Pentingnya Dukungan Sosial untuk Pemulihan Pasien Kanker Anak
Dalam peringatan Hari Kanker Anak Internasional, YOAI melakukan serangkaian kegiatan yang melibatkan pasien kanker anak, orang tua pasien, dan juga para survivor di Jakarta (15/2/2026).(Dok YOAI)
08:36
16 Februari 2026

Pentingnya Dukungan Sosial untuk Pemulihan Pasien Kanker Anak

Bagi anak dengan kanker, selesai menjalani pengobatan bukan berarti akhir dari proses pemulihan. Ada sisi lain dari kesembuhan yang sama pentingnya dengan terapi medis, yakni pemulihan psikologis, sosial, dan spiritual. 

Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkolgi Anak, dr. Endang Windiastuti, SpA, SubspHO (K), menambahkan bahwa target pengobatan kanker tentu saja kesembuhan. 

“Tetapi sembuh saja tidak cukup. Kita harapkan mereka menjadi seorang anak penerus bangsa yang berkualitas. Bahkan sesmisal ada gejala sisa, tentu dengan monitoring rutin bisa kita atasi," paparnya.

Ia mencontohkan, setelah siklus kemoterapi yang biasanya dijalani di rumah sakit selama sekitar 5–10 hari, sebagian besar waktu anak justru dihabiskan di rumah dan lingkungan sekitarnya. 

Baca juga: Saat Leukemia Dominasi Kanker Anak dan Dokter Katakan Hati Gembira adalah Obat...

"Di fase inilah dukungan dari seluruh keluarga apalagi di Indonesia umumnya menganut extended family atau keluarga besar. Mereka ini yang kita harapkan aktif memberikan dukungan,” kata dr.Endang.

Dukungan emosional, suasana yang hangat, serta ajakan untuk kembali beraktivitas ringan dan bermain membantu anak membangun kembali rasa aman, percaya diri, dan semangat hidup. Karena bagi anak, dunia mereka adalah dunia bermain.

“Kami pernah melakukan penelitian di rumah sakit, bahwa dengan pendekatan multidipilin yag menggabungan aspek medis dan dukungan sosial-keluarga lalu jika dibandingkan pendekatan medis saja, ternyata aspek yang paling berdampak signifikan adalah dukungan keluarga,” ujarnya.

Baca juga: YOAI Luncurkan Buku Panduan Kanker Anak Bagi Orangtua

Peringatan Hari Kanker Anak oleh YOAI

Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Rahmi L. Adi Putra mengatakan beberapa tahun terakhir, fokus YOAI adalah program pemulihan untuk pasien kanker anak

“Pengobatan tentu sangat penting tetapi setelah pengobatan, program pemulihan ini juga tidak kalah penting. Karena faktanya, saat ini kerap terjadi para survivor kanker anak yang sudah berhasil remisi dan kembali ke sekolah, kadang mereka mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan dari teman-temannya,” katanya.

Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Rahmi L. Adi Putra.Dok YOAI Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Rahmi L. Adi Putra.

Merayakan peringatan Hari Kanker Anak Internasional, YOAI melakukan serangkaian kegiatan yang melibatkan pasien kanker anak, orang tua pasien, dan juga para survivor kanker anak. 

Peringatan Hari Kanker Anak Internasional tahun ini berlangsung di Kemendikti, Jakarta (15/2) dan mengusung tema “Demonstrating Impact; From Challenge to Change” yang merupakan program triogi global Childhod Cancer International.

Baca juga: Tingkat Kesembuhan Kanker Anak di Negara Maju Lebih tinggi

Serangkaian acara digelar YOAI dalam peringatan HKAI tahun 2026 berupa 5K Charity Run dengan tema INTERACTIVE 2026 – “Chasing Stars, Sparking Hope” yang diadakan mahasiswa Fakultas Kedoteran Universitas Indonesia. 

Selain itu YOAI secara khusus menggandeng Komunitas Harley Davidson Indonesia, yang mengajak para pejuang kanker berkendara dengan moge mengelilingi Jl. Asia Afrika, “Ride of Joy”

“Sepuluh tahun lalu, kami para survivor pernah melakukan berkendara dengan Harley Davidson dan rasa bahagianya masih terasa sampai saat ini. Sekarang kami di komunitas survivor sudah dewasa dan ingin memberikan pengalaman membahagiakan yang sama kepada adik-adik survivor kami,” ujar Saprita Tahir, Ketua Cancer Buster Community, yaitu komunitas survivor kanker di bawah naungan YOAI. 

Baca juga: Leukemia Jadi Kanker Anak Terbanyak di Indonesia, Apa Gejala Awalnya?

YOAI secara khusus menggandeng Komunitas Harley Davidson Indonesia, yang mengajak para pejuang kanker berkendara dengan moge mengelilingi Jl. Asia Afrika, ?Ride of Joy?.Dok YOAI YOAI secara khusus menggandeng Komunitas Harley Davidson Indonesia, yang mengajak para pejuang kanker berkendara dengan moge mengelilingi Jl. Asia Afrika, ?Ride of Joy?.

Pejuang kanker anak juga dapat mengikuti kegiatan Art Therapy “A Pause for Joy” bersama Tisik Asa. Mereka menghias cermin dengan sticker atau hiasan lainnya, yang tujuannya secara simbolis mendorong mereka tetap percaya diri, meskipun terlihat berbeda. 

“Kegiatan hari ini tujuannya adalah menghibur pasien dan orang tuanya. Kami berharap acara ini bisa menambah semangat baru, harapan baru, dan mereka bisa kembali semangat menjalani pengobatan, sehingga bisa sembuh seperti yang dharapkan,” pungkas Saprita.

Baca juga: Hari Kanker Anak Sedunia: Kemenkes Kenalkan Rencana Aksi Nasional Kanker Anak

Tag:  #pentingnya #dukungan #sosial #untuk #pemulihan #pasien #kanker #anak

KOMENTAR