

CEO Speaks Nextgen Startup Day Jadi Wadah Pembinaan Startup Digital Biar Nggak Memble. (Istimewa)


CEO Speaks Nextgen Startup Day jadi Wadah Pembinaan Startup Digital Biar Nggak Memble
- Kondisi pasar yang dinamis serta perkembangan teknologi yang semakin pesat menghadirkan tantangan tersendiri bagi bisnis startup atau perusahaan rintisan yang kebanyakan memanfaatkan teknologi digital. Menurut tren terkini, banyak startup yang gagal pada lima tahun pertama sejak dirintis bukan karena minimnya ide inovatif, melainkan kurangnya strategi untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut. Menanggapi tingginya kebutuhan akan ketangguhan bisnis, Binus Business School melalui acara CEO Speaks Nextgen Startup Day, memberikan kesempatan bagi mahasiswa, alumni, rekanan industri dan masyarakat umum untuk mempelajari cara meningkatkan ketahanan bisnis agar lebih kokoh dan fleksibel. Acara CEO Speaks Nextgen Startup Day dimulai dengan startup exhibition yang menonjolkan ide-ide bisnis para mahasiswa dan alumni binaan Binus University, baik dari kampus Binus Kemanggisan, Senayan, Alam Sutera, maupun Bandung. Kemudian, para narasumber dari pihak venture capitalist dan business founder mengikuti sesi ramah tamah bersama pemimpin Binus University untuk memperkuat jaringan profesional. Sejalan dengan tema yang diusung, CEO Speaks Nextgen Startup Day menghadirkan talkshow bernuansa kasual yang menyoroti berbagai sudut pandang dalam perintisan startup di tengah dinamika era digital langsung dengan praktisinya. "Tantangan untuk entrepreneur sekarang, fokus pada value proposition yang mereka punya di bisnis harus sangat kuat karena permintaan dari pasar sangat tinggi dan kompetisi makin kompetitif," jelas Daditya Pramana Managing Partner di Venturra dan alumni Binus International jurusan Business Information Systems tahun 2015 melalui keterangannya, Sabtu (30/11). Di saat yang bersamaan, Melisa Irene selalu Partner di East Ventures dan alumni Binus International jurusan Finance tahun 2015 menyebut, di saat situasi yang banyak ketidakpastian, sekarang para founder harus lebih tangguh, harus lebih fokus pada apa yang dibutuhkan oleh konsumen mereka. "Tidak bisa lagi try to build so many things. Selain itu, harus jauh lebih kreatif, inovatif dan fokus pada sustainability juga harus membangun perusahaan yang everlasting, tahan banting terhadap situasi investasi yang bisa saja naik dan turun," ungkap Melisa. Untuk melengkapi sudut pandang dari diskusi bersama venture capitalist, Ellen Pranata Founder dan CEO KLAR Smile menyoroti sisi pendiri startup, dimana KLAR Smile sempat didanai oleh Ventura dan East Ventures. Selama diskusi tersebut, Ellen memaparkan strategi berkelanjutan yang telah diterapkan dalam model bisnis unik KLAR Smile, yaitu menawarkan solusi modern aligner gigi sebagai pengganti behel konvensional dan produk perawatan gigi khusus melalui berbagai channel. Dia juga membahas bagaimana pendiri startup dapat meyakinkan venture capitalist tentang keberlanjutan model bisnis mereka, strategi membangun bisnis yang scalable agar tetap relevan serta kokoh di tengah pasar yang berubah-ubah, dan bagaimana pendiri bisa berkontribusi bagi ekosistem startup yang lebih sehat di Indonesia. Melalui acara CEO Speaks Nextgen Startup Day ini, Binus Business School mengklaim ingin mendekatkan mahasiswa dan masyarakat umum dengan praktisi C-level untuk mendapatkan insight bisnis secara langsung dari ahlinya dan meningkatkan keterlibatan alumni dengan kampus. Dengan demikian, mereka dapat mendirikan bisnis yang memiliki inisiatif CSR kuat dan membangun hubungan baik dengan publik. Pada akhirnya, masyarakat akan diuntungkan oleh berbagai startup inovatif yang tetap relevan dan tahan banting di tengah perubahan zaman.
Editor: Estu Suryowati
Tag: #speaks #nextgen #startup #jadi #wadah #pembinaan #startup #digital #biar #nggak #memble