Adopsi Kripto RI Masuk 7 Besar Dunia, Pengawasan Risiko Ditingkatkan
Ilustrasi aset kripto. (SHUTTERSTOCK/CHINNAPONG)
18:32
11 Juni 2026

Adopsi Kripto RI Masuk 7 Besar Dunia, Pengawasan Risiko Ditingkatkan

- Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pasar aset kripto terbesar di dunia.

Di tengah pertumbuhan transaksi yang terus meningkat, pelaku industri mulai memperkuat sistem kepatuhan, manajemen risiko, dan perlindungan pengguna guna mengikuti perkembangan standar pengawasan global.

Data Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 mencatat Indonesia berada di peringkat ketujuh dunia dalam adopsi aset kripto. Indonesia juga tercatat sebagai pasar aset kripto terbesar keempat di Asia berdasarkan nilai transaksi yang diterima.

Baca juga: Pasar Kripto Terus Tertekan di Tengah Berlarutnya Perang Iran-AS

Ilustrasi aset kripto. PIXABAY/WORLDSPECTRUM Ilustrasi aset kripto.

Pertumbuhan pasar domestik pun terbilang signifikan. Nilai transaksi aset kripto yang diterima Indonesia tumbuh 103 persen secara tahunan.

Regional Director ASEAN Chainalysis Diederik Van Wersch mengatakan, pesatnya perkembangan industri kripto perlu diiringi penguatan sistem kepatuhan dan pengawasan risiko.

"Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan sistem kepatuhan dan pemantauan risiko yang semakin mumpuni. Dukungan teknologi AI dan analisis data blockchain memungkinkan potensi risiko teridentifikasi secara real-time sehingga dapat ditangani dengan lebih cepat dan akurat," ujar Diederik dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Menurut dia, penguatan sistem kepatuhan, manajemen risiko, dan perlindungan pengguna menjadi semakin penting seiring pertumbuhan industri yang semakin pesat dan terhubung dengan ekosistem global.

Baca juga: Indeks Kripto Pertama RI Diluncurkan, Jadi Acuan Kondisi Pasar

Hal itu juga dipengaruhi meningkatnya standar kepatuhan dan pengawasan yang diterapkan dalam industri aset kripto global.

Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.

Kolaborasi untuk perkuat pengawasan risiko

Kebutuhan untuk meningkatkan standar kepatuhan dan pengawasan tersebut mendorong Indodax menjalin kerja sama strategis dengan platform data blockchain Chainalysis.

Melalui implementasi solusi Chainalysis Crypto Compliance, Indodax memperkuat kemampuan pemantauan aktivitas on-chain secara real-time. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi potensi risiko dengan lebih cepat dan akurat.

Selain itu, solusi tersebut juga ditujukan untuk mendukung penguatan sistem kepatuhan, pengawasan transaksi, serta peningkatan skala operasional dengan tetap mengedepankan perlindungan pengguna dan manajemen risiko.

Baca juga: Industri Kripto Perkuat Literasi Lewat Kolaborasi dengan Kampus

"Kami melihat Indodax menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun fondasi tersebut dan bangga dapat mendukungnya melalui teknologi serta keahlian yang kami miliki untuk membantu menciptakan ekosistem yang lebih aman dan transparan," kata Diederik.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan infrastruktur kepatuhan dan pengawasan risiko di industri kripto Indonesia yang terus berkembang.

Fokus pada tata kelola dan kepercayaan pengguna

CEO Indodax William Sutanto mengatakan kerja sama dengan Chainalysis merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan standar kepatuhan dan tata kelola industri aset kripto di Indonesia.

"Kolaborasi kami dengan Chainalysis menjadi langkah strategis untuk memastikan Indodax tetap berada di garis depan dalam menerapkan standar keamanan dan kepatuhan di tengah industri kripto yang semakin kompleks," ujar William.

Baca juga: Paradoks Regulasi Kripto di UU P2SK

Ia menambahkan, penguatan infrastruktur kepatuhan kini menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun industri aset kripto yang lebih sehat, terpercaya, dan berkelanjutan.

"Kepercayaan pengguna merupakan fondasi utama dalam industri ini. Kami percaya pertumbuhan industri kripto yang sehat dan berkelanjutan harus dibangun di atas transparansi, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang kuat dalam jangka panjang," lanjut William.

Melalui kerja sama tersebut, Indodax juga menargetkan peningkatan efisiensi operasional kepatuhan, percepatan proses investigasi internal, serta penguatan kemampuan mitigasi terhadap aktivitas mencurigakan di jaringan blockchain.

Dengan memanfaatkan teknologi blockchain intelligence yang telah digunakan berbagai institusi global, kolaborasi antara Indodax dan Chainalysis diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemantauan transaksi sekaligus mendukung perlindungan pengguna.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini, Tether dan USDC Menjanjikan

Upaya tersebut juga dilakukan sejalan dengan perkembangan standar regulasi internasional yang semakin menekankan aspek kepatuhan, transparansi, dan pengelolaan risiko dalam industri aset kripto.

Tag:  #adopsi #kripto #masuk #besar #dunia #pengawasan #risiko #ditingkatkan

KOMENTAR