, sehingga berpotensi menyebar lebih luas.

Ahli virologi Andrew Pekosz, menyebut varian ini terlihat “berbeda” bagi sistem kekebalan tubuh.

Apakah penyebarannya sudah mengkhawatirkan?

Meski telah menyebar di banyak negara, para ahli menilai varian Covid-19 Cicada belum menunjukkan dampak yang lebih berat dibanding varian sebelumnya.

Tidak ada bukti bahwa varian ini menyebabkan peningkatan keparahan penyakit atau lonjakan besar kasus secara global.

Namun, karena penyebarannya terus dipantau, kewaspadaan tetap diperlukan terutama di negara-negara yang telah melaporkan kasus.

Baca juga: Peneliti BRIN Ungkap Ciri dan Risiko Long Covid, Ancaman Kesehatan Pascapandemi

Indonesia belum terdampak, tetapi tetap perlu waspada

Kementerian Kesehatan memastikan bahwa varian Covid-19 Cicada belum ditemukan di Indonesia hingga akhir Maret 2026.

Meski demikian, pengawasan tetap diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya varian dari luar negeri.

Masyarakat diimbau tetap menjaga protokol kesehatan dasar dan tidak mengabaikan gejala infeksi pernapasan.

Meluasnya penyebaran Covid-19 Cicada di berbagai negara menunjukkan bahwa virus masih terus berkembang dan bermutasi.

Meski belum menjadi ancaman besar, pola penyebaran lintas negara menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tetap diperlukan.

Para ahli menekankan pentingnya pemantauan global dan kesiapan sistem kesehatan untuk menghadapi kemungkinan perubahan situasi.

Baca juga: Studi: Pandemi Mempercepat Penuaan Otak, Termasuk Orang yang Tidak Terinfeksi Covid-19

Tag:  #covid #cicada #sudah #menyebar #puluhan #negara #daftar #wilayahnya

KOMENTAR