



Kenali Gejala Umum Mata Minus, dari Genetik hingga Kebiasaan yang Tidak Disadari
Mata merupakan aset yang sangat penting bagi setiap orang. Salah satu organ tubuh yang membantu manusia melakukan berbagai aktivitas, termasuk memahami dunia.
Namun, mata juga sangat rentan terhadap gangguan kesehatan. Penting untuk mengetahui gejala mata minus agar segera ditangani dan mata tidak semakin parah. Mata minus atau rabun jauh biasa juga disebut miopia, adalah kondisi penglihatan umum dimana bisa melihat objek dekat dengan jelas.
Namun, akan menjadi lebih buram jika melihat objek jauh. Kondisi inilah yang terjadi ketika bentuk mata menyebabkan sinar cahaya membiaskan dengan tidak benar, yang mana memfokuskan gambar pada depan retina bukan pada retina mata.
Mata minus dapat berkembang secara bertahap dan cepat, dimana biasanya sering memburuk selama masa remaja dan anak-anak. Kondisi mata minus biasanya diturunkan dalam keluarga.
Gejala mata minus biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti membaca dengan jarak yang terlalu dekat dengan mata, jarang melakukan kegiatan di luar ruangan, dan kebiasaan menatap layar gawai terlalu lama. Selain itu, orang yang memiliki keluarga dengan miopia juga lebih rentan mengalami kondisi yang sama.
Dikutip dari website www.alodokter.com memaparkan bahwa ada beberapa gejala mata minus yang mungkin dialami penderitanya adalah sebagai berikut: 1. Penglihatan kabur saat melihat objek yang berjarak jauh2. Sakit kepala
3. Mata tegang
4. Sering menyipitkan mata untuk melihat objek yang jauh
5. Mata lelah ketika melakukan aktivitas yang membutuhkan penglihatan jarak jauh, seperti saat mengemudi atau berolahraga
6. Kecenderungan untuk duduk lebih dekat dengan layar TV atau komputer
7. Sering memegang benda dekat dengan wajah
Biasanya, orang dewasa dengan mata minus akan merasakan ketidaknyamanan dalam melakukan aktivitas yang melibatkan kemampuan visual. Kondisi ini kemudian akan disadari sebagai masalah dengan penglihatan mereka. Sementara itu, kondisi mata minus pada anak-anak akan lebih sulit dikenali karena mereka biasanya tidak menyadari gejalanya. Oleh sebab itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengetahui adanya gejala mata minus pada anak. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti apa penyebab dari mata minus. Namun, American Optometric Association menyebutkan penyebab rabun jauh dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan kebiasaan sehari-hari. Dikutip dari website hellosehat.com memaparkan berikut ini adalah beberapa penyebab mata minus yang umum terjadi yaitu: 1. Genetik Penyebab mata minus yang mungkin tidak sadari adalah faktor keturunan alias genetik. Bila salah satu orangtua mengalami rabun jauh, peluang untuk mengalami hal yang sama akan lebih besar. Semakin besar lagi risikonya jika kedua orangtua sama-sama memiliki mata minus. Sampai saat ini, penelitian menyatakan bahwa ada 40 gen yang menjadi penyebab seseorang mengalami rabun jauh.
2. Kebiasaan membaca dan bermain gadget Meskipun bukan menjadi penyebab mata minus yang utama, kebiasaan membaca meningkatkan risiko untuk mengalami rabun jauh. Terutama jika sering membaca di tempat yang redup dan jaraknya terlalu dekat ke mata. Gemar membaca memiliki risiko rabun jauh lebih besar ketimbang orang lain yang jarang membaca. Namun, risiko mengalami rabun jauh karena membaca dalam jarak dekat atau di tempat gelap juga berlaku untuk dalam penggunaan gadget dalam kondisi yang sama. Jadi, sebaiknya biasakan untuk membaca ataupun menulis dari jarak sekitar 40 sentimeter (cm) dari layar atau buku.
3. Jarang melakukan aktivitas di luar ruangan Ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa penyebab rabun jauh juga bisa dipengaruhi oleh kebiasaan jarang melakukan aktivitas di luar ruangan. Pasalnya, tingkat cahaya di dalam dan luar ruangan berbeda sehingga berpengaruh pada kesehatan mata. Pencahayaan dalam ruangan umumnya lebih gelap dan terbatas daripada pancaran sinar alami di luar sana. Hal ini kemudian membuat mata lama-lama lelah dan menurun kemampuannya untuk menangkap cahaya. Oleh karena itu, jika keadaan mengharuskan berkegiatan di dalam ruangan, usahakan atur pencahayaan ruangan sebaik mungkin agar tidak merusak mata.
4. Melihat layar gadget terlalu lama Dewasa ini, melihat anak terlalu asik dalam bermain gadget sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan, tidak sedikit pula orang tua yang menjadikan gadget sebagai solusi bila buah hatinya sedang rewel. Sebenarnya, para orang tua harus memperhatikan bila buah hatinya sering menatap layar gadget dalam waktu yang lama, karena gadget juga menjadi salah satu penyebab anak memiliki mata minus. Di sisi lain, menatap layar gadget terlalu lama juga akan menyebabkan anak lebih rentan mengalami mata kering, iritasi, lelah dan penglihatannya menjadi berbayang meskipun hanya sementara. Oleh karena itu, perhatikan dan batasilah penggunaan gadget anak, setidaknya 1 – 2 jam setiap harinya. Meskipun penyebab mata minus yang paling utama belum bisa diketahui secara pasti, Anda tetap bisa menurunkan risikonya. Beberapa hal yang dapat menurunkan risiko rabun jauh seperti: - Tidak membaca, menulis, dan melihat dalam jarak pandangan yang sangat dekat. - Sering-sering beraktivitas di luar ruangan. - Jika mata lelah, istirahatkan dulu mata Anda, jangan dipaksakan. - Hindari membaca dan menulis di tempat yang gelap atau kurang cahaya.
Biasanya, mata minus mulai terjadi ketika masa anak-anak dan berhenti saat masa remaja. Namun, tidak semuanya terjadi demikian. Tak jarang juga gangguan penglihatan, seperti mata minus bertahan hingga dewasa. Apabila mulai merasa mengalami gejala atau tanda-tanda mata minus, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Tanda mengalami rabun jauh tak hanya ditunjukkan dari tidak bisa melihat objek yang jauh dengan jelas saja, tapi biasanya muncul juga gejala seperti: - Sering sakit kepala dan pusing - Mata cepat lelah - Mata terasa tegang Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk menjalani visus mata. Pengobatan untuk mengatasi mata minus yang paling umum dilakukan adalah dengan memakai lensa kontak atau kacamata dengan lensa minus. Normalnya, cahaya dari luar harusnya jatuh tepat di retina agar bisa melihat dengan jelas. Namun, kelainan refraksi pada mata minus menyebabkan cahaya jatuh di depan retina mata sehingga benda yang posisinya jauh akan terlihat buram atau tampak kabur. Dikutip dari website aido.id memaparkan bahwa mata minus sering kali dikaitkan dengan berbagai komplikasi, mulai dari ringan sampai berat, seperti berikut ini : 1. Kualitas hidup berkurang, mata minus yang tidak ditangani dengan baik dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tidak dapat melakukan aktivitas atau tugas sebaik yang diinginkan. Selain itu, penglihatan yang terbatas juga akan mengurangi kesenangan dari aktivitas sehari-hari. 2. Ketegangan mata, dimana rabun jauh yang tidak ditangani dengan baik dan tepat akan menyebabkan sering menyipitkan mata atau mata menjadi tegang untuk mempertahankan fokus. Hal inilah yang bisa menyebabkan kelelahan mata dan sakit kepala. 3. Keselamatan terganggu, maksudnya adalah keselamatan dan orang lain dapat menjadi terancam apabila tidak segera diperbaiki. Dimana bisa menjadi sangat serius saat mengendarai kendaraan atau mengoperasikan alat berat. 4. Beban keuangan, biaya lensa, pemeriksaan mata, dan perawatan medis bisa bertambah, apalagi jika kondisi yang dialami adalah kronis seperti mata minus. Selain itu, pengurangan penglihatan dapat mempengaruhi potensi pendapatan dalam beberapa kasus.
Tag: #kenali #gejala #umum #mata #minus #dari #genetik #hingga #kebiasaan #yang #tidak #disadari