Bukan Sekadar Pengganti Nasi, Ini Segudang Manfaat Kentang untuk Diet dan Imunitas Tubuh
– Bagi sebagian orang, khususnya mereka yang sedang menjalankan program diet, kentang sering kali menjadi pilihan utama sebagai pengganti nasi. Teksturnya yang lembut, rasanya netral, dan mudah diolah menjadi berbagai menu membuat kentang jadi favorit banyak orang. Tak hanya karbohidrat, ternyata kentang juga mengandung banyak manfaat yang jarang dibahas lho!
Dilansir dari Healthline, kentang termasuk sumber makanan yang kaya akan vitamin dan mineral penting. Kandungan nutrisinya dapat bervariasi tergantung pada jenis kentang serta cara pengolahannya. Selain menjadi sumber energi dari karbohidrat kompleks, kentang juga mengandung vitamin C, vitamin B6, kalium, magnesium, fosfor, zat besi, serta antioksidan alami seperti flavonoid dan karotenoid.
Alodokter menyebutkan kentang juga mengandung folat, vitamin K, selenium, fosfor, zat besi, magnesium, dan kalsium. Kombinasi vitamin dan mineral ini mendukung berbagai fungsi tubuh mulai dari metabolisme energi hingga kesehatan tulang. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sebagian besar nutrisi tersebut justru tersimpan di bagian kulitnya. Karena itu, konsumsi kentang dengan kulitnya (setelah dicuci bersih) bisa membantu tubuh mendapatkan manfaat maksimal.
Bagi yang ingin tahu, berikut adalah beragam manfaat kentang bagi kesehatan:
1. Sumber Energi dan Nutrisi Lengkap
Menurut Alodokter, kentang memiliki manfaat besar karena kandungan nutrisinya yang lengkap dan seimbang. Dalam 100 gram kentang terdapat sekitar 87 kalori, 20 gram karbohidrat, 1,9 gram protein, dan 1,8 gram serat.
Selain itu, kentang juga mengandung berbagai mineral penting seperti 380 miligram kalium, 0,3 miligram zinc, dan 13 miligram vitamin C. Tak hanya itu, ada pula kandungan folat, vitamin B6, vitamin K, selenium, fosfor, zat besi, magnesium, serta kalsium, sebagian besar tersimpan di kulit kentang.
Karena itu, mengonsumsi kentang beserta kulitnya setelah dicuci bersih bisa memberikan manfaat gizi yang lebih maksimal. Kentang juga bebas lemak dan kolesterol, serta memiliki kadar natrium alami yang rendah, sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah.
Namun, cara pengolahan sangat berpengaruh terhadap nilai gizinya. Kentang yang digoreng umumnya mengandung lebih banyak lemak, garam, dan kalori dibandingkan kentang yang direbus, dikukus, atau dipanggang. Jadi, agar manfaatnya tetap optimal, sebaiknya olah kentang dengan cara yang lebih sehat tanpa menambahkan minyak atau garam berlebihan.
2. Membantu Menurunkan Berat Badan
Banyak yang beranggapan bahwa kentang bisa menyebabkan kenaikan berat badan, padahal sebenarnya kentang justru dapat membantu menjaga berat badan bila diolah dengan cara yang tepat. Menurut Verywell Health, kunci utama dalam menurunkan berat badan secara berkelanjutan adalah dengan rutin mengonsumsi makanan yang padat gizi (nutrient-dense). Kentang termasuk dalam kategori ini karena rendah lemak, tinggi serat, dan memiliki jumlah kalori yang tergolong moderat.
Dalam 100 gram kentang, terdapat sekitar 87 kalori. Kandungan seratnya yang tinggi membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu mengontrol asupan makanan. Oleh karena itu, kentang yang dimasak dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang tanpa tambahan garam dan minyak berlebih bisa menjadi pilihan pengganti nasi yang lebih sehat.
Selain itu, kentang juga bebas kolesterol dan tidak mengandung lemak jenuh, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang menjalani diet rendah lemak. Meski begitu, cara penyajian tetap perlu diperhatikan, hindari mengonsumsi kentang dalam bentuk gorengan, keripik, atau olahan dengan tambahan saus dan garam berlebih, karena bisa meningkatkan kalori dan mengurangi manfaat kesehatannya.
3. Kaya Antioksidan Penangkal Radikal Bebas
Selain membantu menurunkan berat badan, kentang juga berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Kandungan vitamin dan antioksidannya membuat kentang bukan hanya sumber energi, tetapi juga pelindung alami bagi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Menurut Verywell Health, kentang mengandung vitamin C yang berfungsi mendukung sistem imun sekaligus memperkuat pertahanan tubuh terhadap infeksi. Vitamin ini juga membantu mengurangi stres oksidatif yang dipicu oleh radikal bebas, molekul tidak stabil yang bisa merusak jaringan tubuh jika menumpuk. Antioksidan dalam kentang bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas tersebut, sehingga dapat membantu mencegah peradangan dan menjaga kesehatan sel secara keseluruhan.
Selain itu, bagian kulit kentang menyimpan manfaat tambahan. Kulit kentang mengandung quercetin, yaitu senyawa flavonol alami yang diyakini membantu memperkuat daya tahan tubuh dengan mengurangi peradangan. Meski riset mengenai quercetin dalam kentang masih terus dikembangkan, senyawa ini sudah dikenal luas di dunia medis karena potensinya dalam menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan sistem imun.
Dengan demikian, kentang bukan hanya makanan yang mengenyangkan, tetapi juga memiliki manfaat komprehensif bagi kesehatan tubuh, mulai dari membantu pengendalian berat badan hingga melawan efek negatif radikal bebas.
Seperti dijelaskan oleh Healthline, Verywell Health, dan Alodokter, kunci utama untuk mendapatkan manfaat maksimal dari kentang terletak pada cara pengolahannya. Pilih metode yang lebih sehat seperti mengukus, merebus, atau memanggang tanpa banyak minyak dan garam. Hindari penggunaan mentega atau saus tinggi kalori agar nilai gizinya tetap optimal. Dengan konsumsi yang seimbang dan bijak, kentang bisa menjadi bagian penting dari pola makan sehat yang mendukung gaya hidup aktif dan bugar. (*)
Tag: #bukan #sekadar #pengganti #nasi #segudang #manfaat #kentang #untuk #diet #imunitas #tubuh